Sempat Viral Di Podcast Denny Sumargo, In’am Nafila Kini Luncurkan Novel “Berkalung Surban Duri”

- Editor

Senin, 23 September 2024 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta – Siapa yang tak kenal dengan sosok In’am Nafila? perempuan yang akrab disapa Ning In’am Nafila ini sempat viral dan menjadi perbincangan netizen. Setelah menceritakan biduk rumah tangganya saat menjadi bintang tamu di Podcast YouTube Denny Sumargo.

Pasangan suami istri yang terlahir dari keluarga pesantren dan anak dari ulama besar Jawa Timur ini nyatanya tak mampu mempertahanan hubungan pernikahan. Dimana sang suami sebagai orang yang alim, penceramah dan pemilik pesantren diduga sering melakukan open BO wanita dan waria.

Berangkat dari pengalaman pribadi inilah, In’am Nafila menerjemahkan perjalanan rumah tangganya dalam sebuah karya tulis berbentuk novel dengan judul “Berkalung Surban Duri”.

“Novel ini mengisahkan perjalanan hidup pribadi saya, berawal dari sistem perjodohan di keluarga pesantren hingga saya harus hidup dengan sosok serigala berbulu domba, pandai menciptakan citra positif sebagai ahli agama. Kemudian, demi menjaga nama baik keluarga besar pesantren, saya bertahan sendiri selama tujuh tahun dalam keluarga yang toksik,” ujar In’am Nafila, Kamis (19/09/2024).

Perempuan yang aktif di PC Fatayat NU Jember ini berharap novel tersebut dapat menjadi pembelajaran dan memotivasi perempuan yang bernasib sama untuk berani bersuara.

“Novel ini saya persembahkan untuk para perempuan. Semoga menjadi pelajaran terutama perempuan-perempuan yang terbelenggu keadaan untuk berani bersuara,” ujar ibu tiga anak ini.

Menariknya, proses penulisan novel ini dikerjakan selama 30 hari dan ini merupakan novel perdana penulis. “Sejak dulu saya suka menulis hanya saja berupa cerpen dan puisi. Sehingga ketika ada masalah ini. Inilah yang menginfluence saya untuk menulis novel,” ujarnya.

Novel setebal 300 halaman ini ditulis dengan bahasa yang ringan dan sederhana sehingga pembaca mudah berimajinasi mengikuti alur ceritanya. Tak hanya itu, novel ini sarat akan emosi dan menguras air mata, dimana kesetiaan dibalas dengan penghianatan. Sosok yang diagung-agungkan di masyarakat dan keluarga justru menghianati agama dan keluarganya.

Melalui novel tersebut, Penulis menyisipkan pesan moral agar tegar hati dan kuat diri dalam menghadapi kesedihan dan penghianatan. (*).

Komentar Facebook

Berita Terkait

Karhutla di Lahan Gambut, Pemerintah Andalkan Pasukan Darat di Kalbar
Redakan Asap Kalbar, Pemerintah Maksimalkan Potensi Awan Hujan 4-8 September
Taruna Ikrar : Kolaborasi ABG Perkuat Industri Probiotik dan Ekosistem Keamanan Pangan
Menhut Ucapkan Terima Kasih: Keikhlasan Keluarga Kuatkan Manggala Agni Hadapi Karhutla
Menhut Raja Antoni Pantau Langsung Karhutla Kubu Raya Kalbar, Pendinginan Dimassifkan
Menhut Raja Antoni Tegas Tangani Karhutla, Izin 5 Korporasi di Kalbar Dibekukan
Cahyo Subroto Bagikan Pelajaran dari Kegagalan Awal hingga Pertumbuhan MrScraper
Potensi Awan Hujan 10-15 September di Jambi Meluas, Pemerintah Perkuat OMC

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:48 WIB

Karhutla di Lahan Gambut, Pemerintah Andalkan Pasukan Darat di Kalbar

Jumat, 4 September 2026 - 22:35 WIB

Redakan Asap Kalbar, Pemerintah Maksimalkan Potensi Awan Hujan 4-8 September

Jumat, 4 September 2026 - 14:41 WIB

Taruna Ikrar : Kolaborasi ABG Perkuat Industri Probiotik dan Ekosistem Keamanan Pangan

Jumat, 4 September 2026 - 13:43 WIB

Menhut Ucapkan Terima Kasih: Keikhlasan Keluarga Kuatkan Manggala Agni Hadapi Karhutla

Kamis, 3 September 2026 - 21:09 WIB

Menhut Raja Antoni Pantau Langsung Karhutla Kubu Raya Kalbar, Pendinginan Dimassifkan

Kamis, 3 September 2026 - 20:43 WIB

Cahyo Subroto Bagikan Pelajaran dari Kegagalan Awal hingga Pertumbuhan MrScraper

Rabu, 2 September 2026 - 18:10 WIB

Potensi Awan Hujan 10-15 September di Jambi Meluas, Pemerintah Perkuat OMC

Rabu, 2 September 2026 - 17:05 WIB

Cak Imin, HMI, dan Penyakit Mental Sektarianisme

Berita Terbaru