Puspoll Indoensia: Putusan MK sejalan dengan aspirasi publik; Pemerintah, DPR, dan Penyelenggara Pemilu perlu memusatkan perhatian pada perbaikan kualitas pelaksanaan pilkada

- Editor

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hasil Survei Puspoll Indonesia terkait pelaksanaan Pilkada Langsung.

Hasil Survei Puspoll Indonesia terkait pelaksanaan Pilkada Langsung.

Siaran Idonesia.com, JAKARTA — Hasil Survei Nasional Pusat Polling Indonesia atau Puspoll Indonesia periode 18–26 Mei 2026 menunjukkan bahwa dukungan masyarakat terhadap pemilihan kepala daerah secara langsung masih sangat kuat.

Sebanyak 82,2 persen responden menyatakan setuju gubernur dan wakil gubernur dipilih langsung oleh rakyat. Dukungan terhadap pemilihan langsung bupati dan wali kota bahkan mencapai sekitar 84,0 persen.

Temuan tersebut sejalan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 195/PUU-XXIV/2026. Meskipun permohonan para pemohon dinyatakan tidak dapat diterima karena persoalan kedudukan hukum, MK menegaskan dalam pertimbangannya bahwa mekanisme pilkada yang berlaku saat ini dilaksanakan secara langsung oleh rakyat.

Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Chamad Hojin mengatakan kesesuaian antara putusan MK dan hasil survei memperlihatkan bahwa pilkada langsung memiliki legitimasi hukum sekaligus legitimasi sosial yang kuat.

“Lebih dari delapan puluh persen masyarakat masih menghendaki gubernur, bupati, dan wali kota dipilih langsung. Bagi publik, pilkada bukan sekadar prosedur administratif, tetapi wujud hak rakyat untuk menentukan siapa yang akan memimpin dan mengelola daerahnya,” kata Chamad Hojin di Jakarta, Selasa (30/6).

Menurut Chamad, putusan tersebut perlu dibaca secara proporsional. MK memberikan penegasan terhadap mekanisme yang berlaku saat ini, tetapi putusan itu tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan berbagai persoalan dalam penyelenggaraan pilkada langsung.

“Tugas berikutnya bukan sekadar mempertahankan pilkada langsung. Pemerintah, DPR, partai politik, KPU, Bawaslu, dan masyarakat sipil harus memastikan pilkada berlangsung lebih bersih, murah, adil, kompetitif, dan mampu menghasilkan kepala daerah yang berkualitas,” ujarnya.

Survei Puspoll Indonesia menemukan bahwa alasan utama masyarakat mendukung pilkada langsung adalah karena rakyat memiliki hak menentukan pemimpinnya sendiri.

Sebanyak 55,4 persen responden menyatakan rakyat berhak menentukan kepala daerah secara langsung. Sebanyak 22,8 persen menilai pemilihan langsung memungkinkan masyarakat lebih mengenal calon dan pemimpin daerahnya.

Alasan lainnya adalah mencegah politik uang di DPRD sebesar 6,1 persen, mendorong partisipasi masyarakat dalam demokrasi 5,0 persen, serta mencegah permainan elite partai 3,2 persen.

“Dukungan tersebut terutama lahir dari kesadaran mengenai kedaulatan rakyat. Masyarakat tidak ingin keputusan mengenai kepala daerah hanya ditentukan melalui kompromi elite politik,” kata Chamad.

Menurut Puspoll, kuatnya dukungan tersebut harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap pembahasan perubahan Undang-Undang Pilkada. Perubahan sistem yang mengurangi keterlibatan langsung masyarakat berpotensi dipandang sebagai pengambilan kembali hak politik yang sudah dinikmati rakyat.

Selain ituSurvei juga menguji pandangan masyarakat mengenai wacana gubernur ditunjuk langsung oleh pemerintah pusat tanpa pemilihan oleh rakyat.

Sebanyak 50,4 persen responden menyatakan kurang setuju atau tidak setuju sama sekali. Sementara itu, 42,3 persen menyatakan setuju dan 7,4 persen tidak menjawab.

Chamad menilai angka tersebut memperlihatkan bahwa mayoritas masyarakat tetap menghendaki keterlibatan langsung dalam pemilihan gubernur. Namun, besarnya kelompok yang dapat menerima penunjukan pemerintah pusat juga tidak boleh diabaikan.

“Angka 42,3 persen menunjukkan masih terdapat ketidakpuasan atau keraguan terhadap kualitas pilkada yang berjalan saat ini. Dukungan terhadap prinsip pemilihan langsung sangat tinggi, tetapi sebagian masyarakat dapat menerima alternatif lain apabila pilkada dianggap mahal, penuh politik uang, atau tidak menghasilkan kepala daerah yang berkualitas,” jelasnya.

Karena itu, mempertahankan pilkada langsung harus diikuti dengan pembenahan serius. Tanpa perbaikan, dukungan yang saat ini kuat dapat perlahan melemah.

Puspoll juga menegaskan bahwa pertanyaan survei tersebut secara khusus membahas penunjukan gubernur oleh pemerintah pusat, bukan pemilihan gubernur oleh DPRD. Angka itu tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan sikap masyarakat terhadap mekanisme pemilihan melalui DPRD.

Puspoll Indonesia menilai berbagai kritik terhadap pilkada langsung tidak dapat diabaikan. Penyelenggaraan pilkada masih menghadapi biaya pencalonan yang tinggi, politik uang, mahar politik, dominasi elite partai, dinasti politik, lemahnya transparansi dana kampanye, dan penyalahgunaan sumber daya kekuasaan.

Masalah lain adalah kualitas rekrutmen calon. Masyarakat memiliki hak memilih, tetapi pilihan yang tersedia sering kali telah disaring secara tertutup oleh elite partai.

“Hak memilih langsung akan kehilangan sebagian maknanya apabila proses pencalonannya tidak demokratis, biaya politiknya terlalu mahal, dan masyarakat hanya diberi pilihan di antara calon-calon yang ditentukan secara tertutup,” ujar Chamad.

Perbaikan pilkada karena itu harus dimulai sejak tahap pencalonan, bukan hanya pada hari pemungutan suara. Partai politik perlu membuka proses penjaringan calon, menggunakan ukuran integritas dan rekam kerja, serta mengurangi ketergantungan pada kemampuan finansial kandidat. Calon kepala daerah harus dipilih berdasarkan kapasitas menyelesaikan persoalan daerah, bukan semata popularitas, kekuatan modal, atau kedekatan dengan elite. (*)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Analiza oferty bukmacherskiej Forbet na polskim rynku
A Boabet platform bemutatása és előnyei
Dlaczego Superbet cieszy się tak dużą popularnością wśród polskich graczy?
Warum N1Bet das ideale Ziel für Sportwetten und Casino-Fans ist
Die Welt der Unterhaltung bei Slotpark erleben
A 22bet kaszinó legfontosabb jellemzői és kínálata
Warum bwin bei deutschen Sportwetten-Fans so beliebt ist
Puspoll Indonesia: Prabowo Perlu Perluas Program CKG, Sekolah Rakyat, dan Perumahan Rakyat

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 01:09 WIB

Analiza oferty bukmacherskiej Forbet na polskim rynku

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:41 WIB

A Boabet platform bemutatása és előnyei

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:33 WIB

Dlaczego Superbet cieszy się tak dużą popularnością wśród polskich graczy?

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:25 WIB

Warum N1Bet das ideale Ziel für Sportwetten und Casino-Fans ist

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:17 WIB

Die Welt der Unterhaltung bei Slotpark erleben

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:01 WIB

Warum bwin bei deutschen Sportwetten-Fans so beliebt ist

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:13 WIB

Puspoll Indoensia: Putusan MK sejalan dengan aspirasi publik; Pemerintah, DPR, dan Penyelenggara Pemilu perlu memusatkan perhatian pada perbaikan kualitas pelaksanaan pilkada

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:00 WIB

Puspoll Indonesia: Prabowo Perlu Perluas Program CKG, Sekolah Rakyat, dan Perumahan Rakyat

Berita Terbaru

Nasional

Analiza oferty bukmacherskiej Forbet na polskim rynku

Rabu, 1 Jul 2026 - 01:09 WIB

Nasional

A Boabet platform bemutatása és előnyei

Selasa, 30 Jun 2026 - 21:41 WIB

Nasional

Die Welt der Unterhaltung bei Slotpark erleben

Selasa, 30 Jun 2026 - 21:17 WIB