Presidium FORHATI Maluku Utara Kesadaran Politik Kaum Muda Harus dibangkitkan dengan Diskusi Politik Sejak Dini

- Editor

Minggu, 23 Januari 2022 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(23/01) Nur Institute kembali menyelenggarakan diskusi publik dengan tema “Apa Salah Presidential Threshold di Pilpres 2024?”. Pada kesempatan itu dihadiri oleh enam narasumber dari berbagai latarbelakang yang beragam. Keseluruhannya pun merupakan representasi dari kaum muda yang selalu aktif memperjuangkan narasi gagasan dengan landasan semangat juang pemuda.

Diskursus pengaturan sistem Presidensial Threshold (PT) beberapa tahun belakangan menimbulkan tanggapan pro-kontra di berbagai kalangan. Pihak yang pro dengan sistem PT mendalilkan bahwa ambang batas diperlukan untuk memperkuat sistem Presidensial dan jalan konstitusional untuk mewujudkan model partai politik sederhana.

Marlina Buamona (Presidium FORHATI Maluku Utara) memandang forum diskusi publik yang mengangkat tema politik dengan melibatkan aktivis dan politisi muda menjadi amat penting dalam rangka meningkatkan kesadaran generasi muda sebagai penyangga bangsa ini. Begitu pula, dalam konteks kehidupan bernegara, kehadiran parpol adalah penyangga demokrasi.

“Kerja keras partai politik akan menentukan indikator pilihan rakyat. Keberadaan PT menurut saya menjadi penting untuk mengukur indikator kesungguhan parpol dalam bekerja keras. Tentu berbeda perlakuan antara parpol yang telah bekerja keras dengan parpol yang tidak bekerja keras. Menghapus PT tidak relevan dengan konteks keadilan”, tegas Marlina Buamona.

M.Thobahul Aftoni, (Sekretaris Jenderal PP Gerakan Pemuda Ka’bah) menegaskan pengaturan PT 20 persen perolehan kursi di DPR atau 25 persen perolehan suara sah nasional tidak menimbulkan masalah dari segi konsolidasi demokrasi. Ia menilai, penolakan terhadap PT merupakan dinamika politik dari partai politik oposisi. Demikian pula alasan penghapusan PT sebagai usaha untuk meningkatkan partisipasi pemilih, dalam prakteknya tidak juga benar.

“Pemilu 2004 ke 2019 justru mengalami peningkatan dari segi partisipasi pemilih. Pada 2004 dengan kehadiran calon lebih dari 2, partisipasi pemilih hanya 23 persen. Sedangkan dengan sistem PT di 2019 partisipasi pemilih sebesar 80 persen. Dengan PT konsolidasi politik dapat dilakukan sebelum pemilu, sehingga melahirkan Koalisi yang lebih solid dan akan terjadi penyamaan visi antara parpol koalisi.”, ungkap M.Thobahul Aftoni.

Dwi Candra Putra (Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta/ Fraksi Partai Nasdem) mengungkapkan harapan besar kepada generasi muda untuk tidak anti-politik. Karena 5 tahun atau 10 tahun ke depan Indonesia akan dipimpin oleh anak muda sekarang.

“Jika saya ditanya apakah sistem PT itu salah?, baik sebagai politisi muda, sebagai wakil ketua Fraksi Nasdem DPRD kota Yogyakarta, dan sebagai ketua badan pemenang pemilu kota Yogyakarta, saya tegaskan sistem PT tidak ada yang salah”, tegas Dwi Candra Putra

“Pengaturan PT ini diatur dalam UU 7 tahun 2017, dan berkali-kali telah diajukan judicial review ke MK, namun faktanya dalil permohonan para pemohon tidak dapat meyakinkan MK bahwa PT bermasalah. Jika kita melacak asal pengaturannya, PT ini dulu dibuat oleh pihak oposisi sekarang. Menariknya, pimpinan DPR dulu tidak memberikan catatan apa pun terhadap sistem PT yang diatur UU tersebut. Tapi mengapa baru sekarang dipersoalkan”, lanjutnya.

Pada diskusi kali ini tidak sekedar acara seremonial belaka, namun menjadi momentum konsolidasi kepemudaan dalam melakukan evaluasi serta proyeksi menuju Indonesia emas.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:37 WIB

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:07 WIB

Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terbaru