Laskar Nahdliyin Yogyakarta Minta Gus Yahya Bertanggung Jawab atas Kegaduhan NU

- Editor

Senin, 15 September 2025 - 01:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta – PBNU sekarang tengah menjadi sorotan berbagai pihak atas isu-isu kontroversial yang membuat resah kalangan nahdliyin. Ini menjadi keprihatinan kalangan kyai, ustad, dan para santri di pelosok kampung-kampung yang merupakan basis dari NU.

Salah satunya adalah Gus Ahmad Said dari Laskar Nahdliyin Yogyakarta (LNY). Menurutnya ada dua peristiwa kontroversial yang terjadi di PBNU dan peristiwa ini berurutan dalam waktu dekat.

Pertama, Juli 2024, lima anggota Nahdliyin pergi ke Israel dan bertemu dengan Presiden Isaac Herzog. Pertemuan kader muda NU ini sangat menyakiti perasaan umat muslim dan warga Nahdliyin Yogyakarta ditengah gencarnya Genosida Israel terhadap warga palestina.

“Anehnya pihak PBNU mengakui tidak tahu jika ada lima kadernya menemui presiden Israel Isaac Herzog, itu sungguh sangat mustahil dan janggal sekali,” Ucap Gus Said.

Kedua, PBNU mengundang Peter Berkowitz, seorang akademisi pro-Zionis, untuk menjadi narasumber pada program Akademi Kepemimpinan Nasional (AKN) NU pada Agustus 2025, ini juga sangat menyakiti perasaan umat muslim pada umumnya dan warga Nahdliyin khususnya.

Menurut Said sikap PBNU itu tidak mencerminkan sama sekali dengan asas ke-NU-annya. Sikap membela kalangan yang didholimi dan mustad’afin, apalagi menyangkut perjuangan kemerdekaan Palestina.

Meskipun Rais ‘Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar meminta program AKN NU dihentikan dan kerja sama dengan Center for Shared Civilizational Values (CSCV), yang terkait dengan Peter Berkowitz, ditangguhkan.

Said menambahkan harusnya program itu bukan hanya ditangguhkan tapi harus benar-benar dihentikan dan Gus yahya memberikan penjelasan sejelas-jelasnya kepada warga Nahdliyin apa itu CSCV dan lain-lain.

“Saya bersama laskar Nahdliyin Yogyakarta prihatin dan minta kepada PBNU untuk Tabayyun ke masyarakat sejelas-jelasnya. Saya kira Gus yahya sebagai Ketua Umum Tanfidziyah atau pelaksana organisasi yang harus bertanggung jawab atas kegaduhan ini,” tutup Gus Said.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:53 WIB

Pasokan Gas Melonjak 34,72%, PGN LNG Amankan Energi Bersih Indonesia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Konsolidasi Tetapkan Pengurus FORSEPSI Periode 2026–2027

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:26 WIB

PT Pegadaian Salurkan Bantuan Material Bangunan Rp50 Juta untuk Korban Kebakaran di Kramat, Jakarta Pusat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Menjaga Halal, Menumbuhkan Usaha: Mendorong Pentahapan Regulasi Sertifikasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:10 WIB

Ancaman Downgrade MSCI: Pasar Saham Indonesia Diusulkan Jadi Standalone Market

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Ekonom Minta Kebijakan Sertifikasi Halal Ditunda, Soroti Kesiapan Pelaku Usaha dan Risiko Ekonomi

Kamis, 24 September 2026 - 20:40 WIB

Kunci Sukses AKTI: Bertahan di Tengah Badai Vokasi Berkat Sinergi Industri

Sabtu, 19 September 2026 - 17:55 WIB

Muhammad Faris Ulul Azmi: Konsisten Membuka Akses Edukasi Saham Gratis bagi Investor Pemula

Berita Terbaru