JPPR Harap Kesehatan Penyelenggara Dimasukkan Dalam Peta Kerawanan Pemilu

  • Bagikan

Kebumen – Berkaca dari tragedi 2019, Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Kabupaten Kebumen berharap Kesehatan Penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) dimasukkan dalam peta kerawanan.

Hal tersebut dinyatakan oleh ketua JPPR Kebumen Arief Hakim melalui aplikasi pesan internet usai diskusi virtual tentang “Kesehatan Penyelenggara dan Kaitannya Dengan Kerawanan Pemilu” bersama jajaran pengurusnya, Jum’at malam (11 /11/2022).

Menurutnya, pemenuhan hak atas kesehatan dan keselamatan bagi penyelenggara pemilu adalah salah satu aspek penting yang harus dilakukan. Karena kesehatan penyelenggara terkait erat dengan keberhasilan Pemilu serentak 2024 nanti.

“Jangan sampai tragedi pilu 2019 terulang lagi, sekitar 894 petugas KPPS meninggal dunia yang salah satu penyebabnya disinyalir karena kelelahan. Selain ada 1.000 lebih petugas yang jatuh sakit. Masalah-masalah kesehatan seperti ini harus diperhatikan,” kata dia.

Meski sepakat bahwa lelah dalam bekerja sebagai sesuatu yang wajar, namun ia juga tidak memungkiri bahwa ada potensi negatif yang dihasilkan ketika tubuh tidak sehat.

“Lelah baik secara fisik ataupun mental itu memang bagian dari resiko kerja yang tidak bisa dihindarkan. Sekarang kerja apa yang tidak lelah, tapi terlalu lelah juga bisa mengganggu fokus atau konsentrasi, apalagi kalau ditambah badannya sakit. Human Error biasanya terjadi saat kondisi seperti ini,” tambah dia.

Untuk itu ia berharap agar faktor kesehatan penyelenggara dimasukkan dalam peta kerawanan pemilu.

“Karena keberhasilan Pemilu bukan hanya ditentukan netralitas ASN, politik uang, ujaran kebencian, politisasi SARA, serta pertahanan-keamanan semata. Tetapi juga dari kesehatan penyelenggara Pemilu sendiri, jadi semestinya kesehatan penyelenggara ini juga masuk dalam katagori kerawanan pemilu. Harus sehat jasmani dan rohaninya agar pemilu ini sukses.

Selain memastikan kesehatan jasmani dan rohani calon anggota pelaksana dalam tes saat pendaftaran, menurutnya penting juga untuk menjaga kesehatan penyelenggara terpilih hingga selesai pengumuman pemenang pemilu..

“Caranya tentu macam-macam, bisa dengan pemberian suplemen makanan atau senam rutin sebelum hari H dll.” Pungkas dia. (Kuh)

  • Bagikan