BPOM dan GPFI Sinergi Kendalikan Harga Obat di Tengah Tekanan Geopolitik Global

- Editor

Selasa, 14 April 2026 - 08:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SiaranIndonesia.com- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) bergerak memperkuat koordinasi guna menjaga harga obat tetap terkendali dan pasokan tetap terjaga. Koordinasi tersebut sebagai respons atas gejolak global Timur Tengah yang berdampak pada rantai pasukan logistik dan bahan obat-obatan.

Kepala BPOM, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., menegaskan bahwa tekanan global tidak boleh mengganggu akses masyarakat terhadap obat yang aman dan terjangkau. Negara, kata dia, harus hadir melalui penguatan regulasi dan pengawasan yang efektif.
“Geopolitik global memang memberi tekanan pada rantai pasok bahan baku obat. Namun, negara tidak boleh absen. BPOM memastikan pengawasan tetap berjalan dengan baik, sekaligus mendorong ketersediaan obat dengan harga yang wajar bagi masyarakat,” ujar Taruna dalam audiensi bersama perwakilan GPFI, Senin (13/4/2026).

Prof Taruna mengungkapkan, penguatan pengawasan tidak hanya difokuskan pada produk akhir, tetapi juga mencakup hulu produksi, termasuk bahan baku farmasi. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga mutu sekaligus menekan potensi kenaikan harga akibat gangguan distribusi global.

Perwakilan GPFI dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa stabilitas harga obat sangat dipengaruhi oleh kelancaran pasokan bahan baku. Ketergantungan pada impor dari sejumlah negara produsen utama membuat industri dalam negeri rentan terhadap fluktuasi harga dan hambatan logistik internasional.

Meski demikian, industri farmasi nasional berkomitmen menjaga keberlanjutan produksi agar distribusi obat tidak terganggu. Kolaborasi dengan regulator menjadi kunci untuk memastikan keseimbangan antara kepentingan industri dan perlindungan masyarakat.

Saat ini, ujar Prof Taruna tantangan yang lebih mendasar adalah ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku obat impor. Kondisi ini membuat sistem kesehatan nasional rentan terhadap gejolak global, mulai dari konflik geopolitik hingga kebijakan perdagangan antarnegara.

Taruna menekankan momentum ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat upaya kemandirian farmasi nasional. Penguatan industri bahan baku dalam negeri menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan tersebut.

GPFI menyatakan dukungannya terhadap arah kebijakan tersebut. Industri siap memperkuat ekosistem farmasi nasional dari hulu hingga hilir agar lebih tangguh menghadapi tekanan global.
Pada akhirnya, seluruh upaya ini bermuara pada satu tujuan, yakni memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap obat yang aman, bermutu, dan terjangkau.
BPOM menegaskan akan terus memperkuat komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat, sekaligus memastikan distribusi obat berjalan sesuai ketentuan.

Audiensi antara BPOM dan GPFI ini menjadi penegasan bahwa di tengah tekanan global, negara dan industri memilih untuk berjalan bersama—menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan, dan melindungi kepentingan publik.
(*)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah
Mahasiswa Semester 5 Prodi Manajemen UNIMUGO Laksanakan Field Trip ke Bursa Efek Indonesia di Jakarta

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:02 WIB

Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok

Rabu, 4 November 2026 - 19:47 WIB

Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap

Rabu, 4 November 2026 - 18:15 WIB

Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi

Selasa, 3 November 2026 - 15:10 WIB

Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional

Selasa, 3 November 2026 - 09:29 WIB

Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan

Minggu, 1 November 2026 - 17:32 WIB

PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Mahasiswa Semester 5 Prodi Manajemen UNIMUGO Laksanakan Field Trip ke Bursa Efek Indonesia di Jakarta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:34 WIB

PT AMBPI Perkuat Kedekatan dengan Pelanggan melalui AMazing Build Fest #2 di MARGOCITY

Berita Terbaru