Willfridus Yons Ebit: Menhut Gagal Total, Raja Juli Antoni Harus Mundur

- Editor

Selasa, 9 Desember 2025 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta — Wakil Ketua Umum Bidang Politik DPN Tani Merdeka Indonesia, Willfridus Yons Ebit, menilai Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam setahun lebih telah gagal total dalam mengendalikan kerusakan hutan dan menindak para pelaku kejahatan kehutanan, terutama di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang di akhir November 2025 dihantam banjir bandang dan longsor.

“Situasi di Sumatera bukan bencana alam semata; ini adalah akumulasi kelalaian dan pembiaran Menteri Kehutanan. Selama lebih dari satu tahun menjabat, Raja Juli Antoni tidak menunjukkan tindakan konkret terhadap jaringan pembalakan liar yang merusak hutan secara sistematis,” tegas Yons Ebit dalam keterangan tertulis, Selasa (9/12/2025).

Ia menyebut Kementrian Kehutanan tidak hanya gagal menegakkan hukum, tetapi justru mempertontonkan kedekatan yang mencederai etika publik. “Kita masih ingat Menteri Raja Juli bermain domino dengan terpidana kasus pembalakan liar, Azis Wellang, dan itu bukti nyata lemahnya integritas sang menteri,” ujarnya.

Yons Ebit menilai kejadian ini bukan sekadar pelanggaran etika, melainkan tamparan terhadap kemanusiaan, sebab korban bencana yang kehilangan rumah, mata pencaharian, bahkan keluarga harusnya bisa dicegah jika Menteri Raja Juli punya hati nurani dan keberpihakan pada penyelamatan hutan.

“Dengan waktu yang sudah satu tahun lebih, tidak ada komitmen untuk memperbaiki birokrasi di internal kementeriannya, pengawasan inspektorat sampai polisi hutan sangat lemah bahkan ikut terlibat dalam persekongkokolan jahat. Dengan seperti itu, bagaimana publik bisa percaya pada komitmen pemberantasan mafia kayu ketika menterinya sendiri berinteraksi dengan pelaku kejahatan kehutanan,” katanya.

Yons Ebit menilai kerusakan lingkungan di Sumatera telah mencapai titik kritis dan ini adalah akumulasi dari keserakahan atau kebijakan yang rakus. Presiden Prabowo Subianto berkomitmen penuh membenahi tata kelola agraria dan sumber daya alam kita.

“Kehadiran Satgas PKH adalah bukti nyata, tetapi dengan Menteri Kehutanan Raja Juli menghambat akselerasi pemerintah untuk melakukan bersih-bersih, karena menterinya tidak tegas dan tidak berani menghadapi mafia atau mentrinya sendiri yang memiliki konflik kepentingan,” imbuhnya.

Kementerian Kehutanan harus dipimpin oleh figur yang mampu memulihkan kepercayaan publik, menegakkan hukum, serta menghentikan kerusakan ekologis yang semakin parah. “Dengan seperti itu Raja Juli Antoni harus mundur. Ia sudah kehilangan legitimasi moral untuk memimpin Kementerian Kehutanan,” pungkasnya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah
Mahasiswa Semester 5 Prodi Manajemen UNIMUGO Laksanakan Field Trip ke Bursa Efek Indonesia di Jakarta

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:02 WIB

Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok

Rabu, 4 November 2026 - 19:47 WIB

Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap

Rabu, 4 November 2026 - 18:15 WIB

Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi

Selasa, 3 November 2026 - 15:10 WIB

Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional

Selasa, 3 November 2026 - 09:29 WIB

Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan

Minggu, 1 November 2026 - 17:32 WIB

PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Mahasiswa Semester 5 Prodi Manajemen UNIMUGO Laksanakan Field Trip ke Bursa Efek Indonesia di Jakarta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:34 WIB

PT AMBPI Perkuat Kedekatan dengan Pelanggan melalui AMazing Build Fest #2 di MARGOCITY

Berita Terbaru