Target 50 Titik Digitalisasi Parkir Jakarta, Jadi Kunci Dongkrak Pendapatan

- Editor

Senin, 9 Februari 2026 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta  — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya untuk memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Pajak Parkir dan Retribusi Parkir.

Retribusi parkir tepi jalan yang dikelola oleh Dinas Perhubungan melalui Unit Pengelola Perparkiran menargetkan 50 titik lokasi sepanjang tahun 2026 ini. Hal tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan pendapatan daerah sekaligus menutup kebocoran yang selama ini terjadi pada pengelolaan parkir secara konvensional/secara tunai.

Kepala Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Massdes Arouffy, menyampaikan bahwa Digitalisasi Pembayaran Parkir Tepi Jalan menjadi kunci utama dalam pengembangan penyelenggaraan perparkiran, terutama melalui penerapan pembayaran non-tunai berbasis QRIS dan Kartu Uang Elektronik/KUE di sejumlah ruas jalan potensial.

“Penyelenggaraan parkir OnStreet selama ini mayoritas dilaksanakan dengan cara manual menggunakan karcis kertas yang selanjutnya uang tunai diterima di tangan para Juru Parkir” ujarnya.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat potensi pendapatan parkir tidak tergarap secara optimal. Bahkan, di banyak lokasi, pengelolaan parkir masih dikuasai oleh pihak informal sehingga uang/pendapatan parkir tidak masuk ke kas daerah.

Pendapatan Retribusi Ditargetkan Naik Signifikan.

Massdes menjelaskan, selama ini tepatnya dalam 5 tahun terakhir, pendapatan Retribusi Parkir saja (tidak termasuk Pajak Parkir) berada hanya di kisaran Rp53 Milyar per Tahun. Namun pada tahun 2026 ini, APBD DKI Jakarta menetapkan target sebesar hampir Rp160 Milyar.

“Artinya kami harus mengupayakan tambahan sekitar Rp107 miliar lagi, sementara sumber daya dan peralatan di lapangan masih banyak yang konvensional,” ujarnya.

Meski demikian, ia menyatakan siap melaksanakan kerja maksimal dalam rangka pencapaian target tersebut melalui 3 strategi utama, yakni Pengembangan lokasi parkir baru, Digitalisasi cara pembayaran parkir, dan Peningkatan pengawasan penyelenggaraan perparkiran.

Digitalisasi Naikkan Pendapatan Harian

Penerapan pembayaran non-tunai telah diuji coba di sejumlah lokasi, diantaranya di Jl. Pintu Air Raya, Jl.Imam Bonjol-Agus Salim (saat HBKB) Jakarta Pusat, dan Jalan Lebak Bulus I Jakarta Selatan melalui sistem QRIS, dan akan terus dikembangkan ke lokasi-lokasi jalan lainnya. Juru Parkir cukup menggunakan HP/telepon genggam untuk memproses menerima pembayaran parkir, sementara seluruh transaksi pembayaran tersebut langsung tercatat dalam sistem online

“Hasil uji coba sementara ini lumayan signifikan. Sebelum digitalisasi, pendapatan rata-rata sekitar Rp1,2 juta per hari. Setelah penerapan non-tunai, bisa naik menjadi rata-rata Rp2 juta per hari. Pendapatan retribusi parkir menjadi 1,7 kali dari sebelumnya” ungkap Massdes.

Selain update nilai transaksi biaya parkir, sistem aplikasi parkir juga menampilkan identitas juru parkir beserta pendapatan harian secara real time, sehingga memudahkan pengawasan dan evaluasi.

Rangkul Juru Parkir Lokal

Dalam proses penataan, Unit Pengelola Perparkiran juga berupaya merangkul juru parkir lokal yang selama ini mengelola parkir secara konvensional/pembayaran dengan uang tunai. Mereka ditawarkan skema kemitraan agar pengelolaan parkir tetap memberi penghasilan bagi warga, menyumbang pendapatan resmi ke daerah dan turut membantu membuka lapangan kerja sebagai Juru Parkir yang terdata/resmi di Unit Pengelola.

“Kalau sudah bermitra, tentu ada pembagian hasil pendapatan. Tapi yang terpenting, uang parkir tidak lagi hanya berhenti di kantong pribadi Jukir tak resmi melainkan masuk ke kas daerah,” kata Masdes.

Identitas Juru Parkir Akan Didigitalisasi

Saat ini, sekitar 1.500 juru parkir tercatat beroperasi di Jakarta. Selama ini mereka hanya dibekali surat tugas fisik yang rawan dipalsukan. Ke depan, identitas tersebut akan digantikan dengan sistem digital sebagai bagian dari penguatan tata kelola parkir.

Penataan parkir difokuskan pada parkir on street di fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum).

“Target kami jelas, parkir lebih terkelola, kebocoran bisa ditekan, kontribusi terhadap pendapatan daerah meningkat” pungkas Massdes.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Syarat Pemimpin Teknokratik HMI; Perkuat Bahasa Nilai dan Kebijakan
TMI Sultra: Sinergi HKTI dan Pemprov Bisa Jadikan Sultra Lumbung Pangan Nasional
Wapres Gibran Tinjau Karhutla Kalbar, Menhut Raja Antoni Dampingi
4,4 Juta Pelaku Retail dan e-Commerce Dorong Kebutuhan Produk dan Supplier Baru, Global Sources Indonesia Kembali Hadir di JICC Senayan
Taruna Ikrar: Regulasi Pangan Harus Lindungi Konsumen Tanpa Menghambat Inovasi
Bahlil, AMPI dan Komitmen Kerakyatan yang Manusiawi
Pengurus Nasional dan DKI Jakarta BMI Hadir Dan Ramaikan Puncak HUT ke-25 Partai Demokrat Di GBK
KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa, Rumuskan Rekomendasi Strategis untuk Pemerintah

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 10:56 WIB

Syarat Pemimpin Teknokratik HMI; Perkuat Bahasa Nilai dan Kebijakan

Jumat, 11 September 2026 - 20:49 WIB

TMI Sultra: Sinergi HKTI dan Pemprov Bisa Jadikan Sultra Lumbung Pangan Nasional

Jumat, 11 September 2026 - 12:48 WIB

Wapres Gibran Tinjau Karhutla Kalbar, Menhut Raja Antoni Dampingi

Jumat, 11 September 2026 - 09:21 WIB

4,4 Juta Pelaku Retail dan e-Commerce Dorong Kebutuhan Produk dan Supplier Baru, Global Sources Indonesia Kembali Hadir di JICC Senayan

Kamis, 10 September 2026 - 13:51 WIB

Bahlil, AMPI dan Komitmen Kerakyatan yang Manusiawi

Kamis, 10 September 2026 - 08:35 WIB

Pengurus Nasional dan DKI Jakarta BMI Hadir Dan Ramaikan Puncak HUT ke-25 Partai Demokrat Di GBK

Rabu, 9 September 2026 - 20:24 WIB

KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa, Rumuskan Rekomendasi Strategis untuk Pemerintah

Rabu, 9 September 2026 - 18:41 WIB

Cegah Karhutla Berdampak ke Satwa, Menhut Raja Antoni Perkuat Gerak Cepat Rescue

Berita Terbaru

Headline

Mulai Langkahmu di Industri Kreatif Bersama DD School

Jumat, 11 Sep 2026 - 21:36 WIB