SiaranIndonesia.com- Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Muara Bungo yang berlokasi di Cadika, Kec. Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Jambi 37211 menggelar kegiatan Workshop berkenaan Spirit Ruh Mudarris dan Membangun Daya Juang pendidik.
Kegiatan ini diisi oleh trainer nasional dan konsultan pendidikan sekolah Islam alumni Gontor yaitu Dr Awaluddin Faj, M.Pd.
Dr. Awaluddin Faj, M.Pd. adalah seorang praktisi, konsultan pendidikan Islam, trainer, motivator, dan penulis asal Indonesia. Ia dikenal luas sebagai praktisi dan pakar manajemen sekolah Islam serta perintis lembaga bimbingan belajar (bimbel) khusus persiapan masuk Pondok Modern Darussalam Gontor yang bertransformasi menjadi Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago.
Dalam Workshop Capacity Building Berkaitan dengan Spirit Ruh Mudarris dan Membagun Daya Juang Seorang Pendidik di Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Muara Bungo pada tanggal 2 Juli 2026.
Dr Awaluddin Faj, M.Pd menyampaikan bahwa Ruhul mudarris (ruh seorang guru) adalah jiwa, keteladanan, dan dedikasi pendidik yang jauh lebih penting daripada sekadar metode atau materi. Ini adalah fondasi karakter, keikhlasan, dan spiritualitas pengajar, yang mengubah guru menjadi model panutan bagi siswa, bukan sekadar penyampai informasi belaka.
Konsep ini menekankan bahwa mendidik bukan hanya rutinitas mentransfer ilmu (transfer of knowledge), melainkan proses pembentukan kepribadian, penanaman nilai moral, dan pengabdian yang tulus dari seorang pendidik.
Beliau mengupas tentang kalimat at-thariqah ahammu mina-l-maddah tentunya sudah tidak asing lagi. mengapa kalimat tersebut begitu ditekankan dalam lembaga pendidikan Islam khususnya pondok pesantren.
Metode lebih penting dari materi. Materi apapun yang disampaikan, jika menggunakan metode yang benar, maka akan dapat diterima para siswa dengan baik. Sebaliknya, materi yang telah dipersiapkan dengan matang, akan menjadi hampa, tanpa metode yang baik.
Metode memang berpengaruh, namun tidak mutlak. Yang berpengaruh adalah the man, manusianya, orangnya, al-mudarris nafsuhu (‘guru itu sendiri’). Tak berhenti pada kata guru, ada sesuatu yang lebih penting dari itu, yakni jiwa seorang guru, the soul, atau ruh al-mudarris.
_at-thariqah ahammu mina-l-maddah, wa al-mudarris ahammu mina-t-thariqah, wa ruhu-l-mudarris ahammu mina-l-mudarris nafsihi_ Kata-kata inilah yang di latih untuk diresapi dan di teladani sehingga bisa membangun spirit daya juang guna mendorong kemajuan sistem pendidikan dan pengajaran di mana kita mengajar. Ungkap Alumni Gontor 2006 ini.
Bagi bagi Pimpinan Lembaga yang ingin mengadakan Capacity Building, Workshop Pengembangan SDM & Guru, Ruh Mudarris bisa undang kami Primago Consulting dengan menghubungi 0878-8998-3338
























