Refleksi Nishfu Sya’ban, dari Ramainya Malam Menuju Ramainya Ketaatan Harian

- Editor

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Dr. Hariyadi, M. Pd
(Kepala Panti Asuhan Muhammadiyah Yuliwis Resman, Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Jamiat Kheir Jakarta)

 

Malam Nishfu Sya’ban kembali hadir dan disambut dengan antusias oleh umat Islam di berbagai daerah. Masjid-masjid dipenuhi jamaah, lantunan doa menggema, dzikir dan shalat sunnah dilakukan dengan penuh harap akan ampunan dan keberkahan. Fenomena ini menunjukkan bahwa kesadaran spiritual umat sesungguhnya tetap hidup dan memiliki momentum-momentum kuat untuk bangkit.

Namun di balik semaraknya ibadah malam Nishfu Sya’ban, diskursus keilmuan tentang kesahihan hadis-hadis terkait keutamaannya juga terus bergulir. Sebagian ulama menilai sejumlah riwayat tentang keutamaan malam ini berderajat lemah, sebagian lain menilainya masih dapat diamalkan dalam ranah fadha’il al-a’mal (keutamaan amal) selama tidak diyakini secara pasti sebagai ajaran yang bersifat wajib atau sangat khusus. Perbedaan pandangan ini adalah bagian dari khazanah intelektual Islam yang seharusnya disikapi dengan kedewasaan, bukan perpecahan.

Terlepas dari perbedaan tersebut, ada satu fakta yang sulit dibantah: malam Nishfu Sya’ban mampu menggerakkan hati banyak orang untuk kembali mendekat kepada Allah. Masjid yang mungkin hari-hari biasa lengang, tiba-tiba penuh. Orang yang jarang shalat berjamaah, malam itu rela datang lebih awal. Lisan yang sehari-hari sibuk urusan dunia, malam itu basah oleh doa.

Pertanyaannya, akankah semua ini hanya berhenti sebagai momen musiman?

Di sinilah refleksi menjadi penting. Jangan sampai Nishfu Sya’ban hanya menjadi “ledakan spiritual sesaat” yang redup keesokan harinya. Justru, momentum ini seharusnya menjadi pintu masuk untuk menanamkan nilai keberlanjutan ibadah. Jika pada satu malam saja kita mampu memadati masjid, mengapa pada shalat Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya di hari-hari biasa kita begitu sulit melakukannya?

Yang lebih utama dari menghidupkan satu malam adalah menghidupkan lima waktu setiap hari. Shalat lima waktu adalah kewajiban yang disepakati, fondasi agama, dan amal pertama yang akan dihisab. Ramainya malam Nishfu Sya’ban seharusnya menjadi cermin: betapa besar sebenarnya potensi kebaikan umat ini jika semangat itu dijaga secara konsisten.

Momentum Nishfu Sya’ban adalah kesempatan emas bagi para dai, guru, orang tua, dan tokoh masyarakat untuk mengarahkan semangat sesaat menjadi kebiasaan jangka panjang. Dari shalat sunnah menuju penjagaan shalat wajib. Dari doa semalam menuju kedekatan harian dengan Al-Qur’an. Dari tangis taubat sesaat menuju perubahan akhlak yang nyata.

Maka, refleksi terbesar dari Nishfu Sya’ban bukan sekadar pada banyaknya rakaat yang ditunaikan dalam satu malam, tetapi pada sejauh mana malam itu mengubah kualitas ketaatan kita setelahnya.

Jika masjid bisa seramai Nishfu Sya’ban setiap waktu shalat fardhu, itulah tanda bahwa momen telah berhasil berubah menjadi gerakan. Dan di situlah letak kemenangan spiritual yang sesungguhnya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tim Voli Ball Putri MTS As’adiyah No 34 Doping Raih Juara 1 di Ajang Kompetisi Seni, Ilmiah, Olahraga dan Keagamaan (Aksioka) Tahun 2026
Pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Silaturrahmi Nasional Ormas Islam dan Halal bi Halal Idul Fitri 1447 H MUI
Bimbel Primago Bimbel Masuk Pesantren Gontor Terbaik & No 1 di Indonesia
Bimbingan Masuk Gontor Terbaik di Jabodetabek: Primago Bimbel Masuk Gontor Profesional, Berkualitas, dan 100% Lulus Masuk Gontor
Satu Abad Gontor: Forbis IKPM Gontor Siapkan National Economic Summit & Expo 2026
Diskominfo Depok Fasilitasi Magang Siswa SDIT Darul Abidin, Kenalkan Dunia Digital Sejak Dini
Pemkot Depok Siapkan Implementasi RBI di 63 Kelurahan Secara Serentak
Depok Gabung Program PSEL, Sampah Diolah Jadi Energi Listrik

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 10:15 WIB

Kepercayaan Publik Meningkat, Pemerintahan Prabowo Subianto Dinilai Sukses Hadapi Tekanan Global

Sabtu, 18 April 2026 - 09:18 WIB

Pakar Hukum Bantah Tuduhan IAW, Tegaskan PT Nusa Halmahera Mineral Tidak Terlibat Kasus Korupsi

Sabtu, 18 April 2026 - 07:23 WIB

Demi Jaga Kerukunan, Arnod Sihite Tak Setuju Jusuf Kalla Dipolisikan

Jumat, 17 April 2026 - 11:14 WIB

Tim Voli Ball Putri MTS As’adiyah No 34 Doping Raih Juara 1 di Ajang Kompetisi Seni, Ilmiah, Olahraga dan Keagamaan (Aksioka) Tahun 2026

Jumat, 17 April 2026 - 11:10 WIB

Pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Silaturrahmi Nasional Ormas Islam dan Halal bi Halal Idul Fitri 1447 H MUI

Rabu, 15 April 2026 - 19:07 WIB

Puluhan Tokoh Sepakat Lanjutkan Gagasan Try Sutrisno, Kembali ke UUD 1945 dan Haluan Negara

Rabu, 15 April 2026 - 12:07 WIB

Halal Bi Halal Yayasan Amal Insani Perkuat Silaturahmi Alumni HMI Yogyakarta

Selasa, 14 April 2026 - 20:41 WIB

Bimbel Primago Bimbel Masuk Pesantren Gontor Terbaik & No 1 di Indonesia

Berita Terbaru