Inovasi Mahasiswa Kerek Produksi Listrik Panel Surya Sampai 3 Kali Lipat

- Editor

Kamis, 15 Februari 2024 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta – Kementerian ESDM menyampaikan bahwa per tahun 2023 potensi EBT Indonesia telah mencapai 3.687 GigaWatt (GW). Sebagian besarnya disokong oleh potensi energi surya dengan total 3.294 GW. Namun apa daya, potensi energi panas matahari itu belum dioptimalkan. Menteri Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam gelaran Indonesia Solar Summit 2023, menyebut pendayagunaannya hanya sekitar 200 Mega Watt.

Peningkatan kapasitas produksi listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) juga menghadapi tantangan biaya yang tidak kecil. Sebagai contoh, biaya instalasi solar panel pada bangunan rumah tangga tipe 36 dengan kapasitas 1,02 kWp membutuhkan investasi sebesar Rp 17 Juta.

Menjawab tantangan itu, Raphael Wiswa Santoso Samosir bersama delapan rekannya dari Teknik Elektro Universitas Pertamina (UPER), merancang pengembangan purwarupa teknologi fotovoltaik dengan biaya terjangkau. Dalam karyanya yang dipamerkan di Innovation and Design Exhibition of Electrical Engineering (IDEEE) tersebut, Raphael dan tim mengembangkan konsep solar panel berbasis solar tracker yang diberi nama Vanalika.

“Biasanya solar panel yang terpasang selama ini berbentuk statis, tidak mengikuti arah matahari. Sedangkan, pergerakan matahari akan selalu berubah, dan ini akan memengaruhi optimalisasi solar panel yang terpasang. Prototipe yang kami kembangkan, Vanalika, bersifat dinamis, yang berarti mengikuti sinar matahari dan penyerapan tenaga surya menjadi lebih optimal,” jelas Raphael selaku Ketua Tim Vanalika (7/2).

Dirancang dengan menggunakan sensor Light Dependent Resistor (LDR) serta teknologi arduino uno yang merupakan sistem program pusat dalam pengatur gerak sensor, Vanalika berhasil menghasilkan kapasitas listrik sebesar 1 sampai 6 Watt dari 6 buah mini solar sel sebesar 6 volt.

Selain menggunakan teknologi sensor dan pemrograman, Raphael beserta rekannya yaitu Aulia Naufal, Siti Hindun, Nur Khoiriyah, Wahyu Rinaldi, Rifki Rifaldi, Hamdy Fahmi, Amsal Junaidi, dan Jonathan Stefanus, mendapati dengan penyusunan solar panel yang dinamis tersebut nyatanya efektif dalam menangkap cahaya matahari hingga 300 persen yang dimanfaatkan untuk sebagai penerangan rumah tangga.

“Karena penyusunannya lebih dinamis, Vanalika dapat bekerja dengan maksimal dari pagi sampai sore hari. Hasil pengujian yang kami lakukan pada pemasangan solar panel yang statis dapat menangkap sinar matahari sebesar 200 mW. Namun dengan fotovoltaik dinamis dapat menangkap hingga 600 mW. Selain itu dari penyusunan Vanalika dengan biaya produksi hanya berkisar Rp 900 ribu sudah mampu menghidupi lampu LED 3 volt selama 6 jam,” tambah Raphael.

Melalui mata kuliah Konversi Energi Listrik, Raphael dan rekannya mempelajari berbagai metode dalam penciptaan energi listrik secara konvensional hingga pemanfaatan sumber Energi Baru Terbarukan (EBT). Harapannya, Vanalika dapat berkembang lebih lanjut dan diimplementasikan secara luas.

Gelaran pameran IDEE yang dirancang oleh Program Studi Teknik Elektro UPER tersebut mendapatkan apresiasi dari Rektor UPER. Menurut Prof. Wawan Gunawan A. Kadir MS., pameran IDEEE menjadi salah satu wujud dari mengimplementasikan teori ke dalam kehidupan nyata.

“Mengusung tema pengembangan energi berkelanjutan, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan ramah lingkungan atau green skills. Selain itu, UPER juga mendukung mahasiswa dalam mengembangkan kapabilitas diri guna menghadapi dunia kerja. Misalkan dengan menyelaraskan kompetensi masa depan melalui kurikulum peminatan terbaru seperti mata kuliah artificial intelligence, energi baru terbarukan, automation dan internet of things. Lebih lanjut, guna mempersiapkan karir lulusan, UPER menyediakan program Lulusan Merah Putih sebagai bimbingan karir dengan praktisi,” ujar Prof Wawan.

Sebagai informasi, saat ini kampus besutan PT Pertamina (Persero) tengah membuka peluang untuk berkuliah di UPER. Bagi calon mahasiswa yang tertarik, dapat mengakses informasi selengkapnya melalui https://pmb.universitaspertamina.ac.id/

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:37 WIB

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:07 WIB

Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terbaru