Ridwan Hisjam: Satu Abad NU Menjaga Indonesia Tetap Utuh

- Editor

Minggu, 1 Februari 2026 - 06:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebumen, Siaran Indonesia — Politikus senior Partai Golkar, Ridwan Hisjam, mengucapkan selamat Hari Lahir ke-100 Nahdlatul Ulama (NU). Ia menyebut satu abad perjalanan NU sebagai catatan penting tentang peran Islam tradisional dalam menjaga keutuhan Indonesia.

Ridwan mengatakan, ucapannya itu berangkat dari kedekatan personal dengan NU. Ia mengaku lahir dan tumbuh besar di lingkungan keluarga dan masyarakat dengan tradisi nahdliyin yang kuat, mulai dari budaya pesantren, pengajian kampung, hingga penghormatan pada peran kiai.

“NU bukan organisasi yang jauh dari kehidupan saya. Saya dibesarkan dalam tradisi nahdliyin yang menjunjung tawassuth, tasamuh, dan tawazun,” kata Ridwan, dalam keterangannya, Sabtu 31 Januari 2026.

Mantan anggota DPR RI lima periode itu menilai NU konsisten menempatkan diri sebagai jangkar moderasi Islam sejak berdiri pada 1926.

NU, menurut dia, tidak hanya hadir dalam urusan keagamaan, tetapi juga terlibat aktif dalam proses kebangsaan, terutama saat negara menghadapi tekanan ideologis dan politik.

Di tengah menguatnya politik identitas dan ekstremisme, Ridwan menilai NU justru memainkan peran penyeimbang. Basis kultural NU yang mengakar hingga tingkat desa membuat organisasi ini memiliki daya tahan sosial yang kuat.

Namun, Ridwan mengingatkan tantangan NU ke depan tidak ringan. Memasuki abad kedua, NU dihadapkan pada disrupsi digital, globalisasi nilai, serta polarisasi politik yang berpotensi menggerus kohesi sosial.

“NU dituntut tetap kritis terhadap kekuasaan, namun tidak tercerabut dari tradisi keulamaan yang menjadi fondasi moralnya,” ujarnya.

Ia berharap NU terus menjaga jarak yang sehat dengan kekuasaan, sekaligus aktif mengawal demokrasi, keadilan sosial, dan persatuan nasional.

“Satu abad NU adalah modal sejarah. Tantangannya adalah bagaimana modal itu digunakan untuk menjawab masa depan,” kata Ridwan. (Al)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Syarat Pemimpin Teknokratik HMI; Perkuat Bahasa Nilai dan Kebijakan
TMI Sultra: Sinergi HKTI dan Pemprov Bisa Jadikan Sultra Lumbung Pangan Nasional
Wapres Gibran Tinjau Karhutla Kalbar, Menhut Raja Antoni Dampingi
4,4 Juta Pelaku Retail dan e-Commerce Dorong Kebutuhan Produk dan Supplier Baru, Global Sources Indonesia Kembali Hadir di JICC Senayan
Taruna Ikrar: Regulasi Pangan Harus Lindungi Konsumen Tanpa Menghambat Inovasi
Bahlil, AMPI dan Komitmen Kerakyatan yang Manusiawi
Pengurus Nasional dan DKI Jakarta BMI Hadir Dan Ramaikan Puncak HUT ke-25 Partai Demokrat Di GBK
KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa, Rumuskan Rekomendasi Strategis untuk Pemerintah

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 10:56 WIB

Syarat Pemimpin Teknokratik HMI; Perkuat Bahasa Nilai dan Kebijakan

Jumat, 11 September 2026 - 20:49 WIB

TMI Sultra: Sinergi HKTI dan Pemprov Bisa Jadikan Sultra Lumbung Pangan Nasional

Jumat, 11 September 2026 - 12:48 WIB

Wapres Gibran Tinjau Karhutla Kalbar, Menhut Raja Antoni Dampingi

Jumat, 11 September 2026 - 09:21 WIB

4,4 Juta Pelaku Retail dan e-Commerce Dorong Kebutuhan Produk dan Supplier Baru, Global Sources Indonesia Kembali Hadir di JICC Senayan

Kamis, 10 September 2026 - 13:51 WIB

Bahlil, AMPI dan Komitmen Kerakyatan yang Manusiawi

Kamis, 10 September 2026 - 08:35 WIB

Pengurus Nasional dan DKI Jakarta BMI Hadir Dan Ramaikan Puncak HUT ke-25 Partai Demokrat Di GBK

Rabu, 9 September 2026 - 20:24 WIB

KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa, Rumuskan Rekomendasi Strategis untuk Pemerintah

Rabu, 9 September 2026 - 18:41 WIB

Cegah Karhutla Berdampak ke Satwa, Menhut Raja Antoni Perkuat Gerak Cepat Rescue

Berita Terbaru

Headline

Mulai Langkahmu di Industri Kreatif Bersama DD School

Jumat, 11 Sep 2026 - 21:36 WIB