Stok CBP Melimpah: Presiden Prabowo Subianto Berhasil Membawa Indonesia Swasembada Pangan

- Editor

Jumat, 30 Mei 2025 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta – Kabar menggembirakan bagi bangsa Indonesia dimana kedaulatan pangan khususnya beras telah dicapai. Laporan real-time pada Kamis (29/5/2025) pukul 21.41 WIB, tercatat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 4 juta ton. Pencapaian ini merupakan rekor tertinggi sejak Bulog berdiri tahun 1969.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia (DPN TMI), Don Muzakir, dalam siaran pers pada Jumat (30/5/2025) mengapresiasi pencapaian tersebut dan atas nama petani mengucapkan terima kasih atas keberpihakan pemerintah terutama pada Kementerian Pertanian RI yang mampu menerjemahkan dan mengeksekusi berbagai gagasan dan kebijakan Presiden Prabowo Subianto sebagaimana digariskan dalam misi atau asta cita ke 2 “memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hjiau, dan ekonomi biru”.
Menurut Don Muzakir, kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp 6.500 yang disertai penghapusan rafaksi seperti diatur dalam Inpres Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadang Beras Pemerintah berdampak pada kesejahteraan petani dan pada akhirnya petani sangat bersemangat dalam berproduksi.

“Kebijakan lain seperti program cetak sawah dan peningkatan produktivitas lahan pertanian diterjemahkan dengan baik dan efektif oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sehingga swasembada tercapai dalam waktu yang sangat cepat”, tegas Don Muzakir.

Baik cetak sawah maupun peningkatan produktifitas mesti didukung dengan pupuk yang memadai, benih yang unggul, dan air yang cukup. “Dan kita semua tahu dalam 17 program prioritas Presiden, pada program 12 eksplisit Presiden Prabowo akan menjamin ketersediaan pupuk, benih, dan pestisida langsung ke petani dan ini ditepati semua oleh Presiden sehingga produksi beras surplus dan Bulog menyerapnya dengan maksimal”, lanjut Don Muzakir.

Don Muzakir mengungkapkan dahulu petani selalu mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk subsidi setiap kali musim tanam. “Dengan Perpres Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi menjadikan pendistribusian pupuk bersubsidi dari produsen ke petani sangat cepat dan tepat waktu, inilah keberpihakan Presiden dan hasilnya sudah mulai terlihat sekarang”, ujar Don Muzakir.

Don Muzakir menyimpulkan keberhasilan ini adalah kombinasi dari kebijakan yang berpihak pada petani dan keseriusan dari para pembantu Presiden terutama di Kementerian Pertanian dan Bulog, serta kolobarasi dengan Komisi IV DPR RI, TNI dan Polri, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan media.

Terkhusus untuk Bulog, DPN TMI memberi kredit khusus karena berhasil sekitar 2,4 juta ton beras, naik lebih dari 400% dibandingkan rata-rata serapan dalam periode yang sama dalam 5 tahun terakhir yang hanya 1,2 juta ton.

“Artinya produksi tidak hanya meningkat tetapi diserap dengan optimal oleh Bulog sehingga CBP menjadi lebih besar dan ini membuat cadangan yang dikuasai pemerintah lebih stabil dan memberikan rasa aman bagi bangsa Indonesia”, jelas Don Muzakir.

Pada akhirnya, DPN TMI menilai swasembada pangan beras yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto telah tercapai dan saatnya menjaga produksi dan produktivitas yang berkelanjutan dengan memastikan perlindungan lahan sawah, ketersediaan air sepanjang waktu, dan menjamin akses petani pada pupuk, benih unggul, dan pestisida. Dengan seperti itu, Indonesia akan sepenuhnya berdaulat pangan dan menjadi penopang utama Indonesia menjemput Indonesia Emas 20245.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:37 WIB

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:07 WIB

Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terbaru