Mojokerto, Siaran Indonesia — Menjelang penganugerahan gelar kehormatan “Ki” dari Padepokan Kosgoro 57, Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat bersama rombongan melaksanakan ziarah ke petilasan Eyang Gajah Mada di kawasan Trowulan, Mojokerto, Selasa (5/5/2026).
Rombongan setibanya di lokasi disambut dan diterima oleh juru kunci Makam Panggung, Suroto, sebelum melaksanakan doa bersama.
Ziarah dilakukan di kawasan Makam Panggung yang terletak di belakang Pendopo Agung, Dusun Nglinguk, Trowulan. Situs ini dikenal sebagai bagian dari kawasan cagar budaya peninggalan Majapahit. Meski disebut “makam”, tempat tersebut sejatinya merupakan petilasan atau tempat suci, bukan lokasi pemakaman manusia.
Selain berziarah di Makam Panggung, rombongan juga mengunjungi Patok Gajah yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut. Prosesi doa berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan nilai-nilai sejarah bangsa.
Ridwan Hisjam dalam Pusaran Politik Nasional
Dalam keterangannya, Suroto menegaskan bahwa Makam Panggung bukanlah lokasi Patih Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yang legendaris. Menurutnya, petilasan tersebut lebih diyakini sebagai tempat Sang Mahapatih Majapahit bertapa dan memohon restu kepada Yang Maha Kuasa atas Sumpah Amukti Palapa yang telah dirumuskan.
“Setelah Sumpah Palapa dirumuskan oleh Maha Patih Gajah Mada, sebelum diikrarkan di Keraton Majapahit, sumpah itu diucapkan lebih dulu kepada Yang Maha Kuasa untuk mendapatkan ridlo. Dan diyakini, Yang Maha Kuasa memberikan ridlo-Nya karena hal itu untuk kepentingan bersama,” terangnya.
Ia menambahkan, hanya berselang beberapa hari setelah bersemedi di tempat tersebut, Gajah Mada kemudian dinobatkan menjadi Mahapatih Amengkubumi Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Tribuwana Tunggadewi, putri Raden Wijaya.
Tujuh Tokoh Terima Gelar “Ki” dalam Pagelaran Wayang Padepokan Kosgoro 57 di Mojokerto
“Kalau ikrar Sumpah Palapa dilakukan di keraton Majapahit, disaksikan ratu, senopati, dan abdi dalem. Namun hingga kini, posisi pasti keraton Majapahit itu sendiri belum bisa dipastikan,” jelasnya.
Ziarah ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sebelum prosesi penganugerahan gelar “Ki”, sekaligus sebagai refleksi atas nilai kepemimpinan, persatuan, dan pengabdian.
Dalam kesempatan tersebut, Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat menyampaikan bahwa ziarah ini memiliki makna mendalam.
“Ziarah ini bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi pengingat bagi kami untuk terus meneladani semangat persatuan dan pengabdian yang diwariskan oleh para leluhur. Nilai-nilai inilah yang harus kita jaga dan teruskan, terutama dalam kontribusi terhadap pendidikan, budaya, dan sosial,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa momentum tersebut menjadi refleksi sebelum menerima amanah gelar kehormatan.
“Gelar ‘Ki’ yang akan kami terima bukan hanya penghargaan, tetapi tanggung jawab untuk terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam prosesi penganugerahan yang digelar usai ziarah, M. Ridwan Hisjam selaku Ketua Dewan Pembina Pimpinan Pusat Padepokan Kosgoro 57 menyerahkan langsung sertifikat gelar kehormatan “Ki” kepada Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat.
Dengan mengawali kegiatan melalui ziarah di situs bersejarah tersebut, diharapkan semangat pengabdian para penerima gelar “Ki” semakin kuat dan berakar pada nilai-nilai luhur bangsa. (Al)
























