Perkuat Perlindungan & Daya Saing Ekonomi, BPOM Gelar Forum Menenun Kebijakan Bersama Lintas Sektor

- Editor

Selasa, 15 September 2026 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SiaranIndonesia.com  -Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar Forum Menenun Kebijakan untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghasilkan kebijakan terpadu bagi perlindungan masyarakat sekaligus mendukung kemajuan ekonomi nasional.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan kebijakan harus memastikan keamanan berbagai produk yang digunakan masyarakat. Pengawasan mencakup makanan, minuman, obat, suplemen, kosmetik, serta berbagai produk konsumsi lainnya.

“Keamanan obat dan makanan harus dipastikan, begitu pula kualitas dan khasiatnya. Semua itu harus dilahirkan dalam keputusan dan kebijakan,” ujarnya dalam forum ‘Menenun Kebijakan: Bergerak Bersama Mengurai Tantangan dan Menciptakan Solusi’ di Jakarta, Senin, 14 September 2026.

Menurut Taruna, luasnya pengawasan membuat BPOM membutuhkan sinergi dengan kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan. Kerja bersama tersebut diperlukan karena pengawasan berlangsung sejak proses awal hingga penegakan hukum.

Koordinasi dilakukan bersama kementerian kesehatan, pendidikan, UMKM, perdagangan, BPJS, serta lembaga terkait lainnya. Kepolisian dan kejaksaan juga dilibatkan terutama dalam pengawasan yang memerlukan langkah-langkah penegakan hukum.

“Kebijakan-kebijakan tersebut harus bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga. Kuncinya adalah sinergi untuk perlindungan masyarakat dan kemajuan bangsa,” katanya.

Sepanjang tahun 2025, BPOM telah menerbitkan 35 peraturan serta ratusan keputusan untuk mendukung pelaksanaan pengawasan. Hingga September 2026, sebanyak 15 peraturan baru kembali ditetapkan dan seluruhnya telah diundangkan.

Salah satu kebijakan baru berkaitan dengan pengaturan gula, garam, dan lemak pada konsumsi produk masyarakat. Eksekusinya membutuhkan koordinasi agar aturan berjalan tepat guna sekaligus memberikan perlindungan sesuai tujuan awal.

Taruna menyebut, sektor dalam pengawasan BPOM berkaitan dengan sekitar 35 hingga 40 persen produk domestik bruto. Nilai ekonomi dalam cakupan tersebut diperkirakan mencapai Rp6.000 hingga Rp8.000 triliun setiap tahun.

“Kontribusi ekonomi ini sangat penting dan harus berjalan bersama integritas serta keterbukaan publik. Oleh karena itu, sinergi kebijakan terpadu menjadi sangat penting,” ujarnya.

Menko PMK Pratikno kemudian menyoroti besarnya tanggung jawab BPOM dalam menjaga keamanan, mutu, dan khasiat produk. Menurutnya, pengawasan tersebut tidak hanya dilakukan di hilir, tetapi harus dimulai sejak proses awal.

“Tugas BPOM sangat berat menjaga makanan dan obat agar aman, berkualitas, dan berkhasiat. Tugasnya bukan hanya di hilir, tetapi mulai dari hulu,” ujar Pratikno.

Pratikno juga mendorong pemberdayaan industri obat nasional karena Indonesia masih menggunakan banyak produk impor. Kekayaan hayati Indonesia dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat penelitian dan pengembangan industri farmasi.

Perkembangan bioteknologi, kata dia, juga membuka peluang besar untuk mengoptimalkan kekayaan menjadi produk kesehatan hayati. BPOM diharapkan menjaga keamanan sekaligus memberikan ruang bagi industri obat nasional untuk terus tumbuh.

“Indonesia mempunyai kekayaan hayati yang luar biasa sebagai modal penting pengembangan industri obat. Kemandirian harus didorong dengan tetap menjaga keamanan, mutu, dan khasiat,” katanya.

Pratikno juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengonsumsi obat dan makanan secara benar. Edukasi semakin dibutuhkan karena perkembangan teknologi digital membuat iklan produk semakin mudah menjangkau masyarakat.

“Kesadaran warga menjadi sangat penting sehingga edukasi masyarakat harus terus ditingkatkan. Kita mengejar hidup lebih panjang sekaligus sehat dan aktif,” ujarnya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:37 WIB

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:07 WIB

Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terbaru