CANCEL CULTURE

- Editor

Selasa, 28 Juni 2022 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung – CANCEL CURTURE lahir sebagai bentuk demokrasi media sosial yang semakin kritis pada isu-isu sosial. Seperti pedang bermata dua, cancel culture dapat berfungsi sebagai alat keadilan sosial sekaligus senjata intimidasi massal.

Beberapa tahun terakhir ini, istilah “CANCEL CULTURE” semakin lazim kita lihat di berbagai media sosial khususnya di Twitter. Secara sederhana, cancel culture merujuk pada gagasan untuk “membatalkan” seseorang dengan arti memboikot atau menghilangkan pengaruh orang tersebut baik di media sosial maupun nyata.

Pola yang biasanya dilakukan seperti ini, seorang public figure melakukan atau mengatakan sesuatu yang dianggap serangan atau problematik kemudian publik merespon di media sosial dengan efek bola salju makin banyak makin membesar sampai akhirnya ada yang menyalurkan si public figure pantas “DI-CANCEL” yang bisa diartikan ajakan untuk mematikan karier maupun pengaruh public figure, baik dengan cara memboikot karyanya atau bahkan meminta hukuman atau pertanggung jawaban yang lebih tegas dari industi, kantor, dan istitusi lain yang berkaitan dengannya. Berikut adalah beberapa hal yang harus di ketahui lebih dalam tentang CANCEL CULTURE itu sendiri.

By: Alexander Kusumapradja 12/6/2020 cancel culture lahir sebagai bentuk demokrasi media sosial yang semakin kritis pada isu-isu sosial. Seperti pedang bermata dua, cancel culture dapat berfungsi sebagai alat intimidasi massal.

Dari mana istilah “CANCEL CULTURE” muncul ? untuk mengetahui soal cancel culture, kita mungkin harus mengetahui asal muasal dari istilah itu sendiri. Walaupun sering dipakai untuk melawan perbuatan yang dianggap seksis dan rasis, ironisnya Aja Romando dalam artikelnya untuk menjelaskan bahwa konsep “CANCELLING” ini akarnya justru dari candaan misoginis. Ia menulis, mungkin referensi pertama untuk istilah meng-cancel seseorang berasal dari film tahun 1991 berjudul “NEW JACK CITY” dimana Wesley Snipes bermain sebagai seorang gengster bernama Nino Brown. Di satu adegan setelah kekasihnya menangis karena semua kekerasan yang disebabkan olehnya, Nino mencampakkan pacarnya dengan berkata “cancel that bitch. I’ll buy another one.” Melompat ketahun 2010, Rapper Lil Wayne kemudian memasukan referensi adegan tersebut ke lagunya yang berjudul “SINGLE” dengan lirik : “Yea I’m single make her have to cancel dat bitch like nino.” Namun menurut Aja istilah “CANCEL” baru banyak dipakai setelah salah satu episode reality show vh1 berjudul LOVE AND HIP-HOP: New York yang tayang Desember 2014 menampilkan aegan salah satu bintangnya Cisco Rosado berteriak pada gadis incarannya “you’re canceled” setelah mereka bertengkar.

Semenjak itu pemakaian isilah cancel culture menjadi populer dipakai oleh kaum kulit hitam di twitter yang awalnya dipakai sebagai becandaan namun akhirnya menjadi serius ketika istilah ini diarahkan pada public figure yang dianggap problematik.

Siapa saja yang bisa kena “CANCEL” ? umumnya, seseorang kena cancel karena perbuatan atau perkataan yang berkaitan dengan seksual dan sara (suku, agama, ras, antar golongan) namun bisa juga akibat perseturuan antara public figure yang melibatkan penggemar mereka. Daftar punlic figure yang pernah mersakan cancel culture sudah banyak sekali, namun yang baru-baru ini terjadi contohnya adalah Lea Michele yang dituduh rasis oleh bekas lawan mainnya di Glee, J.K. Rowling yang di tuduh transfobik dan problematik oleh para penggemar Harry Potter, dan juga Suga BTS yang salah satu lagu solonya mengandung bagian kontroversial. Dalam perkembangannya, cancel culture pun tak hanya bisa menimpa sosok orang terkenal seperti public figure dan sosial media influencer saja, tapi juga bisa terjadi pada siapapun di internet termasuk kamu, meskipun skalanya tentu berbeda beda, “ah, tapi kan saya tidak pernah berbuat atau berkomentar yang aneh-aneh,” pikirmu.

Tunggu dulu, ya mungkin sekarang kamu sudah lebih bijaksana dan bisa bisa menahan diri, namun bagaimana dengan tweet atau postinganmu ari lima tahun lalu misalnya ? yapsss, tak jarang ada saja orang yang berusaha mencari alasan untuk meng-cancel seseorang dengan mengorek “dosa masa lalu” yang masih menjadi jejak digital orang tersebut dari beberapa tahun lalu berupa foto, video, atau tweet seperti yang pernah dialami oleh Ardhito Pramono yang sempat dicap rasis dan homofobik ketika cuitan lamanya saat masih tinggal di Aussie diangkat ke permukaan. Ardhito sampai harus membuat video klarifikasi untuk soal itu lho, namun tetap saja masih ada orang yang ilfeel dan meng-cancel dirinya gara-gara msalah tersebut.

Penulis : Arfi Yasin

Sumber :

By: Alexander Kusumapradja 12/6/2020

Film tahun 1991 berjudul “NEW JACK CITY”

Invasion Theory 2020

Komentar Facebook

Berita Terkait

Santri Muda Nusantara: Anomali Polisi Bersama Masyarakat vs Tindakan Intimidasi & Penggeledahan Terhadap Santri Hamalatul Qur’an
Perubahan Diri dalam Lensa IRT
Membongkar Rahasia Kebaikan Finansial Syariah: 5 Pilar Akad Tabarru’at
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Dari Banyak Program Menuju Kemampuan Mengonversi Realitas
Melawan “Pabrik Kecanduan” di Saku Anak Kita
Agenda Reforma Agraria di Tengah Badai Korupsi
Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi
Pancasila, Reformasi, dan IRT: Mencari Kerangka untuk Mengisi Kemerdekaan

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:37 WIB

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:07 WIB

Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terbaru