Relawan GASS D1 Gelar Ngulik Calon Pemimpin, Ajak Gen Z Anti Golput dan menangkan Supian Suri-Chandra Rahmansyah

- Editor

Minggu, 13 Oktober 2024 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaran indonesia-Depok-Relawan Gerakan Aktivis Supian Suri Depok 1 (GASS D1) bersama para milenial yang tergabung dalam Gen-Z Anti Golput, menggelar giat kampanye politik bertajuk ‘Ngulik Calon Pemimpin’ yang bertujuan sebagai wadah sosialisasi kampanye bersih, jujur, dan adil pada kontestasi Pilkada Depok 27 November 2024 di Waroeng SS (Spesial Sambal) Jl. Raya Sawangan No.63, Mampang, Pancoran Mas, Kota Depok.

Ketua GASS D1, Rohmat Rospari menyebut, bahwa selama ini Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari kalangan Gen-Z akan menjadi skala prioritasnya dalam memenangkan Supian-Chandra menuju Walikota Depok 2025-2030.

Pemilu tahun ini semakin menarik karena bertambahnya peserta pemilu dari `kelompok usia pemilih muda, yaitu generasi Z dan milenial. Generasi Z dan milenial dikenal sebagai kaum muda yang tumbuh bersama teknologi.

“Jika menilik data Indonesia Gen Z Report 2024 yang dirilis oleh IDN Research Institute, Gen Z dijuluki sebagai ‘Native Digital’ lantaran kehidupan mereka memang diciptakan di media sosial, mulai dari interaksi, membentuk komunitas, hingga melampaui batasan geografis. Setidaknya 6 hingga 10 jam waktu Gen Z digunakan untuk mengakses media online setiap harinya”, ucap Rohmat, Sabtu,12 Oktober 2024.

“Dengan adanya akses kemudahan dalam ruang digital melalui tren, politik dinilai berhasil masuk dan memengaruhi opini publik kedua generasi lewat ruang digital, termasuk dunia politik, kebijakan, bahkan Pemilu. Kami melihat selama ini para kaum milenial dan Gen-Z tidak mendapatkan perhatian khusus dari kubu petahana, padahal prestasi – prestasi yang mereka hasilkan justru sangat membanggakan, dan harus segera diberikan fasilitas khusus, agar generasi masa depan Kota Depok menjadi yang terdepan”, terangnya.

Tokoh muda Alumni Ponpes Modern Gontor ini menilai, bahwa sebagian dari gen Z dan milenial melihat golput sebagai cara untuk mengekspresikan ketidakpuasannya dari sistem politik di kota ini. Sementara yang lain, mungkin menganggap golput sendiri merupakan tindakan yang kurang bertanggung jawab. Jadi, beberapa merasa bahwa partisipasi dalam proses politik lebih efektif dan memberi dampak daripada golput untuk membawa perubahan yang diinginkan.

“Memilih atau tidak memilih merupakan hak setiap individu. Dalam konteks Pemilu 2024, suara dari gen Z menjadi sangat krusial. Pemilih muda pada tahun 2024 dapat dianggap sebagai kekuatan dominan dalam proses pemilihan. Satu suara memiliki dampak yang signifikan ketika disatukan dalam satu kesatuan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita agar para kaum intelektual masa depan Kota Depok ini bisa menggunakan hak suaranya dengan bijaksana dan bertanggung jawab”, ungkapnya.

“Generasi muda yang berpikir kritis terhadap informasi yang beredar, menghargai perbedaan pandangan dan pilihan, serta memperjuangkan keberagaman adalah sebagai aset dalam masyarakat di era digital yang dipenuhi dengan informasi, sikap kritis dan literasi digital menjadi kunci bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan dalam dinamika politik yang terus berkembang”, imbuhnya.

“Untuk itu, kami dari para relawan Paslon Supian Suri-Chandra Rahmansyah akan terus berupaya memberikan wadah serta ruang khusus bagi para generasi masa depan Kota Depok ini, untuk dapat menyalurkan keahliannya serta akan terus mengakomodir mereka dalam upaya-upaya menyambut era digitalisasi menuju Indonesia Emas di masa yang akan datang”, tandas Rohmat.

Untuk diketahui, bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilu 2024 mencapai 204.807.222 pemilih.

Sebanyak 66.822.389 atau 33,60 persen pemilih dari generasi milenial. Sedangkan pemilih dari generasi Z adalah sebanyak 46.800.161 pemilih atau sebanyak 22,85 persen.

Kedua generasi ini mendominasi pemilih Pemilu 2024, yakni sebanyak 56,45 persen dari total keseluruhan pemilih.

Angka tersebut menunjukkan Gen Z dan milenial memiliki potensi untuk membentuk perubahan dan memberikan kontribusi positif dalam pengambilan keputusan.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:37 WIB

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:07 WIB

Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terbaru