Jakarta, Siaran Indonesia – Politisi senior Partai Golkar Ridwan Hisjam menilai anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bukan sekadar gejolak sesaat pasar modal, melainkan peringatan serius terhadap arah pembangunan ekonomi nasional yang dinilai belum sepenuhnya memberi kepastian jangka panjang.
Menurut Ridwan, pasar modal membutuhkan fondasi ekonomi riil yang kuat. Di titik inilah, kata dia, hilirisasi ekonomi seharusnya menjadi jangkar utama, bukan sekadar jargon kebijakan.
Ridwan Hisjam dalam Pusaran Politik Nasional
“IHSG itu cermin kepercayaan. Kalau kepercayaan goyah, artinya pasar belum melihat hilirisasi berjalan konsisten dan berkelanjutan,” ujar Ridwan Hisjam dalam keterangannya, Selasa 3 Januari 2026.
Anggota DPR RI lima periode itu menilai, selama ini hilirisasi kerap dipahami sebatas pembangunan smelter atau pembatasan ekspor bahan mentah.
Padahal, bagi investor, yang jauh lebih penting adalah kepastian ekosistem industri dari hulu ke hilir, termasuk regulasi, insentif, dan kesinambungan pasar.
Ridwan Hisjam: Jika Golkar Menyimpang, Kosgoro Wajib Mengoreksi
“Investor bertanya sederhana: apakah hilirisasi ini roadmap jangka panjang atau kebijakan yang bisa berubah karena tekanan politik dan global?” katanya.
Ridwan menegaskan, anjloknya IHSG harus menjadi momentum evaluasi. Bila hilirisasi dijalankan setengah hati—tanpa penguatan industri turunan, pembiayaan, dan pasar domestik—maka pasar modal akan terus rentan terhadap sentimen negatif.
Ia juga mengingatkan bahwa hilirisasi yang kuat justru bisa menjadi penopang IHSG di tengah ketidakpastian global. Sektor-sektor berbasis nilai tambah, seperti mineral olahan, energi terbarukan, dan industri manufaktur lanjutan, dapat menjadi magnet investasi jangka panjang.
Ridwan Hisjam Dorong Kosgoro 1957 Bangun 1000 Koperasi Seluruh Indonesia
“Kalau hilirisasi serius, pasar modal ikut kuat. Tapi kalau hilirisasi hanya slogan, pasar akan terus gelisah,” ujar kader senior Golkar itu.
Ridwan pun mendorong pemerintah dan otoritas pasar keuangan untuk menyelaraskan kebijakan hilirisasi dengan strategi pendalaman pasar modal nasional, agar IHSG tidak hanya bergantung pada arus modal jangka pendek, tetapi ditopang oleh kekuatan ekonomi domestik yang berkelanjutan. (Bar)
























