Aliansi Pekerja Buruh Logistik Indonesia Tolak Monopoli Jasa Pengiriman yang Dilakukan Perusahaan e-Commerce Asing

- Editor

Rabu, 28 Agustus 2024 - 05:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta — Jasa Pengiriman yang dilakukan sejumlah perusahaan e-Commerce atau platform digital asing ternyata berdampak pada para Pekerja di sektor industri Jasa Logistik, Ekspedisi dan kurir. Sejumlah perusahaan Jasa Logistik terpaksa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau berpotensi melakukan PHK setelah turunnya pendapatan mereka secara signifikan.

Hal ini menjadi sorotan tajam Aliansi Pekerja Buruh Logistik Indonesia. Mereka menilai bahwa pemerintah seharusnya memperkuat ekosistem dan melindungi sektor industri logistik, Ekspedisi dan kurir dari persaingan yang tidak sehat, terutama persaingan dengan platform digital asing yang memiliki jasa logistik dan kurir.

Difasilitasi langsung Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Buruh Niaga, Informatika, Keuangan, Perbankan dan Aneka Industri afiliasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DPP FSB NIKEUBA KSBSI), Aliansi Pekerja Buruh Logistik Indonesia bersepakat menolak Monopoli Jasa Pengiriman yang dilakukan perusahaan e-Commerce asing tersebut.

“Kondisi saat ini sangat mengancam ribuan pekerja di sektor Jasa Logistik, Ekspedisi dan kurir lokal, dan ini tak boleh dibiarkan,” kata Irwan Ranto Bakkara, Sekjen FSB NIKEUBA saat diskusi “Tolak Monopoli Jasa Pengiriman Oleh E-Commerce” bertajuk, “Monopoli di Tangan Pengusaha, Untung Segelintir, Rugi Semua” yang digelar di bilangan Matraman, Jakarta Timur, Selasa (27/8/2024).

Irwan mengatakan, ancaman PHK Massal ini mendera ribuan Pekerja Buruh Logistik, tidak saja di Jakarta, namun juga diberbagai daerah. Menurut Irwan, hal ini tak bisa dibiarkan.

Ia menegaskan, pemerintah seharusnya tidak memperbolehkan platform e-commerce asing mengelola unit usaha jasa logistik dan kurir karena dinilai melanggar prinsip persaingan usaha yang sehat.

“Ketika perusahaan-perusahaan E-Commerce menjalankan bisnis jasa kurir yang dimiliki oleh pengusaha platform digital itu telah menguasai seluruh rantai pasokan dari hulu ke hilir, maka banyak perusahaan logistik dan kurir lokal kehilangan pangsa pasar yang pada akhirnya berujung pada ancaman PHK massal karyawannya,” tandasnya.

Sementara itu, Alson Naibaho, Korwil KSBSI DKI Jakarta menyayangkan ketidakhadiran negara dalam melindungi para Pekerja di sektor industri Logistik, Ekspedisi dan kurir dari ancaman PHK Massal.

“Ketika negara tidak hadir, yang seharusnya menjadi kewajiban mereka sebagai regulator atau pelaksana daripada peraturan perundang-undangan, ini akan menjadi persoalan besar, maka kita sebagai aliansi buruh lah yang harus hadir. Kita harus bangkit melawan,” imbuhnya.

Menurut Alson, sudah saatnya Pekerja Buruh di sektor industri Jasa Logistik, Ekspedisi dan kurir berani bersuara.

Ia pun mengupas lemahnya pengawasan regulasi di sektor industri tersebut, padahal, menurutnya, jika kembali kepada UUD 1945, sudah disebutkan, setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

“Ini termasuk hak untuk mendapatkan upah, saling menghormati pekerjaan dan penghidupan orang lain, serta untuk mendapatkan perlindungan kerja. Tapi Kalau itu tidak kita dapatkan, maka kita harus berjuang untuk mendapatkannya,” kata Alson.

Ia mempertanyakan apakah UU dapat melindungi hak pekerja Buruh Indonesia? Seharusnya iya, namun yang terjadi tidaklah demikian, sebab sudah terjadi monopoli yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup pekerja buruh sektor industri jasa logistik dan kurir.

Alson pun menyayangkan para pelaku usaha e-commerce yang terjun dalam bisnis logistik, ekpedisi dan kurir yang menurutnya sudah tidak terkontrol. (*)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Pasokan Gas Melonjak 34,72%, PGN LNG Amankan Energi Bersih Indonesia
Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Konsolidasi Tetapkan Pengurus FORSEPSI Periode 2026–2027
PT Pegadaian Salurkan Bantuan Material Bangunan Rp50 Juta untuk Korban Kebakaran di Kramat, Jakarta Pusat
Menjaga Halal, Menumbuhkan Usaha: Mendorong Pentahapan Regulasi Sertifikasi
Ancaman Downgrade MSCI: Pasar Saham Indonesia Diusulkan Jadi Standalone Market
Ekonom Minta Kebijakan Sertifikasi Halal Ditunda, Soroti Kesiapan Pelaku Usaha dan Risiko Ekonomi
Kunci Sukses AKTI: Bertahan di Tengah Badai Vokasi Berkat Sinergi Industri
Muhammad Faris Ulul Azmi: Konsisten Membuka Akses Edukasi Saham Gratis bagi Investor Pemula

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:37 WIB

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:07 WIB

Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terbaru