SiaranIndonesia.com-Komitmen Pondok Modern Darul Falah Cimenteng Subang dalam memberikan layanan pendidikan terbaik kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Tes Minat, Bakat dan Potensi bagi santri baru. Bekerja sama dengan Tes Primagen (Genetic Mapping Program).
Kepala Madrasah Aliyah Pondok Modern Darul Falah Al-Ustadz Asep Hendra, S.ST. mengatakan kegiatan ini di gelarl sebagai langkah awal untuk mengenali potensi, karakter, serta kemampuan setiap santri sejak memasuki jenjang pendidikan di pesantren.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Pondok Modern Darul Falah Cimenteng yang berada di Jalan Raya Lapang No No.Km. 18, RT.1/RW.1, Cimenteng, Kec. Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Hendra mengatakan, kegiatan ini juga bagian dari program tahunan yang secara konsisten dilaksanakan untuk mendukung pembinaan santri dan santriwati secara menyeluruh. Tes Primagen ini tidak hanya mengukur tingkat kecerdasan, tetapi juga memetakan minat, bakat, gaya belajar, hingga karakter kepribadian santri.
“Melalui tes ini, para guru akan lebih mudah memahami potensi yang dimiliki setiap santri. Hasilnya akan menjadi dasar dalam merancang pembelajaran dan pembinaan, baik di bidang akademik maupun nonakademik, sehingga potensi mereka dapat berkembang secara maksimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian tes berlangsung dengan tertib dan lancar. Santri dan santriwati mengikuti setiap sesi dengan pendampingan langsung dari Tim Primagen serta guru-guru Pondok Modern Darul Falah, Cimenteng Subang.
“Semoga hasil tes ini menjadi pijakan bagi kami untuk memberikan pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas serta mampu mengantarkan setiap santri meraih prestasi sesuai bakat dan kemampuannya,” tambah Hendra.
Sementara itu, Konsultan Primagen Indonesia, Dr Awaluddin Faj, M.Pd., menjelaskan bahwa Primagen merupakan lembaga tes minat dan bakat melalui tapak tangan dan sidik jari yang telah berdiri sejak tahun 2023 dan memiliki komitmen dalam pelayanan pendidikan, bimbingan, pendampingan anak, remaja, keluarga, serta pengembangan sumber daya manusia.
Menurutnya, tes Primagen ini bertujuan membantu sekolah/pesantren dalam menentukan strategi pendidikan yang lebih efektif dan efisien, memantau perkembangan peserta didik, serta meningkatkan motivasi belajar.
Test Primagen ini dilakukan secara komprehensif melalui delapan aspek utama, yaitu perkembangan IQ, kecerdasan emosional, kemampuan belajar, dominasi fungsi otak, pola belajar, Jurusan yang Tepat, efektivitas belajar, serta tipologi emosi dan kepribadian. Melalui pemetaan tersebut, sekolah memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai potensi setiap santri sehingga pembinaan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
Al-Ustadz Komarudin, M.Pd. Pimpinan Pondok Modern Darul Falah Cimenteng yang juga hadir pada kegiatan tes minat bakat itu memaparkan bahwa manusia terlahir dengan potensinya masing-masing, inilah sesungguhnya yang terjadi dalam dunia pendidikan agar anak didik bisa menemukan potensi dan solusi terhadap masalah yang ia hadapi. Ia mengatakan, “karena itu, Pondok Modern Darul Falah Cimenteng melaksanakan tes Primagen untuk menemukan minat dan bakat bagi santri, khususnya kelas tujuh.
Lanjut Ustadz Komarudin, Pelaksanaan tes Primagen minat dan bakat ini menjadi bukti nyata bahwa Pondok Modern Daarul Falah Cimenteng tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga berkomitmen mengembangkan potensi, karakter, dan bakat setiap santri. Dengan mengenali kemampuan sejak dini, pesantren optimistis mampu melahirkan generasi yang unggul, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Terpisah, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pesantren dipegang oleh Ustadz H. Agus Maulana menjelaskan bahwa pelaksanaan tes Primagen untuk menemukan minat dan bakat ini insya Allah banyak memberi dampak positif untuk kemajuan Pondok Modern Darul Falah Cimenteng, Ia mengatakan bahwa program ini sangat baik untuk para santri dan santriwati guna untuk menggali potensi diri sehingga bisa lebih maju dan tahu akan kelemahan yang ada dalam diri kita.
“Semakin banyak kita menggali potensi diri, maka akan banyak kemungkinan kita akan memperbaiki kinerja, dan semakin banyaknya juga kita mengenal kelemahan diri tentu akan lebih banyak berbuat untuk menutupi kelemahan itu,” tutur alumni Gontor ini
























