The PRAKARSA Soroti Makan Bergizi Gratis Masuk Dalam Anggaran Pendidikan

- Editor

Selasa, 20 Agustus 2024 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta – Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp 71 triliun setara dengan 0,29% terhadap PDB atau 2 persen dari rencana belanja negara sebesar Rp 3.613,1 triliun di RAPBN 2025 untuk program makan bergizi gratis.

Program makan bergizi gratis akan segera terwujud dengan adanya komitmen anggaran di RAPBN 2025. Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan pidato kepresidenan atas RUU APBN 2025 dan Nota Keuangan menyampaikan anggaran pendidikan dialokasikan sebesar Rp722,6 triliun untuk peningkatan gizi anak sekolah, renovasi sekolah, dan pengembangan sekolah unggulan. Alokasi pendidikan ini meningkat 24,3% dari 2024 (Outlook).

Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas fisik anak, yang kemudian dapat mendongkrak prestasi akademik. Menteri Pendidikan juga menekankan pentingnya program ini dalam mengurangi angka stunting di kalangan anak-anak.

Peneliti Lembaga Penelitian dan Advokasi Kebijakan The PRAKARSA Bintang Aulia Lutfi menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis juga dapat meningkatkan kehadiran siswa di sekolah dan untuk menurunkan angka putus sekolah yang sudah lama menjadi masalah di berbagai daerah di Indonesia.

“Program makan bergizi gratis bisa saja meningkatkan partisipasi siswa yang dapat mengurangi angka putus sekolah siswa, yang saat ini masih cukup tinggi di berbagai jenjang pendidikan. BPS mencatat, angka putus sekolah tahun 2023 di SMA mencapai 21%, SMP 6% dan SD sebesar 0,67%,” kata Bintang.

Namun, penting untuk memastikan bahwa program ini benar-benar menyasar daerah dengan kebutuhan tinggi, terutama di wilayah terpencil dan kurang mampu.

“Masih adanya ketimpangan antara sekolah-sekolah yang ada di perkotaan maupun pedesaan dimana aksesibilitas sangat mempengaruhi kualitas sekolah seperti infrastruktur, kompetensi pengajar, kelayakan dan kelengkapan fasilitas sekolah,” imbuh Bintang.

Distribusi dan akurasi data yang dimiliki pemerintah hingga saat ini juga masih menjadi permasalahan, di mana masih banyak program bantuan pendidikan yang tidak tepat sasaran. Tentu ini menjadi perhatian apakah penerapan program makan bergizi gratis ini dapat benar-benar diselenggarakan secara adil dan merata atau tidak.

Alokasi sebesar 2% dialokasikan untuk program makan bergizi gratis diharapkan tidak mengurangi komitmen pemerintah untuk mengatasi permasalahan pendidikan yang masih menjadi pekerjaan rumah sampai saat ini.

“Pengurangan anggaran untuk program makan bergizi gratis (MBG) dari sekitar 450 triliun menjadi 71 triliun menunjukkan upaya efisiensi yang signifikan. Meski anggaran yang dialokasikan saat ini lebih kecil, program MBG tahun pertama dapat berfungsi sebagai simulasi awal bagi pemerintah dalam mengelola anggaran pendidikan secara lebih efektif. Ini menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk mengkaji strategi penganggaran yang proporsional, terutama untuk program MBG ini membutuhkan alokasi dana besar, tanpa mengorbankan anggaran program pendidikan lainnya,” tutur Bintang.

RAPBN 2025 harus menjadi alat untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan nasional. Melalui penguatan transparansi, akuntabilitas, dan fokus yang jelas pada kebutuhan masyarakat, diharapkan anggaran ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Pemerintah perlu memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran untuk program ini, sehingga target dan capaian program dapat diketahui secara terbuka oleh publik” tutup Bintang.

 

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:37 WIB

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:07 WIB

Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terbaru