Sempat Bersitegang, Satpol PP Tegas Tertibkan PKL di Alun-alun Kebumen

- Editor

Selasa, 20 Mei 2025 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebumen, Siaran Idonesia – Puluhan pasukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali melakukan menertibkan PKL di kawasan Alun-alun Pancasila Kebumen, pada Senin sore 19 Mei 2025. Penertiban ini dipimpin oleh Kepala Bidang Penegakan Perda (Gakda) Satpol PP Juniadi Prasetyo.

Juni menyampaikan, pihak sudah berulang kali mengingatkan, mengimbau dan menegur para PKL dan jasa mainan anak agar tidak berjualan atau beroperasi di kawasan Alun-alun Kebumen. Bahkan penertiban juga beberapa kali dilakukan. Namun sebagian dari mereka masih saja melanggar.

“Maka dengan terpaksa kami tadi mengamankan beberapa dagangan milik PKL mainan anak untuk kita angkut ke kantor, karena sudah berulang kali kita ingatkan, masih saja melanggar,” ujar Juni di Alun-alun Kebumen.

Juni menjelaskan, sesuai dengan Perda Nomor 2 Tahun 2018 dan Perda Nomor 4 Tahun 2020, serta Peratutan Bupati, disebut kawasan Alun-alun dilarang untuk berjualan PKL atau jasa mainan anak, kecuali yang sudah ditempatkan di Kapal Mendoan. Ia berharap pedagang atau masyarakat memahami aturan itu.

“Dalam penindakan ini tentunya kita sudah sesuai SOP atau tata aturan yang ada. Artinya dalam menindakan ini kita tidak pandang bulu, tidak pilah pilih, siapapun yang melanggar, pastinya akan kita tindak,” terangnya.

Dalam penertiban kali ini sempat terjadi ketegangan antara Satpol PP dengan pedagang mainan anak. Pasalnya mereka kekeuh tidak mau dagangannya disita untuk dibawa ke kantor. Namun dengan ketegasan Satpol PP, akhirnya barang dagangan mereka berhasil diangkut.

“Dalam penertiban kali ini, tadi ada tiga PKL yang dagangannya kia amankan. Semua mainan anak dan jasa mainan anak. Jadi sepanjang kita berpegang pada aturan tidak perlu takut untuk melangkah atau bertindak,” jelas Juni.

Yang juga disesali kata Juni, selain melanggar Perda, para PKL ini juga ada yang kedapatan sedang minum-minuman keras jenis ciu. Menurutnya ini bisa membahayakan dan menganggu ketertiban dan kenyamaman masyarakat karena yang bersangkutan terpengaruh minuman beralkohol.

Juni mengingatkan, mereka yang tetap melanggar bisa dikenakan tindak pindana ringan (Tipiring) dengan ancaman hukuman penjara tiga bulan, atau denda yang harus dibayarkan. Karena itu, Juni berharap PKL dan jasa mainan anak bisa memahami dan mematuhi aturan yang ada.

Ia berharap kondisi seperti ini akan berjalan seterusnya. Biarkan alun-alun digunakan sebagaimana mestinya, yakni untuk sarana olahraga, bermain, dan kegiatan bermasyarakat. “Bagi yang ingin menikmati kuliner silakan bisa datang ke Kapal Mendoan, atau di luar alun-alun,” ucapnya.

Untuk menjaga Alun-alun dari gempuran PKL liar, pihaknya bakal terus melakukan penjagaan atau patroli secara berkala. Jika masih ada yang kedapatan berjualan, maka pihaknya tak segan untuk menertibkan pedagang yang bersangkutan.

“Jadi selama teguran kami tidak diindahkan, maka penertibkan akan terus kita laksanakan,” ujarnya.

Ia menyebut dagangan PKL yang diamankan bisa diambil dengan mengisi surat perjanjian agar tidak mengulang kembali.

“Pertama mereka akan kita wajibkan lapor, tiga kali selama tiga hari sekali. Setelah itu kita buatkan surat perjanjian, kemudian kita kembalikan dagangan berserta Sarprasnya dengan catatan tidak mengulang lagi,” tandasnya. (Bar)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Penerimaan Mahasiswa Baru 2026, STMIK Kebumen Buka Dua Sekretariat Sekaligus
Ketua DPD Tani Merdeka Kebumen Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Berantas Korupsi Tanpa Pandang Bulu
STMIK Kebumen Cetak Inovator Muda Lewat Tiga Aplikasi AI
HMI Cabang Kebumen Tempuh Jalur Resmi, Minta Klarifikasi Empat Dinas soal Operasional Salah Satu Tempat Karaoke
Tragedi Matinya Tapir di Mesuji: SIGER Institute Soroti Darurat Tata Kelola Lingkungan dan Lambannya Respons Otoritas Terkait
Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang
AMALK Berencana Dirikan Posko di Alun-Alun Kebumen Dukung Penuntasan Kasus BUMD AUKJ
Kasus BUMD AUKJ Kebumen Memanas, Penasihat Hukum Berharap Penyidik Ungkap Semua Pihak yang Terlibat

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 18:31 WIB

Taruna Ikrar : Peredaran Kosmetik Ilegal Meningkat di Ruang Digital, BPOM Temukan Nilai Ekonomi Rp260,7 Miliar

Senin, 13 Juli 2026 - 18:28 WIB

Romo Syafi’i Jabat Koordinator Presidium MN Kahmi, Usulkan Prabowo Anggota Kehormatan

Senin, 13 Juli 2026 - 08:27 WIB

Indonesia Jadi Negara Pertama Terapkan Biosolar B50 Secara Nasional, Tonggak Baru Kemandirian Energi

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:38 WIB

MN KAHMI Tolak Rivalitas Antarpenegak Hukum, Desak Presiden Perkuat Sinergi Pemberantasan Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:53 WIB

KH. Hafidz Taftazani: PPIU yang Pasang Iklan Menyesatkan Harus Diberi Sanksi Tegas

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:58 WIB

Resmikan Lima Bendungan Sekaligus, Prabowo Tegaskan Komitmen Wujudkan Ketahanan Air Nasional

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:03 WIB

Sinergi Penegak Hukum Lebih Penting daripada Unjuk Kekuatan di Ruang Publik

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:02 WIB

Puspoll Apresiasi Polri Usut Dugaan Korupsi Batu Bara PLTU: Jaga Ketahanan Energi dan Kepentingan Rakyat

Berita Terbaru