SBY di Perbanas Institute: Indonesia Harus Adaptif di Tengah Krisis dan Ketidakpastian Global

- Editor

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SiaranIndonesia.com — Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengingatkan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi periode ketidakpastian yang semakin kompleks. Menurutnya, perubahan lanskap ekonomi, perdagangan, teknologi, dan geopolitik global membuat banyak negara harus menata ulang strategi pembangunannya agar mampu bertahan dan tetap kompetitif.

Pernyataan tersebut disampaikan SBY dalam forum internasional PROFICIENT 2026 yang diselenggarakan Perbanas Institute, di Jakarta, Selasa (2/6/2026). Ia menekankan bahwa dunia tidak lagi berjalan dalam kondisi yang sepenuhnya normal. Arus globalisasi yang sebelumnya didominasi pertimbangan ekonomi kini semakin dipengaruhi oleh rivalitas geopolitik, persaingan teknologi, serta kepentingan strategis antarnegara.

SBY menilai negara berkembang, termasuk Indonesia, tidak dapat sekadar menyalin model pembangunan negara-negara maju. Menurutnya, Indonesia perlu merumuskan jalan pembangunan yang sesuai dengan karakteristik dan kepentingan nasional, tetap terbuka terhadap kerja sama internasional namun tidak kehilangan orientasi pada kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pembangunan harus mampu menyeimbangkan efisiensi pasar dengan tanggung jawab sosial.

Dalam paparannya, SBY juga menyoroti pentingnya kolaborasi global untuk menghadapi berbagai tantangan lintas negara, mulai dari ketidakstabilan ekonomi, perubahan iklim, hingga transformasi teknologi. Ia mengingatkan bahwa tidak ada negara yang dapat menyelesaikan persoalan global sendirian, sehingga kerja sama internasional tetap menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas dan pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Rektor Perbanas Institute, Hermanto Siregar, menilai dunia saat ini memasuki era perubahan yang berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan dekade-dekade sebelumnya. Kemajuan digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI) telah mempercepat transformasi ekonomi sekaligus membuat berbagai krisis muncul dengan frekuensi yang lebih tinggi. Karena itu, dunia usaha dan sektor keuangan dituntut memperkuat daya tahan serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan yang berlangsung sangat dinamis.

Menurut Hermanto, ketahanan institusi dan kemampuan berinovasi menjadi faktor kunci bagi organisasi yang ingin bertahan dalam lingkungan global yang penuh ketidakpastian. Tantangan yang dihadapi tidak hanya berasal dari gejolak ekonomi, tetapi juga dari perubahan teknologi, model bisnis, dan dinamika hubungan antarnegara yang terus berkembang.

Melalui forum tersebut, para pembicara sepakat bahwa masa depan Indonesia akan sangat ditentukan oleh kemampuannya membaca perubahan global, memperkuat fondasi ekonomi nasional, serta membangun kolaborasi yang produktif dengan komunitas internasional tanpa mengabaikan kepentingan nasional.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:53 WIB

Pasokan Gas Melonjak 34,72%, PGN LNG Amankan Energi Bersih Indonesia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Konsolidasi Tetapkan Pengurus FORSEPSI Periode 2026–2027

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:26 WIB

PT Pegadaian Salurkan Bantuan Material Bangunan Rp50 Juta untuk Korban Kebakaran di Kramat, Jakarta Pusat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Menjaga Halal, Menumbuhkan Usaha: Mendorong Pentahapan Regulasi Sertifikasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:10 WIB

Ancaman Downgrade MSCI: Pasar Saham Indonesia Diusulkan Jadi Standalone Market

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Ekonom Minta Kebijakan Sertifikasi Halal Ditunda, Soroti Kesiapan Pelaku Usaha dan Risiko Ekonomi

Kamis, 24 September 2026 - 20:40 WIB

Kunci Sukses AKTI: Bertahan di Tengah Badai Vokasi Berkat Sinergi Industri

Sabtu, 19 September 2026 - 17:55 WIB

Muhammad Faris Ulul Azmi: Konsisten Membuka Akses Edukasi Saham Gratis bagi Investor Pemula

Berita Terbaru