BPOM Siapkan Indonesia Jadi Hub Terapi Stem Cell Asia Pasifik, Perkuat Regulasi dan Ekosistem Inovasi

- Editor

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SiaranIndonesia.com– Indonesia berpeluang besar menjadi salah satu pusat pengembangan advanced therapy medicinal products (ATMP) dan terapi regeneratif di kawasan Asia Pasifik. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan penguatan ekosistem yang mencakup riset, regulasi, industri, hingga kolaborasi internasional.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi kesehatan, tetapi harus mampu menjadi negara yang menciptakan inovasi terapi regeneratif yang aman, bermutu, dan mudah diakses masyarakat.

“Kita harus menjadi bagian dari negara yang menciptakan inovasi terapi regeneratif yang aman, bermutu, dan dapat diakses masyarakat,” ujar Taruna saat menyampaikan pidato kunci dalam The 1st Asia Pacific Regenerative Medicine Congress (APREMIC) 2026 di Jakarta, Jumat (3/7).

APREMIC 2026 merupakan forum ilmiah yang mempertemukan para klinisi, peneliti, regulator, dan pelaku industri untuk membahas masa depan pengobatan regeneratif di kawasan Asia Pasifik. Tahun ini, kongres mengangkat tema “Update in Clinical Application and Therapy of Regenerative Medicine”.

Dalam pidatonya bertajuk “Scaling Stem Cell Therapies from Laboratory Discovery to GMP and Clinical Application”, Taruna menjelaskan bahwa dunia tengah memasuki era pertumbuhan pesat terapi berbasis sel, terapi gen, dan terapi berbasis RNA. Saat ini terdapat 4.164 produk terapi yang sedang dikembangkan secara global, sementara 148 produk telah memperoleh persetujuan di berbagai negara.

Nilai pasar industri ATMP juga diproyeksikan meningkat lebih dari dua kali lipat, dari USD41,46 miliar pada 2026 menjadi USD86,76 miliar pada 2031.
“Perkembangan ini menunjukkan bahwa pengobatan regeneratif merupakan masa depan pelayanan kesehatan. Indonesia harus siap menjadi bagian dari perkembangan tersebut melalui sistem regulasi yang adaptif sekaligus tetap menjamin keselamatan pasien,” tegasnya.

Sementara itu, Executive Board of American Board of Regenerative Medicine (ABRM), Chris Paulus, menilai keberhasilan pengembangan terapi regeneratif tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh kemampuan membangun ekosistem inovasi yang terintegrasi.

Menurutnya, terdapat enam fondasi utama yang harus diperkuat, yakni pendidikan dan pelatihan, standar dan sertifikasi, pusat unggulan, riset dan translasi klinis, kolaborasi global, serta pengembangan industri bioteknologi.
“Kita membutuhkan tenaga kerja yang terdidik. Tanpa SDM yang kompeten, produk bioteknologi tidak akan dapat dimanfaatkan secara aman dan efektif,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Taruna juga memaparkan strategi BPOM mempercepat hilirisasi terapi stem cell dari laboratorium menuju layanan klinis melalui penerapan Good Manufacturing Practice (GMP). Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya menghasilkan inovasi, tetapi memastikan setiap produk memiliki bukti keamanan, khasiat, dan mutu yang kuat.

Untuk itu, BPOM terus memperkuat kerangka regulasi sesuai standar internasional. Salah satunya melalui Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Penilaian Produk Terapi Advanced yang menjadi dasar evaluasi terapi berbasis sel sebelum memperoleh izin edar.

Hingga kini, Indonesia telah memiliki lima fasilitas pengolahan stem cell bersertifikat GMP yang mengembangkan produk obat baru. Selain itu, BPOM telah memberikan pendampingan regulatori kepada 43 fasilitas stem cell di berbagai daerah guna mempercepat pengembangan inovasi nasional.

BPOM juga mengembangkan kolaborasi Academia-Business-Government (ABG) untuk mempercepat hilirisasi hasil riset. Saat ini, BPOM telah bekerja sama dengan 186 perguruan tinggi serta didukung 270 fasilitas farmasi bersertifikat GMP dalam memperkuat ekosistem inovasi kesehatan nasional.
Selain memperkuat regulasi, BPOM membuka peluang investasi dan kerja sama internasional dalam pengembangan terapi regeneratif. Industri farmasi dan laboratorium pengolahan sel didorong menjadi pemegang izin edar serta memperoleh pendampingan menuju sertifikasi GMP sehingga terapi inovatif dapat lebih cepat diakses masyarakat.

Menutup paparannya, Taruna menyampaikan tiga pesan utama bagi pengembangan terapi regeneratif di Indonesia. Pertama, penemuan ilmiah menciptakan harapan, tetapi standar GMP menjamin produk diproduksi secara konsisten. Kedua, bukti klinis dan farmakovigilans menjadi fondasi kepercayaan publik terhadap terapi inovatif. Ketiga, masa depan pengobatan regeneratif bergantung pada kemampuan mengubah hasil riset menjadi produk yang aman, berkualitas, dan dapat diakses masyarakat.
“Setiap izin yang terbit adalah langkah untuk melindungi kehidupan manusia. Karena itu, pengawasan berbasis sains harus berjalan seiring dengan inovasi. Kolaborasi antara akademisi, industri, dan regulator merupakan kunci membangun ekosistem terapi regeneratif Indonesia yang kompetitif di tingkat global,” pungkas Taruna.
(*)

Komentar Facebook

Berita Terkait

RUPS PLN EG: Komut Saiful Chaniago Dorong Manajemen Tingkatkan Kinerja 
ASPHURINDO Soroti Usulan Kenaikan Setoran Awal Haji, Minta BPKH Dikembalikan ke Kementerian Haji
Kepercayaan Publik terhadap Polri Naik 82,4 Persen, Puspoll Indonesia: Momentum Perkuat Reformasi Pelayanan dan Presisi
Puspoll Indoensia: Putusan MK sejalan dengan aspirasi publik; Pemerintah, DPR, dan Penyelenggara Pemilu perlu memusatkan perhatian pada perbaikan kualitas pelaksanaan pilkada
Puspoll Indonesia: Prabowo Perlu Perluas Program CKG, Sekolah Rakyat, dan Perumahan Rakyat
Dr Awaluddin Faj, M.Pd Ikuti Orientasi Calon Pengurus dan Anggota Baru HIPMI Depok Tahun 2026
Kepercayaan Publik Mulai Tergerus, Saatnya Pemerintahan Prabowo -Gibran Mengutamakan Hasil Nyata
Puspoll: Mayoritas Publik Puas terhadap Kinerja Pemerintahan Prabowo, Ekonomi Jadi Sorotan

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:01 WIB

BPOM Siapkan Indonesia Jadi Hub Terapi Stem Cell Asia Pasifik, Perkuat Regulasi dan Ekosistem Inovasi

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:47 WIB

RUPS PLN EG: Komut Saiful Chaniago Dorong Manajemen Tingkatkan Kinerja 

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:38 WIB

ASPHURINDO Soroti Usulan Kenaikan Setoran Awal Haji, Minta BPKH Dikembalikan ke Kementerian Haji

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:13 WIB

Puspoll Indoensia: Putusan MK sejalan dengan aspirasi publik; Pemerintah, DPR, dan Penyelenggara Pemilu perlu memusatkan perhatian pada perbaikan kualitas pelaksanaan pilkada

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:00 WIB

Puspoll Indonesia: Prabowo Perlu Perluas Program CKG, Sekolah Rakyat, dan Perumahan Rakyat

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:42 WIB

Dr Awaluddin Faj, M.Pd Ikuti Orientasi Calon Pengurus dan Anggota Baru HIPMI Depok Tahun 2026

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:23 WIB

Kepercayaan Publik Mulai Tergerus, Saatnya Pemerintahan Prabowo -Gibran Mengutamakan Hasil Nyata

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:51 WIB

Puspoll: Mayoritas Publik Puas terhadap Kinerja Pemerintahan Prabowo, Ekonomi Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Opini

Kuota Perempuan Bukan Sekedar Angka

Rabu, 1 Jul 2026 - 21:41 WIB