Jangan Berdiam Diri Terhadap Penista Agama, Allah, Al Quran dan Penista Nabi

- Editor

Minggu, 29 Mei 2022 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia-Kenapa banyak orang, organisasi masyarakat, organisasi agama, majelis taklim dan dunia usaha menyelenggarakan Halal Bihalal sehabis shaum Ramadhan dan Lebaran Idulfitri?

Ketua Umum MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Depok, Dr. K.H. Ahmad Dimyathi Badruzzaman menjawab, katanya karena Halal Bihalal itu memiliki kemaslahatan dan kemuliaan.

Pertama, karena manusia itu tidak luput dari kesalahan dan dosa, kecuali para nabi sebab nabi itu “maksum” alias dosa-dosanya sudah diampuni Allah Swt. Ada pun kita umat nabi dan keturunan Nabi Adam As berdosa dan dosanya bakal dihisab. Ada pun dosa itu pada hakikatnya terdiri atas dua jenis, yaitu dosa kepada Allah dengan segera bertobat, dan dosa kepada sesama yang kudu dimintai maafnya.

“Manakala dosa kita lebih berat timbangannya dari pada amal saleh dan kebajikannya, maka nerakalah tempatnya. Tapi ingat, jika dosa kita kepada sesama belum dimaafkan oleh yang bersangkutan, mereka akan mengadu kepada Allah, lalu Allah akan memperkenankan untuk mengambilnya dari ‘pos’ atau tabungan pahala kita,” ujarnya.

“Jika banyak tetangga atau kerabat yang pernah kita fitnah, kita sakiti, kita gibahi mengambil tabungan pahala kita, hingga akhirnya pahala amal kebajikan itu habis bahkan tekor hingga dosa mereka kita tanggung, maka jadilah kita orang bangkrut. Itulah makna orang bangkrut yang dimaksud dalam hadis Nabi Saw dalam Shahih Bukhari – Muslim dan dikutip oleh Imam Nawawi,” ujar Ahmad Dimyathi yang juga ahli tafsir Qur’an dan hadis.”Selanjutnya orang bangkrut tadi akan dilemparkan ke neraka jahanam,” sambungnya. Oleh karena itu, Ketum MUI dan dosen Sekolah Tinggi Kuliyatul Qur’an Al-Hikam ini menilai bahwa tradisi Halal Bihalal itu baik, karena Halal Bihalal itu bermakna “saling memaafkan” antar sesama.

Lantas, kenapa acara Halal Bihalal itu dilaksanakan di bulan Syawal, bukannya di bulan Ramadhan, Sya’ban atau Rajab, tiada lain lantaran tujuan utama shaum atau puasa Ramadhan di bulan Ramadhan adalah untuk meraih posisi mulia, yaitu menjadi manusia Takwa.Ini selaras dengan perkataan Allah dalam QS Ali Imran/3 : 133 yang berbunyi : “Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”

Kedua, pendiri Ponpes modern Al-Qur’an Darus-Sholihin dan penulis buku best seller “Umat Bertanya, Ulama Menjawab” ini mengungkapkan tiga ciri-ciri yang dimaksud dengan orang yang bertakwa, yaitu pertama adalah selalu berbagi atau berinfak baik di kala lapang maupun sempit.
Ingat, katanya, infak itu tidak selalu identik dengan uang atau fulus, loh. Bisa juga dengan ilmu atau ide-ide cemerlang. Juga bisa dengan tenaga atau dengan senyuman. “Asalkan tidak senyum sendirian saja,” tukas Kyai Dimyathi.

Ketiga, adalah orang yang sanggup menahan amarah alias sabar. Al-Qur’an dan Nabi membolehkan, loh, kita membalas keburukan atau kezaliman orang kepada kita. Asalkan setara. Jangan melebihinya. Semisal gegara sendal kita ada yang menukar di Masjid, lantas kita menyumpahinya dengan kata-kata begini, “Ya Allah, biarlah orang yang ambil sendalku ini mencret sampai tujuh turunan, hehehe … Itu namanya tidak setimpal, donggg …”.
Tapi sebaliknya, tutur sang Kyai, jangan pula kita berdiam diri. “Terutama terhadap orang yang menista agama kita, menista Allah, menista Al-Qur’an, menista Nabi kita. Untuk itu kita kudu bereaksi. Kalau tidak bereaksi justru kayak keledai, demikian kata seorang sufi. Ketiga adalah memberi maaf kepada sesama.

“Sebuah perbuatan yang mulia dan bijaksana, tapi berat untuk melakukannya. Bagaimana pun kita kudu mampu melakukan kebajikan tersebut sebagaimana pesan Allah dalam QS Ali Imran : 134,” ujar Kyai Dimyathi di kajian Ahad Subuh Masjid Al-Muhajirin barusan (29/5/22). **

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:37 WIB

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:07 WIB

Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terbaru