Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Bangun Ekosistem Transaksi Cashless dan Digitalisasi Program Pesantren

- Editor

Rabu, 29 April 2026 - 09:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranIndonesia.com-Dunia pesantren di Indonesia kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, tradisi dan nilai salaf harus dijaga ketat; namun di sisi lain, manajemen operasional pesantren menuntut modernisasi agar tetap relevan dan efisien.

Di tengah gelombang perubahan ini, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok muncul sebagai studi kasus menarik tentang keberanian meninggalkan sistem manual demi ekosistem digital yang terintegrasi.

Langkah ini bukan sekadar ikut-ikutan tren teknologi. Ini adalah respons strategis atas tantangan operasional “berdarah” yang selama 9 tahun terakhir menghantui bendahara dan pengasuh pesantren: hilangnya uang tunai santri dan kebocoran ekonomi pondok.

Uang Tunai Adalah Masalah Utama di Keuangan Pesantren, maka Sebelum melakukan transformasi digital, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago menghadapi masalah klasik yang sebenarnya dialami oleh hampir 90% pesantren di Indonesia yang masih berbasis tunai. dua “penyakit” utama yang sering terjadi:

1. Masalah Keamanan & Beban Psikologis (The Lost Cash Issue)

Di lingkungan asrama yang padat, uang tunai adalah aset yang paling sulit diamankan. Santri yang notabene masih anak-anak atau remaja seringkali ceroboh. Uang terjatuh saat bermain, lupa menaruh dompet, atau bahkan insiden pencurian, adalah makanan sehari-hari.

Dampaknya bukan hanya kerugian materi bagi wali santri, tetapi juga beban psikologis bagi pengelola. Pengasuh habis waktu untuk mengurus laporan kehilangan, melakukan investigasi, dan menenangkan santri yang menangis. Energi yang seharusnya untuk pendidikan, habis untuk urusan dompet hilang. Untuk itu perlu suatu sistem atau aplikasi yang dapat menggantikan uang tunai menjadi uang elektronik.

2. Kebocoran Finansial (Economic Leakage)

Ini adalah masalah yang sering tidak disadari oleh Pimpinan Pondok. Ketika santri memegang uang tunai, mereka memiliki kebebasan penuh untuk membelanjakannya di mana saja termasuk di warung sekitar pondok.

Akibatnya, perputaran uang (velocity of money) tidak terjadi di dalam ekosistem pesantren. Unit usaha milik pondok (Koperasi/Kantin) sepi, sementara uang kiriman orang tua mengalir ke pihak luar. Tanpa sistem manajemen keuangan pesantren yang terintegrasi, potensi kemandirian ekonomi pesantren menjadi sulit dicapai.

Maka, Keputusan beralih ke sistem CARDS didasarkan pada kebutuhan akan efisiensi operasional. Sistem ini menawarkan solusi Closed Loop yang aman, di mana transaksi hanya dapat dilakukan di lingkungan pesantren menggunakan kartu santri digital.

Pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Dr Awaluddin Faj, M.Pd menyampaikan bahwa Sistem ini dipilih karena mampu menyederhanakan proses transaksi dan menyediakan data keuangan yang tercatat secara otomatis,”

Bukan hanya cashless, tapi absensi masuk kelas, progres pendidikan dan hafalan, sanksi disiplin dan pantauan orang tua murid terhadap keuangan anak yang terpakai, sehingga ini bisa menjadi transparansi dan minimalisir kehilangan, ujar Ustadz Awaluddin Faj.

Semoga ikhtiar ini menjadi kemajuan dan kebaikan bagi seluruhnya, dan dapat mengurangi hal yang tidak diinginkan baik itu dari segi keamanan maupun penggunaan.

Informasi program Penerimaan Santri dan Santriwati Baru Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, bisa hubungi
+62 896-2002-0062

Komentar Facebook

Berita Terkait

SMP Sumbangsih Pasar Minggu Jakarta Selatan Gelar Karya Wisata ke Cirebon Tahun 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel
Puspoll Indonesia: Kehadiran Langsung Presiden Prabowo di DPR Kirim Sinyal Optimisme dan Kepastian Arah Negara
Refleksi Harkitnas: Pendidikan Harus Melahirkan Pemimpin Berintegritas dan Berpihak kepada Rakyat
Di Serbu Warga, Bazar Baju Gratis RT 2 Panggulan Memeriahkan HUT Kota Depok ke 27 tahun 2026
SMP Budhi Warman Goes To Yogyakarta Tahun 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel
GASS D1, Salah Satu Relawan Pendukung Wali Kota Depok Terpilih Supian Suri Gelar Family Gathering dan Tasyakuran Berdirinya Yayasan Baru
Launching FEBI dan Prodi MBS IAI Jamiat Kheir Jakarta Berlangsung Meriah, Bukti Kontribusi Nyata untuk Pendidikan dan Masyarakat
Drama Contest Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago : Sarana Berlatih Bahasa dan Seni Peran Santri & Santriwati

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:01 WIB

Kepala BPOM Taruna Ikrar Tegaskan Aturan Baru Menyoal Keamanan dan Pengawasan Obat, Bukan regulasi SDM Apoteker di Ritel Modern

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:59 WIB

MN KAHMI Minta Program Tambang Rakyat Harus Pertimbangkan Aspek Lingkungan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:57 WIB

Puspoll Indonesia: Kehadiran Langsung Presiden Prabowo di DPR Kirim Sinyal Optimisme dan Kepastian Arah Negara

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:36 WIB

Refleksi Harkitnas: Pendidikan Harus Melahirkan Pemimpin Berintegritas dan Berpihak kepada Rakyat

Senin, 18 Mei 2026 - 08:10 WIB

GASS D1, Salah Satu Relawan Pendukung Wali Kota Depok Terpilih Supian Suri Gelar Family Gathering dan Tasyakuran Berdirinya Yayasan Baru

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:06 WIB

Podcast “Suara Demokrasi” Resmi Diluncurkan: Bahas Isu Demokrasi Hingga Tren Viral

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:01 WIB

BLBI Rp 211 Triliun Belum Tuntas, Rio Setiawan LSM LIRA Kediri: Negara Harus Menang Melawan Pengemplang Uang Rakyat

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:59 WIB

BPOM dan WHO Perbarui Kerja Sama 2026—2027, Ada Hibah Rp17 Miliar

Berita Terbaru