ASPHURINDO Soroti Usulan Kenaikan Setoran Awal Haji, Minta BPKH Dikembalikan ke Kementerian Haji

- Editor

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta – Dewan Penasehat Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan In-Bound Indonesia (ASPHURINDO) KH. Hafidz Taftazani, menyoroti usulan kenaikan setoran awal biaya haji yang disampaikan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Menurutnya, rencana menaikkan setoran awal dari 4.000 USD menjadi 6.000 USD merupakan kebijakan yang terlalu besar dan berpotensi memberatkan masyarakat.

KH. Hafidz Taftazani menilai usulan tersebut tidak sejalan dengan semangat efisiensi yang terus ditekankan Presiden Prabowo Subianto dalam penyelenggaraan ibadah haji. Ia menegaskan bahwa kebijakan yang berdampak pada meningkatnya beban biaya bagi masyarakat seharusnya dikaji secara matang agar tidak bertentangan dengan upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan haji yang lebih terjangkau dan berkualitas.

“Peningkatan setoran awal dari 4.000 dolar menjadi 6.000 dolar bagi jamaah haji khusus sangat tidak relevan dengan keinginan Presiden Prabowo agar penyelenggaraan haji berlangsung sangat efisien. Apalagi jika yang dinaikkan adalah setoran awal biaya haji reguler, tentu hal ini akan semakin membebani masyarakat,” ujar KH. Hafidz Taftazani.

Selain mengkritisi rencana kenaikan setoran awal, KH. Hafidz Taftazani juga mengusulkan agar fungsi pengelolaan dana haji dikembalikan ke Kementerian Haji. Menurutnya, keberadaan BPKH sebagai lembaga tersendiri menimbulkan biaya operasional yang cukup besar.

Ia menilai anggaran operasional BPKH, yang disebut mencapai sekitar dua persen dari dana pengelolaan, digunakan untuk berbagai kebutuhan kelembagaan seperti belanja pegawai, pengadaan kendaraan operasional, dan biaya administrasi lainnya. Karena itu, ia berpandangan bahwa pengelolaan dana haji akan lebih efisien apabila berada langsung di bawah Kementerian Haji dengan struktur setingkat direktorat.

“Sebaiknya BPKH kembali ke Kementerian Haji. Biaya pengelolaan di BPKH terlalu besar. Akan lebih baik apabila dikembalikan seperti dahulu ketika masih berada di bawah Kementerian Agama,” katanya.

KH. Hafidz Taftazani berharap Presiden Prabowo dapat mempertimbangkan usulan tersebut sebagai bagian dari upaya reformasi tata kelola penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, penyederhanaan kelembagaan akan meningkatkan efisiensi anggaran, memperkuat pengawasan, serta memastikan dana haji benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan kepada calon jemaah.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap kebijakan terkait biaya haji harus mengedepankan kepentingan masyarakat dan tidak menambah beban bagi calon jemaah. Dengan pengelolaan yang lebih sederhana dan efisien, penyelenggaraan ibadah haji diharapkan semakin transparan, akuntabel, dan sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada umat Islam Indonesia.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Presiden Prabowo Percepat Swasembada Energi dan Berantas Aktivitas Ilegal
Rusman Patawari: Silaturahmi Akbar KKMM Sultra Perkuat Persaudaraan & Lestarikan Budaya Muna
Puspoll Indonesia: Evaluasi MBG Menunjukkan Pemerintah Responsif terhadap Aspirasi Publik
Gavriel Novanto Raih Penghargaan Komunikasi dan Informasi Publik Terbaik “Pemred Award”
Komut PLN Energi Gas Tinjau Proyek Infrastruktur Gas di Bali, Pastikan Pasokan Energi Andal
Keteladanan Letkol Eko: Membangun Kebumen Lewat Kesederhanaan dan Jiwa Sosial
Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Bantu Memperkuat Infrastruktur Pendukung di Desa Wisata Kiarasari
Taruna Ikrar: Integritas Fondasi Utama Transformasi BPOM dan Kepercayaan Publik

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:55 WIB

Presiden Prabowo Percepat Swasembada Energi dan Berantas Aktivitas Ilegal

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:01 WIB

Rusman Patawari: Silaturahmi Akbar KKMM Sultra Perkuat Persaudaraan & Lestarikan Budaya Muna

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:13 WIB

Puspoll Indonesia: Evaluasi MBG Menunjukkan Pemerintah Responsif terhadap Aspirasi Publik

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:24 WIB

Gavriel Novanto Raih Penghargaan Komunikasi dan Informasi Publik Terbaik “Pemred Award”

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:37 WIB

Keteladanan Letkol Eko: Membangun Kebumen Lewat Kesederhanaan dan Jiwa Sosial

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:27 WIB

Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Bantu Memperkuat Infrastruktur Pendukung di Desa Wisata Kiarasari

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:09 WIB

Taruna Ikrar: Integritas Fondasi Utama Transformasi BPOM dan Kepercayaan Publik

Senin, 13 Juli 2026 - 18:31 WIB

Taruna Ikrar : Peredaran Kosmetik Ilegal Meningkat di Ruang Digital, BPOM Temukan Nilai Ekonomi Rp260,7 Miliar

Berita Terbaru