Ridwan Hisjam: Biaya Politik Mahal, Demokrasi Terancam Elitis

- Editor

Minggu, 22 Februari 2026 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Siaran Indonesia — Politikus Partai Golkar, Ridwan Hisjam, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal mahalnya biaya politik sebagai cermin persoalan lama yang belum terselesaikan dalam sistem demokrasi Indonesia.

“Biaya politik kita memang tinggi. Ini bukan hal baru, tapi sekarang dampaknya makin terasa,” kata Ridwan saat dihubungi, Minggu 22 Februari 2026.

Prabowo sebelumnya menyinggung tingginya ongkos politik sebagai salah satu hambatan dalam proses demokrasi. Ia mengisyaratkan perlunya perbaikan sistem agar kompetisi politik tidak membebani kandidat secara berlebihan.

Menurut Ridwan, mahalnya biaya politik terjadi sejak tahap pencalonan hingga kampanye. Pengeluaran untuk sosialisasi, logistik, saksi, hingga konsolidasi struktur partai dinilai terus meningkat dari satu pemilu ke pemilu berikutnya.

“Kalau ini tidak dibenahi, politik hanya akan diisi mereka yang punya modal besar. Itu berbahaya bagi kualitas demokrasi,” ujarnya.

Anggota DPR periode sebelumnya itu mendorong pembenahan sistem pendanaan partai politik. Ia menilai negara perlu memperkuat dukungan anggaran kepada partai disertai mekanisme akuntabilitas yang ketat.

Selain itu, Ridwan menekankan pentingnya transparansi dana kampanye dan pengawasan yang lebih efektif dari penyelenggara pemilu. Tanpa itu, kata dia, potensi politik transaksional akan sulit ditekan.

“Demokrasi harus memberi kesempatan yang setara. Jangan sampai akses politik hanya milik kelompok tertentu,” kata Ridwan.

Pernyataan Prabowo mengenai biaya politik kembali memunculkan perdebatan lama tentang reformasi sistem kepartaian dan pembiayaan politik.

Sejumlah kalangan menilai persoalan tersebut tak hanya menyangkut regulasi, tetapi juga budaya politik dan tata kelola partai yang belum sepenuhnya transparan. (Al)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Arogan dan Kebal Hukum, Pabrik Hebel PT IKN di Rawalo Copot Spanduk Penyegelan hingga Intimidasi Warga
KKMI PCC Gelar Audiensi dengan Pemerintah Kota Jakarta Timur, Bahas Kolaborasi dan Penguatan Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Melalui Program Perkemahan Madrasah
Beredar Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Patut Diduga Berkaitan Dengan Upaya Mencaplok Saham Minoritas
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, BPOM Terbitkan 126.123 Izin Edar Pangan, Perketat Pengawasan MBG dan Koperasi Merah Putih
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
DISPERDAGIN KABUPATEN BANDUNG TERIMA KUNJUNGAN PESERTA KKP SESPIMMA POLRI ANGKATAN KE-76 TAHUN
Dua Tahun Prabowo: Konsolidasi Kekuasaan dan Ujian Kepercayaan Publik
Arah Baru Syarikat Islam: Dari Penguatan Fondasi ke Akselerasi Eksekusi

Berita Terkait

Jumat, 17 Januari 2025 - 00:55 WIB

Di Penghujung Akhir 2024, Penjualan Mobil Suzuki Melambung 10%, Ini Pendongkraknya!

Kamis, 5 Desember 2024 - 19:59 WIB

Toyota Eco Youth (TEY) ke-13 Masuki Tahap Pendampingan Finalis

Rabu, 4 September 2024 - 22:17 WIB

GWM Indonesia Resmikan Dealer Pertama di Jawa Barat

Selasa, 3 September 2024 - 11:06 WIB

HUT ke-18, Innova Community Sebarkan Semangat Netralitas Karbon

Jumat, 30 Agustus 2024 - 21:01 WIB

Uji Emisi Jadi Syarat Perpanjanggan STNK, Ini yang Dilakukan Bengkel Auto2000

Kamis, 13 Juni 2024 - 10:52 WIB

SMP Kemala Bhayangkari 2 Trip To Yogya 2024 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Rabu, 12 Juni 2024 - 10:53 WIB

AHM Luncurkan Rebel 1100 Bagi Pecinta Big Bike Cruiser

Senin, 13 Mei 2024 - 11:36 WIB

Mobil Tua Tak Boleh Lagi Beroperasi di Jakarta, PPKMI Bali Siap Tampung!

Berita Terbaru