Dosen Jamiat Kheir kembali ber PKM : Sinergi Pendidik di Era Digital, Upaya Menanamkan Karakter Profetik pada Anak melalui Keteladanan dan Teknologi

- Editor

Sabtu, 31 Januari 2026 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranIndonesia.com — Institut Agama Islam (IAI) Jamiat Kheir melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan seminar bertajuk “Sinergi Pendidik di Era Digital: Menanamkan Karakter Profetik pada Anak melalui Keteladanan dan Teknologi” pada Sabtu, 31 Januari 2026, di Gedung SKKT Karang Taruna Ulujami, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAI Jamiat Kheir Tahun 2026 yang berfokus pada penguatan peran pendidik dalam membentuk karakter anak di tengah derasnya arus digitalisasi.

Seminar pendidikan ini dihadiri oleh unsur dosen, mahasiswa KKN, pendidik, serta masyarakat sekitar yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda. Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber kompeten di bidang pendidikan dan karakter, yakni H. Slamet Santoso, M.Pd, Ridma Diana, M.Pd, dan Moh. Zamroni, M.Pd. Turut terlibat dalam kegiatan ini Ketua KKN IAI Jamiat Kheir 2026, Zainal Pikri, dosen pendamping, panitia pelaksana, moderator, serta pembawa acara yang memandu jalannya kegiatan secara tertib dan komunikatif.

Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Digital

Perkembangan teknologi digital yang kian pesat telah membawa perubahan signifikan terhadap pola belajar, interaksi sosial, hingga pembentukan karakter anak. Akses informasi yang begitu terbuka menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan serius bagi dunia pendidikan. Anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga terpapar berbagai nilai, budaya, dan pengaruh global yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai moral dan spiritual.

Berangkat dari kondisi tersebut, seminar ini digelar sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas pendidik agar mampu bersinergi dalam menanamkan karakter profetik — karakter yang meneladani sifat-sifat kenabian seperti jujur, amanah, bijaksana, komunikatif, dan penuh kasih.

Para narasumber menekankan bahwa teknologi tidak boleh diposisikan sebagai ancaman, melainkan sebagai sarana edukatif yang harus diarahkan dengan nilai dan keteladanan.

Pendidik Bukan Sekadar Pengajar

Dalam pemaparannya, H. Slamet Susanto, M.Pd menegaskan bahwa peran pendidik tidak boleh berhenti pada transfer ilmu semata. Menurutnya, dimensi keteladanan justru menjadi fondasi utama dalam pendidikan karakter.

“Pendidik perlu merefleksikan bukan hanya sebagai pengajar tetapi menanamkan karakter profetik berupa bijaksana, komunikatif, amanah dan kejujuran,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang diajarkan, tetapi dari apa yang mereka lihat setiap hari. Sikap guru dalam berbicara, bersikap adil, menepati janji, serta cara menyikapi perbedaan, menjadi pelajaran nyata yang membentuk kepribadian peserta didik.

Dalam konteks digital, guru juga dituntut memberi contoh dalam penggunaan teknologi secara bijak dan produktif.

Sinergi Orang Tua dan Guru dalam Penggunaan Media Digital

Sementara itu, Ridma Diana, M.Pd menyoroti pentingnya kolaborasi antara lingkungan sekolah dan keluarga. Ia menilai bahwa pendidikan karakter tidak akan berhasil tanpa keselarasan nilai antara rumah dan sekolah, terutama dalam pengawasan dan pemanfaatan media digital.

“Arti sinergi adalah kerjasama yang utuh, antara orang tua dan guru mengenai penggunaan media digital,” jelasnya.

Ridma menambahkan bahwa banyak persoalan perilaku anak berakar dari kurangnya komunikasi antara orang tua dan pendidik terkait kebiasaan digital anak. Ia mendorong adanya kesepakatan bersama mengenai durasi penggunaan gawai, jenis konten yang boleh diakses, serta pendampingan dalam aktivitas daring.

Dengan demikian, teknologi dapat menjadi media pembelajaran yang memperkaya, bukan justru merusak.

Keteladanan Spiritual sebagai Fondasi Karakter

Pembahasan mengenai karakter profetik semakin diperdalam oleh Moh. Zamroni, M.Pd yang menekankan dimensi spiritual dalam pendidikan anak. Menurutnya, keteladanan ibadah dan akhlak dari orang tua serta pendidik memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter.

“Keteladanan spiritual itu sangat berpengaruh dalam membentuk karakter anak. Saat orang tua dan pendidik memberi contoh lewat ibadah yang dijalani dengan baik, sikap penuh kasih, kepedulian kepada sesama, serta kebiasaan bersyukur dan rendah hati,” tuturnya.

Ia menilai bahwa di tengah kemajuan teknologi, kebutuhan spiritual anak justru semakin besar. Teknologi dapat membantu proses pembelajaran, tetapi nilai-nilai seperti empati, kesabaran, rasa syukur, dan kepedulian sosial hanya dapat tumbuh melalui pembiasaan dan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Diskusi Interaktif dan Antusiasme Peserta

Seminar berlangsung dalam suasana kondusif dan interaktif. Setelah sesi pemaparan materi, peserta diberi kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan. Banyak peserta yang berbagi pengalaman terkait tantangan mendampingi anak di era digital, mulai dari kecanduan gawai hingga paparan konten yang tidak sesuai usia.

Para narasumber memberikan tanggapan praktis, seperti pentingnya membuat aturan keluarga tentang penggunaan teknologi, memanfaatkan aplikasi edukatif, serta membangun komunikasi yang hangat agar anak tidak mencari pelarian di dunia maya. Diskusi ini menunjukkan tingginya kepedulian peserta terhadap pembentukan karakter anak yang seimbang antara kecakapan digital dan kekuatan moral.

Dukungan Pimpinan Kampus terhadap Pengabdian Masyarakat

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pimpinan IAI Jamiat Kheir. Rektor IAI Jamiat Kheir, Ibu Hj. Dr. Hidayah, M.Si, menyampaikan bahwa program Pengabdian kepada Masyarakat seperti seminar ini merupakan bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Beliau menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus hadir memberikan solusi nyata atas persoalan sosial dan pendidikan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, penguatan karakter anak di era digital adalah isu strategis yang membutuhkan kontribusi akademisi secara berkelanjutan.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Jamiat Kheir Dr Hariyadi, M. Pd menilai bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan bidang keilmuan pendidikan yang dikembangkan di fakultas. Ia berharap mahasiswa calon pendidik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan menerapkan ilmu untuk membina karakter generasi muda di tengah perubahan zaman.

Manfaat dan Harapan ke Depan

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran strategis pendidik dalam membentuk karakter anak. Mereka juga mendapatkan perspektif baru tentang bagaimana mengintegrasikan teknologi secara positif dalam proses pembelajaran tanpa meninggalkan nilai-nilai keteladanan.

Pihak penyelenggara berharap seminar semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Diharapkan pula lahir pendidik yang adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap kokoh berpegang pada nilai-nilai karakter profetik dalam setiap praktik pendidikan.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan KKN dan PkM, seminar ini menjadi wujud nyata sinergi antara institusi pendidikan, dosen, mahasiswa, dan masyarakat dalam mendukung penguatan karakter anak di era digital. Pendekatan yang memadukan keteladanan dan pemanfaatan teknologi secara edukatif diyakini menjadi salah satu kunci dalam menyiapkan generasi yang cerdas, berakhlak, dan tangguh menghadapi tantangan zaman.

(Zaenal Pikri, Mahasiswa KKN Institut Agama Islam Jamiat Kheir Tahun 2026)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Rusman Patawari: Silaturahmi Akbar KKMM Sultra Perkuat Persaudaraan & Lestarikan Budaya Muna
Puspoll Indonesia: Evaluasi MBG Menunjukkan Pemerintah Responsif terhadap Aspirasi Publik
Gavriel Novanto Raih Penghargaan Komunikasi dan Informasi Publik Terbaik “Pemred Award”
Komut PLN Energi Gas Tinjau Proyek Infrastruktur Gas di Bali, Pastikan Pasokan Energi Andal
Rohmat Rospari Ajak ASN Bangun Depok Berbasis Fiqh Lingkungan, Tawarkan Kurikulum untuk PAUD hingga SMP
Keteladanan Letkol Eko: Membangun Kebumen Lewat Kesederhanaan dan Jiwa Sosial
Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Bantu Memperkuat Infrastruktur Pendukung di Desa Wisata Kiarasari
Taruna Ikrar: Integritas Fondasi Utama Transformasi BPOM dan Kepercayaan Publik

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:13 WIB

Puspoll Indonesia: Evaluasi MBG Menunjukkan Pemerintah Responsif terhadap Aspirasi Publik

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:53 WIB

Dr Awaluddin Faj, M.Pd Alumni UNIDA Gontor hadiri Sarasehan Guru Besar & Doktoral Alumni Gontor Dalam Rangka 100th Pondok Modern Darussalam Gontor

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:03 WIB

Outing SDM MUMTAZA ISLAMIC SCHOOL ke Pengalengan Bandung

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:30 WIB

Rapat Kerja (Raker) Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah, Menguatkan Manajemen, Menuju SDM Primago yang Solid

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:25 WIB

STMIK Kebumen Cetak Inovator Muda Lewat Tiga Aplikasi AI

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:37 WIB

PT Penerbit Erlangga Bersama Primago Consulting Gelar Workshop Ruh Mudarris di Diniyyah Al-Azhar Islamic Education Centre-Jambi

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:12 WIB

Kegiatan Capacity Building & Rapat Kerja 2026, SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Pusat Gelar Workshop Spirit Ruh Mudarris & Menjadi Pendidik Yang Kreatif Dalam Mengajar Bersama Konsultan Pendidikan Islam Alumni Gontor

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:46 WIB

Mengenal Lebih Dekat SMK Budhi Warman 2 Jakarta

Berita Terbaru