Ridwan Hisjam dalam Pusaran Politik Nasional

- Editor

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Siaran Indonesia – Nama Ridwan Hisjam bukan figur baru dalam panggung politik nasional. Lebih dari tiga dekade, politisi senior Partai Golkar itu konsisten berada di jalur kekuasaan sekaligus pergulatan ide-ide kebangsaan. Lima periode duduk di Senayan membuatnya menjadi saksi hidup dinamika politik Indonesia—dari era Orde Baru, reformasi, hingga konfigurasi politik pasca-pemilu langsung.

Ridwan Hisjam dikenal sebagai kader Golkar yang tidak sekadar hadir sebagai pengisi kursi parlemen. Dalam banyak momentum krusial, ia kerap tampil dengan pandangan yang lugas, bahkan kritis terhadap arah partainya sendiri. Baginya, Golkar bukan sekadar kendaraan politik, melainkan institusi historis yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas dan arah pembangunan nasional.

Dalam pusaran politik nasional yang kian pragmatis, Ridwan Hisjam tetap mempertahankan gaya politik lama yang kini mulai langka: kesetiaan pada ide, pengalaman lapangan, dan keberanian menyuarakan kritik dari dalam. Ia berulang kali mengingatkan bahwa partai besar seperti Golkar tidak boleh terjebak dalam politik jangka pendek, apalagi sekadar menjadi pelengkap kekuasaan.

Sikap itu terlihat dari konsistensinya berbicara soal regenerasi kepemimpinan, penguatan organisasi, hingga pentingnya kerja politik yang terstruktur dan menyentuh akar rumput. Ridwan menilai, kemenangan elektoral hanya akan bermakna jika dibarengi dengan kehadiran nyata partai di tengah rakyat—bukan sekadar baliho dan manuver elite.

Di tingkat nasional, Ridwan Hisjam juga kerap mengambil posisi sebagai penjaga keseimbangan. Ia tidak segan mendukung kebijakan pemerintah yang dinilainya pro-rakyat, namun tetap kritis ketika arah kebijakan dianggap menjauh dari semangat keadilan sosial dan kemandirian bangsa.

Dalam isu ekonomi politik, misalnya, ia konsisten mendorong penguatan industri nasional dan hilirisasi sebagai jalan keluar dari ketergantungan struktural.

Kini, di tengah kontestasi politik yang semakin terbuka dan cair, Ridwan Hisjam berada dalam pusaran yang berbeda. Ia bukan lagi politisi yang mengejar jabatan, melainkan figur senior yang memainkan peran sebagai pengingat sejarah, penjaga marwah partai, sekaligus penyambung antara generasi lama dan baru.

Dalam politik nasional yang sering bergerak cepat dan mudah lupa, keberadaan sosok seperti Ridwan Hisjam menjadi penting. Ia adalah representasi kontinuitas—bahwa politik bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi tentang konsistensi, keberanian bersikap, dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Ridwan Hisjam: Jika Golkar Menyimpang, Kosgoro Wajib Mengoreksi
Ridwan Hisjam Dorong Kosgoro 1957 Bangun 1000 Koperasi Seluruh Indonesia
Ridwan Hisjam: Kosgoro Harus Berani Desak Golkar Jadi Pemenang Pemilu 2029
SMK Meilia Medika Adakan Kunjungan Industri ke Bandung Tahun 2026 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel
Eko Sulistio dan Jalan Panjang Pengabdian untuk Pengungsi dan Korban Bencana
Ridwan Hisjam: Satu Abad NU Menjaga Indonesia Tetap Utuh
Dosen Jamiat Kheir kembali ber PKM : Sinergi Pendidik di Era Digital, Upaya Menanamkan Karakter Profetik pada Anak melalui Keteladanan dan Teknologi
Ridwan Hisjam, Kader Senior Golkar Aktif Bicara Masa Depan Partai

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 14:29 WIB

Pemimpin Daerah adalah Penjaga Harapan Rakyat

Selasa, 27 Januari 2026 - 11:53 WIB

Rasio Pajak, Utang, Proyek Industrialisasi, dan Demokrasi Kita

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:09 WIB

Paradoks Demokrasi Elektoral dan Stagnasi Produktivitas

Senin, 19 Januari 2026 - 05:43 WIB

Koalisi Permanen, Stabilitas Politik, dan Tantangan Pertumbuhan 8 Persen

Senin, 12 Januari 2026 - 14:27 WIB

Ekonomi Pesantren sebagai Proyek Strategis Nasional

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:06 WIB

Era Kesadaran Baru: Ketika Bangsa Indonesia Beranjak Dewasa

Kamis, 8 Januari 2026 - 19:38 WIB

Ekonomi Butuh Disiplin Politik: Mengapa Penyederhanaan Pilkada Relevan bagi Industrialisasi Indonesia

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:43 WIB

Ngalap Barokah KH. Abu Dardiri: “Ulama Dermawan, Penulis Kitab Pessalatan Asal Kebumen”

Berita Terbaru

Nasional

Ridwan Hisjam dalam Pusaran Politik Nasional

Selasa, 3 Feb 2026 - 12:59 WIB

Opini

Pemimpin Daerah adalah Penjaga Harapan Rakyat

Senin, 2 Feb 2026 - 14:29 WIB