MN KAHMI Minta Program Tambang Rakyat Harus Pertimbangkan Aspek Lingkungan

- Editor

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SiaranIndonesia.com – Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) mengkaji kebijakan pemerintah tentang pertambangan rakyat. Kajian tersebut digelar Bidang Lingkungan Hidup melalui Dialog Nasional bertema “Tambang Rakyat dan Permasalahan Lingkungan Hidup” di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).

Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga legislatif untuk membahas tata kelola tambang rakyat yang dinilai semakin mendesak di tengah meningkatnya persoalan lingkungan hidup di sejumlah daerah.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu menghadirkan Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat secara daring sebagai keynote speaker.

Hadir pula narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian ESDM, akademisi Universitas Indonesia, hingga pelaku usaha pertambangan.

Ketua Bidang Lingkungan Hidup Majelis Nasional KAHMI sekaligus Anggota Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru, mengatakan tambang rakyat tidak dapat dipandang semata sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga harus dilihat dari dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.

“Dialog ini menjadi ruang bersama untuk mencari solusi yang adil dan berkelanjutan. Tambang rakyat hadir karena kebutuhan ekonomi masyarakat, tetapi tata kelolanya juga harus mampu menjaga lingkungan hidup agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari,” ujarnya.

Menurut Nasyirul, persoalan tambang rakyat membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif, termasuk penguatan regulasi, edukasi masyarakat, serta pengawasan pemerintah agar aktivitas pertambangan tidak merusak kawasan lingkungan maupun sumber kehidupan warga.

Sementara itu, Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Abdullah Puteh, menilai isu lingkungan telah menjadi tantangan serius yang memerlukan keterlibatan semua pihak.

“Kita tidak bisa menutup mata terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai daerah. Karena itu, forum seperti ini penting untuk mempertemukan pandangan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat agar lahir solusi yang konkret,” kata Abdullah Puteh.

Ia menegaskan pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan tidak boleh dipertentangkan karena keduanya harus berjalan beriringan demi kepentingan generasi mendatang.

Dialog nasional tersebut juga menghadirkan Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia Supriatna, pelaku usaha tambang Habe Hanafi, serta Direktur Utama PT Mitra Tata Lingkungan Baru Victor Uly Silitonga.

Para pembicara membahas berbagai persoalan mulai dari legalitas tambang rakyat, dampak kerusakan lingkungan, pengelolaan limbah tambang, hingga peluang penerapan teknologi ramah lingkungan dalam aktivitas pertambangan masyarakat.

Ketua Panitia, Arfian, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh narasumber, peserta, dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam dialog nasional ini. Kami berharap forum ini tidak berhenti sebagai diskusi semata, tetapi mampu melahirkan rekomendasi nyata bagi perbaikan tata kelola tambang rakyat dan perlindungan lingkungan hidup,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat kepada para narasumber dan foto bersama seluruh peserta dialog nasional.(*)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:37 WIB

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:07 WIB

Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terbaru