Tujuh Tokoh Terima Gelar “Ki” dalam Pagelaran Wayang Padepokan Kosgoro 57 di Mojokerto

- Editor

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prosesi penyerahan sertifikat dilakukan oleh Muchdi Purwoprandjono bersama M. Ridwan Hisjam.

Prosesi penyerahan sertifikat dilakukan oleh Muchdi Purwoprandjono bersama M. Ridwan Hisjam.

Mojokerto, Siaran Indonesia — Padepokan Kosgoro 57 menganugerahkan gelar kehormatan “Ki” kepada tujuh tokoh dalam pagelaran wayang kulit yang berlangsung di Pendopo Trowulan, Mojokerto, Selasa (5/5/2026). Pagelaran ini mengusung lakon Parikesit Jumeneng Ratu yang sarat pesan kepemimpinan dan pengabdian.

Tujuh penerima gelar kehormatan “Ki” beserta jabatannya yakni Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat selaku Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia, Fanshurullah Asa selaku Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia.

Lalu ada Mukhtar Tompo sebagai tokoh masyarakat Sulawesi Selatan, Izhari Mawardi selaku Wakil Bendahara Umum Persatuan Insinyur Indonesia, Adik Dwi Putranto selaku Ketua Kadin Jawa Timur, Muhammad Nabil selaku Ketua KONI Jawa Timur, serta Lutfil Hakim selaku Ketua PWI Jawa Timur.

Ridwan Hisjam: Biaya Politik Mahal, Demokrasi Terancam Elitis

Gelar “Ki” diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh yang dinilai memiliki jasa dan kontribusi besar, tidak hanya di bidang pendidikan dan budaya, tetapi juga sosial.

Prosesi penyerahan sertifikat dilakukan oleh Muchdi Purwoprandjono bersama M. Ridwan Hisjam. Sementara itu, penyerahan selendang kehormatan dilakukan oleh La Nyalla Mattalitti.

Menambah kekhidmatan acara, dilakukan pula penyerahan simbol wayang tokoh Parikesit dari Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat kepada M. Ridwan Hisjam sebagai wujud estafet nilai kepemimpinan dan pelestarian budaya.

Ridwan Hisjam: IHSG Anjlok Alarm Serius, Hilirisasi Tak Boleh Setengah Hati

Dalam sambutannya, M. Ridwan Hisjam menegaskan bahwa penganugerahan ini bukan sekadar simbol, melainkan amanah budaya.

“Gelar ‘Ki’ ini adalah bentuk penghormatan sekaligus tanggung jawab moral untuk terus menjaga, merawat, dan mengembangkan nilai-nilai budaya serta pendidikan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan.

“Ini bukan hanya kehormatan pribadi, tetapi juga pengingat bagi kami semua untuk terus berkontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, budaya, dan sosial di tengah masyarakat,” tuturnya.

Pagelaran wayang dipimpin oleh dalang Ki Senoaji yang membawakan lakon dengan penuh penghayatan. Acara ini turut dihadiri Semar Romo Bayu Suryoadiwinata dari Subang, serta perwakilan dari Padepokan Macan Putih dan Padepokan Peci Merah Nusantara.

Tak hanya dihadiri para tokoh, masyarakat Trowulan juga tampak berbondong-bondong memadati lokasi acara. Mereka antusias menyaksikan jalannya pagelaran wayang hingga selesai, menjadikan suasana semakin meriah dan penuh semangat pelestarian budaya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mengapresiasi tokoh-tokoh yang berkontribusi nyata dalam memajukan pendidikan, kebudayaan, dan sosial, sekaligus memperkuat pelestarian budaya bangsa melalui seni wayang kulit. (Bar)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Kepala BPOM Taruna Ikrar Tegaskan Aturan Baru Menyoal Keamanan dan Pengawasan Obat, Bukan regulasi SDM Apoteker di Ritel Modern
MN KAHMI Minta Program Tambang Rakyat Harus Pertimbangkan Aspek Lingkungan
Puspoll Indonesia: Kehadiran Langsung Presiden Prabowo di DPR Kirim Sinyal Optimisme dan Kepastian Arah Negara
Rakernas Inkopontren Dorong Modernisasi Koperasi Pesantren
Refleksi Harkitnas: Pendidikan Harus Melahirkan Pemimpin Berintegritas dan Berpihak kepada Rakyat
GASS D1, Salah Satu Relawan Pendukung Wali Kota Depok Terpilih Supian Suri Gelar Family Gathering dan Tasyakuran Berdirinya Yayasan Baru
Podcast “Suara Demokrasi” Resmi Diluncurkan: Bahas Isu Demokrasi Hingga Tren Viral
BLBI Rp 211 Triliun Belum Tuntas, Rio Setiawan LSM LIRA Kediri: Negara Harus Menang Melawan Pengemplang Uang Rakyat

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:01 WIB

Kepala BPOM Taruna Ikrar Tegaskan Aturan Baru Menyoal Keamanan dan Pengawasan Obat, Bukan regulasi SDM Apoteker di Ritel Modern

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:59 WIB

MN KAHMI Minta Program Tambang Rakyat Harus Pertimbangkan Aspek Lingkungan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:57 WIB

Puspoll Indonesia: Kehadiran Langsung Presiden Prabowo di DPR Kirim Sinyal Optimisme dan Kepastian Arah Negara

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:36 WIB

Refleksi Harkitnas: Pendidikan Harus Melahirkan Pemimpin Berintegritas dan Berpihak kepada Rakyat

Senin, 18 Mei 2026 - 08:10 WIB

GASS D1, Salah Satu Relawan Pendukung Wali Kota Depok Terpilih Supian Suri Gelar Family Gathering dan Tasyakuran Berdirinya Yayasan Baru

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:06 WIB

Podcast “Suara Demokrasi” Resmi Diluncurkan: Bahas Isu Demokrasi Hingga Tren Viral

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:01 WIB

BLBI Rp 211 Triliun Belum Tuntas, Rio Setiawan LSM LIRA Kediri: Negara Harus Menang Melawan Pengemplang Uang Rakyat

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:59 WIB

BPOM dan WHO Perbarui Kerja Sama 2026—2027, Ada Hibah Rp17 Miliar

Berita Terbaru