Hadiri Wisuda Ke-52 STIEI Jakarta, Wamen Viva Yoga: Optimis Hadapi Tantangan Kemajuan Zaman

- Editor

Minggu, 5 Januari 2025 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viva Yoga Mauladi, Wakil Menteri Transmigrasi. - Foto Siaranindonesia.com

Viva Yoga Mauladi, Wakil Menteri Transmigrasi. - Foto Siaranindonesia.com

Siaranindonesia.com, JAKARTA – Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi mengisi orasi ilmiah di acara wisuda ke-52 Sekolah Tinggil Ilmu Ekonomi Indonesia (STIEI) Jakarta yang di gelar di Jakarta Convention Center (JCC), 04 Januari 2025.

Dalam orasi ilmiah yang bertema Mewujudkan Generasi Muda Yang Unggul, Adaptif, dan Berdaya Saing Untuk Menuju Indonesia Emas 2045. Viva Yoga mengatakan salah satu tujuan bangsa Indonesia dibentuk adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Jalan untuk mencerdaskan seluruh rakyat Indonesia maka pemerintah mendirikan institusi pendidikan mulai dari jenjang tingkat dasar hingga perguruan tinggi”, ujarnya.

Diakui oleh pria yang juga menjadi Wakil Ketua Umum PAN itu, pendidikan bukan hanya dikelola oleh pemerintah saja, namun pihak swasta saat ini juga memberikan kontribusi yang tidak sedikit dalam memajukan dunia pendidikan nasional, sehingga dirinya mengapresiasi keterlibatan swasta yang juga menggelar berbagai jenjang pendidikan di tengah masyarakat.

“STIEI Jakarta yang hadir di tengah masyarakat sejak Tahun 1969 telah ikut mengambil peran ikut mencerdaskan kehidupan bangsa”, ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, Seiring dengan kemajuan jaman, tantangan kepada dunia pendidikan pun semakin komplek dan rumit.

“Masalah ini tidak hanya dialami oleh satu negara namun dunia”, ujar alumni Pascasarjana UI itu.

Kemudian, ia memaparkan, Saat ini dan ke depan tantangan yang tengah dihadapi dunia global adalah hadirnya ‘artificial intelligence’ (AI) dan robotika.

“Mesin uap sebagai tanda terjadinya Revolusi Industri yang mengakibatkan terjadinya pengangguran karena tenaga manusia di pabrik diganti dengan mesin maka hadirnya AI dan robotika juga akan membawa dampak yang sama”, paparnya.

Ia mengungkapkan dengan Hadirnya AI dan robotika akan menggusur pekerja manufaktur, pengemudi, administrasi, teller bank, telemarketing, akuntan, pramusaji, operator telepon, dan sektor jasa lainnya.

“Diprediksi di Tahun 2030, 800 Juta tenaga kerja manusia akan diganti oleh AI dan robotika”, ungkap Viva Yoga.

Meski AI dan robotika semakin canggih dan menggeser kedudukan manusia namun mereka tetap memiliki batas-batas dan ketidakmampuan untuk mengganti peran manusia secara keseluruhan.

“Ada pekerjaan yang tidak bisa hilang meski ada AI dan robotika terus meng-up grade dirinya”, tuturnya.

Ia juga menegaskan, Di antara pekerjaan yang tak bisa diganti oleh kemajuan teknologi itu adalah data scientist, machine learning engineer, AI research scientist, robotic engineer, matematika dan statistisk serta pengelolahan data.

“Dokter, psikolog, perawat, dan dosen juga tak bisa digantikan dengan robot”, tambahnya.

Meski banyak tantangan yang dihadapi para wisudawan saat mereka terjun di tengah masyarakat namun Viva Yoga mendorong mereka tetap semangat dan optimis.

“Harus ada nilai tambah bagi generasi muda ke depan agar dapat berkompetisi dengan dunia global, yaitu harus dapat berkomunikasi, berkolaborasi, berkreasi, dan melek teknologi”.

Dirinya mengingatkan kepada para sarjana itu, untuk terus berjuang untuk menggapai cita-cita yang diinginkan, ia mengutip pesan Presiden Sukarno yang memotivasi.

“Gantungkan cita-citamu setinggi langit, bermimpilah setinggi langit, jika engkau jatuh, engkau jatuh di antara bintang-bintang”. pungkasnya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:37 WIB

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:07 WIB

Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terbaru