Pelajar Dibekali Pemahaman 4 Pilar Kebangsaan Untuk Perkuat Nasionalisme

- Editor

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Bukittinggi — Bertempat di Yayasan Pondok Pesantren H. Muhamad Nadist Bukittinggi. Sosialisasi dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan pemahaman serta memperkuat rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda, kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan digelar dengan melibatkan ratusan siswa SMA sebagai peserta. Dalam kegiatan ini, para pelajar diberikan pemahaman mendalam mengenai empat pilar yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk memastikan bahwa generasi muda memiliki landasan ideologis yang kuat dalam menghadapi tantangan global, perkembangan teknologi, serta perubahan sosial yang semakin dinamis. Materi disampaikan dengan metode yang menarik dan interaktif agar sesuai dengan karakter pelajar zaman sekarang atau generasi Z.

Dalam sambutannya, Ade Rezki Pratama selaku pemateri sekaligus Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Dapil SUMBAR II menegaskan bahwa peran anak muda sangat penting dalam menjaga keutuhan NKRI. Menurutnya, tantangan bangsa saat ini bukan hanya bersifat fisik, tetapi juga dalam bentuk penyebaran informasi yang salah, intoleransi, fanatisme sempit, serta penyalahgunaan teknologi komunikasi yang memecah persatuan.

“Pelajar hari ini adalah pemimpin masa depan. Karena itu, memahami nilai-nilai kebangsaan bukan hanya penting, tetapi wajib. Nasionalisme bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam sikap, tutur kata, dan tindakan sehari-hari,” tegas Ade Rezki di hadapan peserta, Sabtu (18/10/2025).

Para siswa juga diajak untuk menanamkan dan mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghormati perbedaan, tidak mudah terprovokasi isu SARA, menggunakan media sosial secara bijak, serta menerapkan gotong royong dan toleransi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Dani sebagai salah satu peserta mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. Ia menilai, sosialisasi 4 pilar sangat relevan dengan kehidupan pelajar saat ini.

“Kegiatannya sangat bermanfaat. Kami jadi lebih paham makna persatuan dan toleransi. Sekarang kami tahu bahwa menjaga NKRI bisa dimulai dari hal kecil, misalnya tidak menyebarkan hoaks atau menghina suku dan agama teman,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar tidak hanya memahami konsep Empat Pilar dalam konteks teori, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam perilaku, pola pikir, serta sikap sosial. Penguatan karakter kebangsaan diyakini menjadi modal penting dalam menjaga masa depan bangsa agar tetap kokoh, maju, dan berwibawa.

Sosialisasi ini ditutup dengan ajakan agar seluruh siswa terus menjadi agen pemersatu bangsa dengan membawa semangat toleransi, persaudaraan, dan cinta tanah air dalam setiap aktivitas yang mereka lakukan.

“Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter. Pelajar harus menjadi garda depan dalam menjaga persatuan dan mewujudkan Indonesia yang damai dan maju,” tutup Ade Rezki.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Prabowo Hadiri May Day di Monas, Simbol Negara Hadir Untuk Buruh
Pengawasan Ketahanan Pangan, Dewa Agung Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Tinjau Gudang BULOG Sempidi di Bali, Pastikan Stok Beras Aman
Fani Foundation Buka Kesempatan untuk Warga Ciamis Banjar Pangandaran: Perkuat Komitmen Cetak Generasi Muda Berprestasi dan Pemimpin Masa Depan
Polres Kebumen Amankan 76 Ribu Obat Keras Ilegal dalam Operasi 90 Menit, Sasar Pelajar
Kasus Jalan Halmahera Selatan Meledak, Gubernur Malut Digugat Badan Arbitrase Nasional Indonesia
Langkah Cepat Prabowo Pasca Tragedi Kereta di Bekasi: Santuni Korban, Dorong Reformasi Keselamatan
Pelayanan Samsat Jakarta Timur Makin Prima, Warga Apresiasi Kemudahan dan Kecepatan
Santri Mengabdi: Istilah “Mubah” Lebih Tepat untuk Domino daripada “Halal”

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:45 WIB

Hardiknas 2026: Menghidupkan Kembali Ruh Pendidikan, Mengingat Peran Jamiat Kheir dalam Sejarah Bangsa

Rabu, 29 April 2026 - 17:10 WIB

Best Seller Buku Panduan Masuk Pondok Modern Darussalam Gontor

Rabu, 29 April 2026 - 09:58 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Bangun Ekosistem Transaksi Cashless dan Digitalisasi Program Pesantren

Rabu, 29 April 2026 - 08:53 WIB

SMK Keluarga Widuri Gelar Tour Wisata Edukasi Bromo, Malang Jogja Tahun 2026 Bersama Dirgantara IAI Tour Travel Depok

Selasa, 28 April 2026 - 07:59 WIB

SPMB 2026–2027 RESMI DIBUKA! Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago (Akreditasi B)

Sabtu, 25 April 2026 - 10:36 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Mengikuti Festival Hari Bumi 2026 Bersama 55 Santri dan Guru

Jumat, 17 April 2026 - 11:14 WIB

Tim Voli Ball Putri MTS As’adiyah No 34 Doping Raih Juara 1 di Ajang Kompetisi Seni, Ilmiah, Olahraga dan Keagamaan (Aksioka) Tahun 2026

Jumat, 17 April 2026 - 11:10 WIB

Pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Silaturrahmi Nasional Ormas Islam dan Halal bi Halal Idul Fitri 1447 H MUI

Berita Terbaru