BPOM -BNN Perketat Pengawasan Obat Secara Nasional

- Editor

Sabtu, 11 April 2026 - 02:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SiaranIndonesia.com-  (BPOM RI) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkuat sinergi strategis dalam pengawasan obat narkotika psikotropika dan zat adiktif sebagai langkah konkret menghadapi ancaman kejahatan terorganisir lintas sektor yang kian kompleks.

Penguatan kolaborasi ini mengemuka dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban dan semangat kebersamaan di Kantor BPOM Jalan Percetakan Negara Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Kepala BPOM RI Pror Taruna Ikrar menegaskan bahwa pengawasan obat dan narkotika saat ini tidak bisa dilakukan secara sektoral melainkan membutuhkan pendekatan kolaboratif lintas institusi.

“Sinergi BPOM dan BNN adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat Kami memastikan bahwa setiap rantai distribusi obat diawasi secara ketat sehingga tidak ada ruang bagi penyimpangan yang berpotensi merugikan kesehatan publik maupun dimanfaatkan oleh jaringan narkota,” kata Prof Taruna Ikrar.

Taruna Ikrar menambahkan bahwa BPOM terus memperkuat sistem pengawasan berbasis teknologi melalui digitalisasi perizinan pemantauan distribusi serta pengembangan sistem peringatan dini untuk mendeteksi potensi.

Penyalahgunaan bahan obat tertentu
Sementara itu Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa kolaborasi dengan BPOM merupakan pilar penting dalam strategi nasional pemberantasan narkotika yang semakin adaptif dan berbasis intelijen.

“Sinergi ini bukan sekadar koordinasi tetapi integrasi kekuatan negara Kami melihat bahwa pengawasan bahan obat oleh BPOM menjadi titik krusial dalam mencegah kebocoran bahan baku yang dapat dimanfaatkan jaringan narkotika Dengan kerja sama yang semakin erat kami optimistis dapat memutus rantai pasok narkotika dari hulu hingga hilir,” ujar Komjen Pol Suyudi Ario Seto.

Suyudi juga menekankan bahwa pendekatan penegakan hukum saat ini tidak lagi berdiri sendiri melainkan harus ditopang oleh penguatan sistem pengawasan teknologi serta kolaborasi lintas lembaga.

Penguatan sinergi ini mencakup sejumlah langkah strategis yang meliputi pertukaran data dan informasi intelijen terkait peredaran bahan berisiko tinggi pelaksanaan operasi gabungan dalam pengawasan distribusi dan penindakan pelanggaran harmonisasi regulasi dan standar pengawasan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengawasan dan investigasi.

Dalam perspektif yang lebih luas kolaborasi BPOM bersama BNN juga memiliki dampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi nasional karena sektor farmasi dan kesehatan yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan menjadi fondasi penting dalam mendorong investasi ekspor serta daya saing industri dalam negeri.

Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai negara dengan sistem pengawasan obat dan makanan yang semakin kuat dan diakui secara global sejalan dengan capaian BPOM sebagai WHO Listed Authority WLA.

Urgensi penguatan sinergi ini juga tercermin dari data nasional yang menunjukkan prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia pada tahun 2025 mencapai 2,11 persen atau setara dengan sekitar 4,15 juta jiwa penduduk usia 15 sampai 64 tahun Di sisi lain kasus narkotika turut mendominasi lembaga pemasyarakatan dengan sekitar 54 persen dari total 278.376 penghuni lapas per April 2026 terkait kasus narkoba sehingga berdampak pada kondisi overkapasitas.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:37 WIB

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:07 WIB

Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terbaru