Dengan JKN, Penderita Tumor Ini Bebas Jalani Operasi Tanpa Biaya

- Editor

Sabtu, 27 April 2024 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah seorang penderita tumor Zahra Ayu Nabila asal Kebumen.

Salah seorang penderita tumor Zahra Ayu Nabila asal Kebumen.

Kebumen, Siaran Indonesia – Usia muda tidak menjamin terbebas dari berbagai macam risiko penyakit. Beberapa penyebab dan faktor risiko penyakit di usia muda diantaranya karena faktor genetik, gaya hidup depresi dan faktor lainnya.

Salah satu warga Kebumen, Zahra Ayu Nabila (19) pun tak luput dari risiko penyakit di usia muda. Ia diketahui pernah menderita penyakit yang dicurigai tumor di bagian telinga. Di usia yang masih cukup belia, ia harus berjuang melawan penyakitnya tersebut. Ia pun tanpa sungkan membagikan kisah awal mula ia mengetahui menderita penyakitnya. Sekitar akhir tahun yang lalu, ia merasakan sakit di bagian telinga merambat ke kepala bagian depan. Setiap kali ia merasakan sakit tersebut, dibarengi cairan dan terkadang juga darah yang keluar dari telinganya.

“Setiap kali kambuh, sakitnya luar biasa, pusing dan pegal dibagian telinga dan kepala. Sangat mengganggu sampai saya tidak bisa beraktifitas seperti biasa,” cerita Zahra.

Zahra pun menceritakan kondisinya kepada keluarganya, dan ia disarankan untuk segera memeriksakannya ke Puskesmas. Keesokan harinya, ia pergi ke Puskesmas Kebumen 3 untuk mengecek kondisinya. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter di puskesmas menyarankan untuk dirujuk ke rumah sakit karena penyakitnya harus segera ditangani.

“Waktu itu belum kepikiran macam-macam, apalagi sampai mau operasi. Nurut dan ngikutin aja apa yang disampaikan petugas puskesmas. Saya juga tidak cemas terkait biaya pengobatan, lantaran saya sudah terdaftar sebagai peserta JKN,” ungkapnya.

Zahra pun saat itu menjalani pemeriksaan dan pengobatan di Rumah Sakit Permata Medika Kebumen. Dokter awal mulanya tidak langsung melakukan operasi, hanya memberikan obat tetes dan obat-obatan lainnya. Namun setelah beberapa kali kunjungan, tidak ada perubahan maka dokter menjadwalkan dilakukan tindakan operasi. Mendengar hal itu, Zahra mengaku cukup syok karena selama hidupnya ia belum pernah menjalani operasi.

“Pikiran saya udah kemana-mana membayangkan yang tidak-tidak. Apalagi saya di rumah cuma bareng nenek, orangtua merantau di Jakarta. Saat itu pun saya langsung menelpon orangtuanya,” kata Zahra, Rabu (24/04).

Setelah melewati pergulatan emosi dan pikiran, ia pun menyetujui jadwal operasi dari pihak rumah sakit demi kesembuhannya. Lantas seminggu kemudian, ia pun menjalani operasi dan berjalan dengan lancar. Ia pun tidak henti-hentinya mengucap syukur untuk semua yang telah ia lalui saat itu.

“Kalau ingat-ingat kemarin waktu bolak balik ke rumah sakit sampai operasi, rasanya mau nangis. Alhamdulillah sekarang sudah sehat dan sudah bisa beraktifitas seperti biasa,” cerita Zahra.

Saat dikonfirmasi terkait berapa biaya pengobatanya, Zahra mengaku semua biaya pengobatannya dijamin sepenuhnya oleh JKN. Ia tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk pengobatannya kala itu.

“Kalau mau dihitung-hitung, biaya berobat dari awal sampai operasi bisa sampai puluhan juta,” ungkap Zahra.

Zahra menambahkan selama ia dirawat, tidak ada perlakuan diskriminatif, atau penelantaran atau hal semacamnya. Sejak ia berobat di puskesmas sampai di rumah sakit, justru layanan yang ia rasakan sangat baik.

“Yang saya alami sendiri justru pelayanan kepada peserta JKN malah lebih cepat dibandingkan yang umum. Kalau pakai JKN, kita bisa ambil nomor antrean dari rumah, jadi saya nunggunya terlalu lama,” ujarnya.

Mengetahui semua biaya dijamin oleh JKN dan pelayanan yang sangat baik, Zahra pun menyampaikan apresiasinya kepada BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan serta pihak-pihak yang terkait dalam pogram JKN. Menurutnya, program yang dikelola oleh BPJS Kesehatan ini layak untuk tetap dipertahankan.

“Setiap orang yang pernah memanfaatkan JKN, pasti juga setuju agar program ini dapat dipertahankan untuk dapat terus membantu masyarakat Indonesia,” katanya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:37 WIB

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:07 WIB

Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terbaru