KH. Zulfa Mustofa: Pentingnya Pembinaan Masjid Perkotaan Untuk Memenangkan Dakwah Perkotaan

- Editor

Sabtu, 6 Juli 2024 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Depok – Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Zulfa Mustofa menyampaikan pentingnya pembinaan masjid perkotaan, khususnya pembinaan dakwah terhadap masyarakat perkotaan. Hal ini beliau sampaikan saat membuka Forum Group Discussion (FGD) Pembinaan Masjid Perkotaan yang dilakukan oleh Lembaga Dakwah PBNU (LD-PBNU) yang bekerjasama dengan Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Acara digelar di Depok, Jumat – Minggu (5-7 Juli 2024.

Menurutnya, LD-PBNU mempunyai peranan penting dalam menyebarkan ajaran dan pemahaman Islam yang moderat di perkotaan dengan cara dakwah.

KH. Zulfa menyebut, pentingnya dakwah di perkotaan pernah disampaikan oleh Imam Malik kepada muridnya yaitu Imam Syafi’i yang saat itu, Imam Syafi’i yang ingin tinggal di desa dilarang oleh Imam Malik dan menyuruhnya untuk tinggal di kota.

“kata Imam Malik, jangan engkau tinggal di desa, maka niscaya kebaikan akan hilang,” ujarnya.

Berkaitan dengan itu, KH. Zulfa menyampaikan kenapa NU butuh orang seperti KH. Ulil Abshar Abdalla.

“Kiyai Ulil Abshar Abdalla putra guru saya, Kaka kelas saya di pondok dulu. Beliau orang yang sangat tawadhu. Dulu banyak orang yang mempertanyakan kenapa Gus Ulil orang yang alim semacam itu tinggal di kota padahal ayahnya punya pesantren. Memiliki beberapa kitab karangan yang salah satu kitab karangannya kemudian saya ambil menjadi nama anak saya,” ujarnya.

Ternyata, lanjut KH. Zulfa, pilihan Gus Ulil tinggal di kota itu mirip seperti pilihan Imam Syafi’i yang kemudian tidak tinggal di desa tapi di perkotaan karena di perkotaan tantangannya lebih luar biasa dan kemudian dinamikanya juga luar biasa.

KH. Zulfa juga menyinggung bahwa NU secara umum saat ini memiliki basis yang banyak di desa-desa. Kondisi di desa ketaatan umat kepada kiyai sangat luar biasa. TIdak BISA dimungkiri, mereka sangat taat terhadap kiyai, apa yang kiyai suruh pasti dilakukan.

“Kita tahu bahwa memang di kota itu beda dengan di desa. Karakter masyarakatnya dan juga SDM. Di kota, arus informasi dan juga banyak orang-orang alim yang datang kesana, maka informasi kepada masyarakat menjadi sangat beragam,” ujarnya.

“Dan kita tahu masyarakat perkotaan itu nyaris, terutama yang muda-muda atau juga orang-orang yang ada di birokrasi, dia kalau di tanya sebernya anda itu Islamnya NU atau Muhammadiyah atau Persis atau yang lain. Mereka menjawab saya tidak tau saya ini NU atau Muhammadiyah atau Persis atau yang lain. Dia Islam Islam saja,” terangnya.

Menurutnya, ketika masyarakat perkotaan seperti ini kemudian secara materi lama-lama meningkat, ada yang menjadi manajer, ada yang menjadi pimpinan, baik di pemerintahan, BUMN bahkan swasta, disinilah titik yang sangat krusial terjadi.

“Kalau orang-orang potensial ini tidak kita dekati oleh dai-dai kita, oleh lembaga-lembaga yang memiliki paham moderat baik itu LTMNU, LDNU dan lain sebagainya maka sebenarnya kita akan kalah dalam pertarungan dakwah perkotaan,” sambungnya.

Beliau pun mengingatkan dan mengajak kepada seluruh kader NU, untuk berdakwah di lembaga-lembaga resmi pemerintah.

“Kita dari NU atau dari Muhammadiyah yang saya pikir sepaham dengan kita, jika tidak melakukan, tidak aktif maka kita akan ketinggalan,” tegasnya.

Jika tidak dilakukan, maka menurut KH. Zukfa, yang terjadi setiap tahun kita hanya akan mendengar di sebuah masjid ada acara Maulid Nabi maka kemudian tidak ada lagi. Begitu juga dengan para penceramahnya maka sudah berganti dari pihak lain.

“Saya berharap acara yang diadakan oleh LDNU dan Kementerian Agama, dapat dilakukan sinergi dengan LTMNU. Selanjutnya, yang perlu dilakukan dan diminta Gus Yahya selaku Ketua Umum, terutama adalah upgrade, upgrading seluruh pengurus CTNU, pengurus LTM NU, serta tenaga fungsional pendukung, marbot harus di upgrade, imam masjid harus di upgrade, khotib harus di upgrade termasuk takmir masjid. Harapannya dari FGD ini, ada roadmap yang jelas, masukan-masukan yang jelas kemudian bisa kita kerjakan,”pungkasnya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:37 WIB

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:07 WIB

Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terbaru