Siaranindonesia.com, Jakarta – Kepala Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) IAIA Al Aqidah Al Hasyimiyah Jakarta, Fani Ruusul Masail, menyampaikan pandangannya terkait rekomendasi reformasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri), khususnya dalam aspek penguatan peran Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Dalam pernyataannya, Fani menegaskan bahwa upaya reformasi Polri merupakan langkah penting dan mendesak guna meningkatkan profesionalisme, transparansi, serta akuntabilitas institusi kepolisian di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap penegakan hukum yang berkeadilan.
“Penguatan Kompolnas tidak boleh hanya bersifat simbolik atau administratif, tetapi harus diarahkan pada peningkatan kewenangan yang nyata dan berdampak langsung terhadap fungsi pengawasan Polri,” ujar Fani.
Menurutnya, Kompolnas perlu diberikan ruang yang lebih luas dalam menjalankan fungsi kontrol, termasuk dalam menindaklanjuti laporan masyarakat serta memberikan rekomendasi yang bersifat mengikat terhadap penanganan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri.
Fani juga menekankan rekrutmen Kompolnas harus transparan dan mengakomodir para profesional, akademisi dan tokoh masyrakat. Dengan begitu independensi Kompolnas akan terbebas dari intervensi politik maupun tekanan institusional. “Tanpa independensi yang kuat, penguatan Kompolnas hanya akan menjadi formalitas dan tidak mampu menjawab krisis kepercayaan publik,” tambahnya.
Selain itu, LKBH IAIA Al Aqidah Al Hasyimiyah Jakarta memandang bahwa reformasi Polri harus berorientasi pada perlindungan hak asasi manusia. Dalam hal ini, Kompolnas diharapkan mampu menjadi jembatan antara masyarakat dan institusi kepolisian dalam memastikan setiap aduan ditangani secara transparan dan adil.
Fani juga mendorong pemerintah dan DPR untuk mempertimbangkan revisi regulasi yang mengatur kewenangan Kompolnas, sehingga penguatan yang dilakukan memiliki landasan hukum yang jelas dan implementatif.
“Reformasi Polri adalah kebutuhan bersama. Oleh karena itu, semua pihak harus berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap langkah perbaikan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tutupnya
























