FGMI Gelar Aksi Agar Mantan Dirjen Perkeretaapian Prasetyo Boedi Tjahjono Segera Ditangkap Dan Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Senilai 1,1 Triliun

- Editor

Jumat, 16 Agustus 2024 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Forum Generasi Milenial Indonesia (DPP FGMI menyambangi kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI di Jalan Medan Merdeka Barat No 8 Jakarta Pusat pada Jum’at (16/8/2024)

Mereka melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung kementerian tersebut terkait adanya dugaan kuat keterlibatan mantan Direktur Jenderal Perkeretaapian Prasetyo Boedi Tjahjono pada kasus korupsi proyek pembangunan jalur kereta api besitang-langsa.

Kasus tersebut kini sedang di usut Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Bertindak selaku orator Zul Nasution, dalam orasinya Ia menyatakan aksi ini upaya untuk mendorong Kejagung RI untuk segera memanggil dan memeriksa Prastyo Boedi Tjahjono yang sekarang menjabat sebagai Staff Ahli Bidang Teknologi, Lingkungan dan Energi Kementerian Perhubungan.

“Panggil dan Periksa Prastyo Boedi Tjahjono Mantan Dirjen Perkeretaapian selaku pihak yang diduga kuat terlibat dalam korupsi proyek pembangunan jalur kereta api besitang-langsa yang mengakibatkan kerugian Negara sampai 1,1 Triliun” tegas Zul.

“Telah kita ketahui bersama mantan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Wilayah Sumatera Bagian Utara, Nur Setiawan Sidik (NSS), didakwa merugikan keuangan negara Rp 1,1 triliun. Jaksa menyebut NSS melakukan korupsi dalam proyek pembangunan jalur kereta api (KA) Besitang-Langsa”. sambungnya.

Akan tetapi dakwaan tersebut dibantah oleh terdakwa NSS, ia mengeklaim hanya melaksanakan perintah jabatan dari atasan dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Jalur Kereta Besitang- Langsa di Balai Teknik Perkeretaapian Medan atau Wilayah Sumatera Bagian Utara tahun 2017-2023.

Kuasa hukum NSS, Ranop Siregar, menjelaskan, perintah dimaksud, yakni berasal dari mantan dirjen perkeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono.

Hal itu untuk melengkapi perubahan usulan kegiatan pembangunan Jalur Kereta Besitang-Langsa yang akan dibiayai oleh Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun anggaran 2017. “Terdakwa semata- mata hanya melaksanakan perintah jabatannya sebagai bawahan,” ucap Ranop dalam sidang pembacaan nota keberatan (eksepsi) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (24/7/2024)

Masih dengan Zul, ia mengatakan “Dewan Pimpinan Pusat Forum Generasi Milineal Indonesia (DPP-FGMI) melihat petunjuk kasus ini sudah sangat terang dan sudah adanya petunjuk hukum untuk pengembangan kasus, sehingga Kejagung RI kiranya dapat segera memeriksa dan menetapkan Prasetyo Boeditjahjono sebagai tersangka”

Sebelum membubarkan aksi mereka menegaskan akan menyambangi Kejagung RI untuk menyampaikan laporan resminya dan menutup aksi dengan membacakan tuntutan sebagaimana berikut:

1. TANGKAP PRASETYO BOEDITJAHJONO MANTAN DIREKTUR JENDERAL PERKERETAAPIAN SELAKU PIHAK YANG DIDUGA PALING BERTANGGUNG JAWAB ATAS SKANDAL MEGA KORUPSI PROYEK JALUR KERETA API BESITANG LANGKAT SUMATERA UTARA HINGGA LANGSA ACEH;

2. MEMINTA KEJAKSAAN AGUNG (KEJAGUNG) RI MELAKUKAN PENELUSURAN ALIRAN DANA YANG DIDUGA MENGALIR KEPADA PBT SEBAGAI OTAK PELAKU YANG MEMERINTAHKAN TERDAKWA MANTAN KEPALA BALAI TEKNIK PERKERETAAPIAN (BTP) WILAYAH SUMATERA BAGIAN UTARA, NUR SETIAWAN SIDIK (NSS) MENGUSULKAN PROYEK JALUR KERETA API BESITANG LANGSA MESKIPUN TELAH DITOLAK KARENA BELUM MEMENUHI SYARAT;

3. SEGERA LAKUKAN PROSES HUKUM TERHADAP SAUDARA PBT DIDUGA AKTOR UTAMA MERENCANAKAN KORUPSI SEJAK DARI TAHAP PERENCANAAN, PROSES KONTRAK DAN PELAKSANAAN DENGAN INDIKASI MENYIAPKAN SEJUMLAH PERUSAHAAN UNTUK MELAKSANAKAN PAKET PENGERJAAN PROYEK JALUR KERETA API BESITANG LANGSA YANG TELAH MERUGIKAN KEUANGAN NEGARA KURANG LEBIH SENILAI RP. 1.1 TRILUIN.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:37 WIB

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:07 WIB

Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terbaru