Bogor, Siaran Indonesia – Politisi senior Partai Golkar Ridwan Hisjam menghadiri acara silaturahmi Senior Kosgoro 1957 di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Sabtu, 31 Januari 2026.
Dalam forum yang dihadiri para sesepuh organisasi itu, Ridwan menegaskan kembali posisi historis Kosgoro sebagai salah satu pilar utama lahirnya Partai Golkar.
Ridwan, yang pernah menjabat Ketua Kosgoro 1957 pada 2004, mengingatkan bahwa Kosgoro bukan sekadar organisasi pendukung, melainkan bagian dari fondasi awal kekuatan politik Golkar.
Ia menekankan sejarah berdirinya Kosgoro sebagai organisasi tertua sayap Golkar yang lebih dulu melahirkan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar), sebelum kemudian bertransformasi menjadi Partai Golkar.
“Kosgoro 1957 adalah organisasi tua. Dari Kosgoro inilah lahir Sekber Golkar, dan dari Sekber Golkar kemudian berdiri Partai Golkar. Sejarah ini tidak boleh dilupakan,” kata Ridwan di hadapan para senior.
Ridwan menyampaikan pesan pendiri Kosgoro 1957, Mas Isman, yang menurutnya masih relevan hingga kini. Sebagai organisasi pendiri Golkar, Kosgoro memiliki kewajiban politik untuk mendukung kebijakan Partai Golkar.
“Mas Isman pernah berpesan kepada saya, karena Kosgoro adalah pendiri Golkar, maka Kosgoro harus mendukung kebijakan politik Golkar,” ujar Ridwan.
Namun, Ridwan menegaskan bahwa dukungan tersebut harus berpijak pada kepentingan rakyat. Ia menolak anggapan bahwa kedekatan historis membuat Kosgoro kehilangan daya kritis terhadap partai yang dilahirkannya.
“Kalau Golkar menyimpang, tidak membela kepentingan rakyat dan suara rakyat, maka Kosgoro justru wajib mengingatkan, bahkan mengoreksi kepengurusan Partai Golkar,” tegasnya.
Menurut Ridwan, keberanian mengoreksi merupakan bentuk kesetiaan ideologis Kosgoro terhadap nilai-nilai perjuangan awalnya, bukan sikap pembangkangan.
Ia menilai Kosgoro harus tetap menjadi kekuatan moral yang menjaga Golkar agar tidak tercerabut dari akar kerakyatannya.
Silaturahmi Senior Kosgoro 1957 itu menjadi ruang refleksi sejarah dan konsolidasi gagasan, di tengah dinamika politik nasional yang terus berubah.
Ridwan berharap Kosgoro tetap memainkan peran strategis sebagai penjaga ingatan sejarah sekaligus suara kritis di tubuh Partai Golkar.






















