Jokowi Bisa Jabat Ketua Dewan Pembina Golkar, Kewenangannya Diperbesar

- Editor

Kamis, 12 Desember 2024 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Siaran Indonesia – Dewan Pakar Partai Golkar Ridwan Hisjam mengatakan, jika mantan presiden Joko Widodo berniat masuk ke Golkar, tidak harus menempati posisi ketua umum. Tapi bisa menjadi Ketua Dewan Pembina partai.

Menurut Ridwan, hal itu tidak jadi persoalan, sebab Soeharto menjadi presiden juga tidak menjabat sebagai ketua umum. Meski demikian, kewenangan Jokowi sebagai ketua dewan pembina bisa diperbesar dari ketua umum.

“Apakah itu bisa? Tentu saja bisa saja dengan merubah AD/ART partai,” ujar Ridwan di Jakarta, Kamis (12/12).

Menurutnya, langkah politik yang tepat bagi Joko Widodo setelah tidak lagi menjadi presiden adalah dengan bergabung ke partai politik. Adapun parpol yang paling tepat untuk karier Jokowi disebut ada di Golkar.

Ridwan mengatakan, di Indonesia siapapun presidennya pasti punya partai politik, baik itu Sukarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur sampai Jokowi adalah kader partai. Bagaimanapun kata Ridwan, Jokowi menjadi presiden dua periode karena dia merupakan kader PDIP.

Meskipun di akhir masa periode keduanya, hubungannya dengan PDIP akhirnya retak, dan bahkan saat ini sudah dianggap tidak lagi menjadi bagian dari kader Banteng. Untuk itu, Ridwan menilai langkah politik yang tepat bagi Jokowi adalah kembali ke Golkar.

“Saya kira tidak ada jalan lain, kecuali kembali ke rumah aslinya, yaitu Golkar. Karena Jokowi sejatinya adalah kader Golkar,” ujar Ridwan.

Kenapa harus berpartai? Menurut Ridwan, Jokowi punya program besar, yakni menjadikan Indonesia Emas di 2045. Program itu harus terus dikawal siapapun presidennya. Karenannya menjadikan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden merupakan langkah yang tepat untuk mengawal keberlanjutan.

“Demikian juga dengan berpartai, Jokowi bisa mengawal program besar itu untuk sampai pada tujuan di tahun 2045, menjadikan Indonesia Emas. Dan Golkar bisa menjadi alat kekuasaan Jokowi untuk mengawal program besar itu,”ucapnya.

Lalu kenapa harus Golkar? Ridwan mengatakan, Golkar adalah partai yang fleksibel, tidak bertuan. Siapapun bisa menjadi ketua umum. Bahkan siapapun ketua umumnya, Golkar akan tetap eksis karena akan selalu berada di pemerintahan, sesuai doktrinya Karya Kekaryaan.

“Golkar siapapun ketua umumya itu akan tetap eksis, dia itu partai yang fleksibel. Dan besarnya Golkar dari dulu itu justru karena banyak faksi, ada faksi JK, Akbar Tanjung, Ical, Agung Laksono, termasuk faksi yang baru-baru ini, tapi mereka tetap bersatu dalam golongan karya,” ujarnya.

Alasan lain, Ridwan memprediksi bahwa koalisi KIM Plus itu tidak akan lama, karena pada prinsipnya politik cepat berubah. Menurutnya tidak ada yang bisa memastikan hubungan Jokowi dengan Prabowo akan selamanya baik melalui KIM Plus. Karena sebaik-baik hubungan Jokowi dengan Megawati pun akhirnya berakhir.

“Itulah pentingnya bagi Jokowi untuk masuk partai politik. Beliau ini punya agenda besar untuk membawa Indonesia Emas, maka program itu tidak bisa dikawal tanpa adanya kekuasaaan. Dan kekuasaan itu hanya bisa direbut melalui partai politik, itu sudah menjadi amanat UU,” jelasnya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Sukseskan Safari Ramadan 1447 H Demi Mempererat Silaturahmi
DPD PDIP Jateng Gelar Konsolidasi di Kebumen, Soroti Musancab dan MBG
Pendidikan Gratis dan Kesehatan Gratis Perlu Diutamakan daripada Makan Gratis
WordPress test
LD PBNU Gelar Dakwah Gen Z di Pondok Pesantren Tahfid Al Basyir Bogor
Impor Produk Non Halal dari AS Disorot, Kiyai Hafidz Taftazani: Campur Halal dan Haram Jadi Syubhat
Warga Pademangan Sampaikan Aspirasi Penolakan Mutasi Kapolsek Melalui Karangan Bunga
PBNU Lepas 24 Dai ke Delapan Negara dalam Program NU Worldwide Dakwah

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Minggu, 8 Juni 2025 - 13:47 WIB

Peringati Idul Adha 1446 H, Satriani Wisata Salurkan Hewan Kurban untuk Warga di Hebron Palestina

Senin, 14 April 2025 - 15:30 WIB

KH. Tsabit Latief Temui Realitas Pahit Santri Migran Saat Safari Dakwah Ramadhan di Taiwan

Jumat, 17 Januari 2025 - 08:40 WIB

Musim Dingin Extreme, Lima Balita Pengungsi Palestina Dilaporkan Meninggal

Berita Terbaru

Nasional

WordPress test

Rabu, 4 Mar 2026 - 09:51 WIB

Internasional

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Mar 2026 - 20:59 WIB