Nani Maryati : Usaha Rajutan Ujian Yang Berbuah Keberhasilan

- Editor

Kamis, 6 Oktober 2022 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com – Sebuah kisah inspiratif dari seorang wanita tangguh, Nani Maryati. Semula ia sempat terpuruk karena perekonomian keluarganya yang tak stabil. Bahkan beberapa bulan setelah menikah, Nani harus menerima kenyataan pahit dimana suaminya menderita lumpuh. Namun kenyataan itu tak membuatnya putus asa, bahkan menjadikannya semakin tegar.

Seiring berjalannya waktu, sang suami pun mulai pulih dan perekonomian keluarganya mulai stabil. Namun semangat Nani untuk terus berusaha tak pernah surut. Dia tetap berupaya agar tidak terlalu mengandalkan pendapatan suaminya. Akhirnya dia pun memutuskan untuk memulai usaha yaitu dengan membuat taplak meja rajutan. Kebetulan Nani memiliki ketrampilan dalam merajut. Sejak saat itu dia mulai fokus mengembangkan ketrampilan tersebut dimana setiap hari dia selalu asyik merajut.

Tanpa disangka, seorang temannya tertarik dengan produk buatan Nani. Dia memesan 10 pasang sepatu bayi rajutan untuk dijual kembali. Nani menyanggupi pesanan itu. Dengan modal Rp 500 ribu, pesanan itu mampu diselesaikan. Itulah pesanan pertama y diterima Nani, yang kemudian berlanjut pada pan-pesanan berikutnya.

Sejalan dengan meningkatnya permintaan, Nani pun membutuhkan tambahan modal Kebetulan ada PNM Mekaar

yang saat itu sedang melakukan sosialisasi di sekitar tempat tinggalnya. Kesempatan itu dimanfaatkan Nani dengan bergabung menjadi anggota kelompok. Dia pun mendapatkan pinjaman pertama sebesar Rp 2 juta yang dia gunakan untuk pengadaan bahan baku.

Dengan volume produksi yang semakin banyak dan kesibukan yang semakin meningkat, namun Nani tak pernah absen menghadiri pertemuan mingguan di kelompoknya. Dia pun tak pernah lalai mengangsur pinjamannya. Setelah pinjaman pertama lunas, Nani langsung mengajukan pinjaman ke-2 sebesar Rp 3 juta, yang semuanya digunakan untuk tambahan modal usaha.

Untuk meringankan dalam proses produksi, Nani menerapkan pola kemitraan dengan melibatkan ibu-ibu di sekitarnya. Nani menyediakan bahan baku dimana pengerjaannya bisa dilakukan di rumah masing-masing. Tak kurang dari 40 ibu yang terlibat dalam usaha ini yang juga tergabung dalam kelompok Mekaar. Kehadiran Mekaar sangat membantu dalam memajukan usaha yang terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Nani menyadari bahwa apa yang dia capai sekarang tak lepas dari ujian yang pernah dia alami di awal kehidupan rumah tangganya. Allah melatihnya untuk tegar di saat suaminya sedang sakit, dan itu menjadi modal penting ketika dia membangun usahanya. (AAJ/Rismamei)

 

Komentar Facebook

Berita Terkait

Muhammad Faris Ulul Azmi: Konsisten Membuka Akses Edukasi Saham Gratis bagi Investor Pemula
DTI Series 2026 Jadi Pusat Inovasi Digital, Hadirkan 260 Pembicara dan 450 Solusi Teknologi
Bermimpi, Berjuang, Berdamai: Kisah 12 Tahun Perjalanan yang Berujung pada Lahirnya Platform Kerja Remote untuk Talenta Indonesia
Hadir di Rakernas Inkopontren, PRUVIU Perkenalkan Solusi Antikredit Macet
UMKM Tertekan Harga Global, ABDSI Desak Intervensi Cepat dan Terukur
Gen Z Jadi Motor Utama Pertumbuhan Investasi Emas Digital di Indonesia
Didukung 5 Bank, Kimia Farma Apotek Restrukturisasi Keuangan
Industri Migas Hadapi Tantangan Aset Menua, Kecerdasan Buatan Jadi Solusinya

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 12:59 WIB

Turnamen Empang HUB 2026: Buktikan Mancing Itu Bukan Sekadar Hobi

Senin, 21 September 2026 - 08:28 WIB

SEKJEND APKLI SAIFUL CHANIAGO OPTIMIS KEPEMIMPINAN PRESIDEN PRABOWO MAMPU WUJUDKAN EKONOMI TUMBUH 8% LEWAT EKONOMI KERAKYATAN

Jumat, 18 September 2026 - 17:54 WIB

Anggaran Terbatas, Asep Wahyuwijaya Dorong Kemenkop Perkuat Pengawasan Koperasi

Jumat, 18 September 2026 - 09:32 WIB

Perkuat Perlindungan Satwa dari Karhutla, Menhut Raja Antoni: Mereka Tak Bisa Minta Tolong

Jumat, 18 September 2026 - 09:23 WIB

Jaga Gajah Padang Sugihan dari Karhutla, Menhut Raja Antoni Pertebal Pasukan Darat

Kamis, 17 September 2026 - 13:48 WIB

Taruna Ikrar Dorong Kolaborasi BPOM–Unhan, Sains dan Pengabdian Jadi Pondasi Pengawas Masa Depan

Kamis, 17 September 2026 - 13:23 WIB

Komisi IV DPR Puji Dedikasi Tinggi Manggala Agni Kemenhut Hadapi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 - 22:19 WIB

Sekjend APKLI Saiful Chaniago Pastikan Ribuan Pimpinan APKLI Se Indonesia Hadiri Pelantikan DPP APKLI di Jakarta

Berita Terbaru