Tingkatkan Profesionalisme Amil dan Tata Kelola Zakat, Sinergi Amil Zakat Ikuti Uji Coba Modul Pembinaan Zakat Kemenag RI

- Editor

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com – Dana zakat memiliki bobot yang cukup berat sebagai dana titipan umat. Diperlukan kompetensi dan profesionalisme tinggi untuk bisa mengelola dan menyalurkan zakat agar dapat menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat. Karenanya, Lembaga Amil Zakat (LAZ) perlu terus meningkatkan kualitas lembaga dan kapasitas amilnya secara berkala untuk mengikuti perkembangan zaman.

Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam pun menggelar kegiatan _Uji Coba Modul Pembinaan Zakat dan Wakaf_ untuk mendorong peningkatan kualitas LAZ. Kegiatan ini juga diikuti LAZ Yayasan Semai Sinergi Umat yakni Sinergi Amil Zakat. Forum dilaksanakan di Hotel Grand Dafam Braga, Kota Bandung tanggal 30 Juni – 2 Juli. Pimpinan dan perwakilan berbagai LAZ di Jawa Barat hadir dalam forum ini, sebagaimana Sinergi Amil Zakat yang diwakili Waeli Mohdan selaku direktur.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis Kementerian Agama untuk mengembangkan standar nasional pembinaan bagi para amil, melalui uji coba modul yang telah dirancang sejak Januari 2025. Bagi Sinergi Amil Zakat, keterlibatan dalam forum ini merupakan bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas kelembagaan dan kapasitas amil sebagai sumber daya manusia, serta kontribusi aktif dalam menyusun arah pengelolaan zakat yang lebih terukur dan terstruktur di masa depan.

Modul pembinaan yang diujicobakan dalam kegiatan ini mencakup tujuh aspek kunci, yaitu: hukum dan regulasi terkait zakat, tata kelola pengumpulan, tata kelola distribusi dan pemanfaatan, tata kelola koordinasi, tata kelola operasional, tata kelola perencanaan dan pengembangan, serta tata kelola kontrol.

Peserta dibagi dalam kelompok dan diberikan tugas untuk mengkaji secara mendalam setiap bagian modul. Peserta juga dapat memberikan masukan berdasarkan pengalaman praktik masing-masing lembaga. Pendekatan partisipatif ini diharapkan dapat memperkuat relevansi modul terhadap kebutuhan nyata di lapangan, sehingga pembinaan amil ke depannya benar-benar kontekstual dan solutif.

Dalam sesi diskusi, ditekankan pula pentingnya pendekatan berbasis data dalam setiap proses distribusi zakat. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah urgensi pemahaman terhadap klasifikasi tingkat kemiskinan masyarakat berdasarkan desil ekonomi. Dengan pemetaan ini, program-program zakat dapat lebih tepat sasaran—dari penanganan kemiskinan ekstrem hingga pemberdayaan mustahik agar tumbuh menjadi muzaki.

Sinergi Amil Zakat menilai pendekatan ini sangat sejalan dengan visi lembaga untuk menjadikan zakat sebagai instrumen yang tidak hanya memberi bantuan sesaat, tetapi juga menciptakan kemandirian yang berkelanjutan.

Selain itu, forum ini juga menjadi ruang sosialisasi regulasi terbaru, yakni Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 19 Tahun 2024, yang memberikan penyegaran terhadap ketentuan operasional LAZ. Di antaranya, penyesuaian target penghimpunan zakat untuk LAZ tingkat kota dan provinsi, serta penyederhanaan proses perpanjangan izin melalui aplikasi SIMZAT. Bahkan, rekomendasi Dewan Pengawas Syariah kini dapat diterbitkan oleh organisasi masyarakat Islam, tidak lagi terbatas hanya pada MUI. Perubahan-perubahan ini menunjukkan keterbukaan pemerintah untuk mendorong efisiensi tanpa mengurangi prinsip akuntabilitas dan transparansi.

Diskusi dalam forum ini juga menyentuh isu-isu sosial yang mengemuka di Jawa Barat, seperti kemiskinan ekstrem, angka perceraian yang tinggi, hingga stunting, sebagai tantangan nyata yang dapat didekati melalui program-program zakat yang terencana dan terukur.

Forum ini juga menjadi ruang evaluasi kinerja lembaga zakat melalui pemaparan Indeks Zakat Nasional (IZN), sebuah instrumen pengukuran yang dikembangkan oleh Puskas BAZNAS (yang kini berada di bawah Direktorat Litbang). IZN digunakan untuk menilai berbagai aspek tata kelola zakat, mulai dari pengumpulan hingga dampak distribusi.

Adapun skor IZN untuk Provinsi Jawa Barat mencatatkan angka 0,70. Hasil ini mencerminkan capaian yang baik namun tetap menyisakan ruang perbaikan. Skor tersebut menjadi bahan refleksi dan evaluasi diri bagi masing-masing LAZ di Jawa Barat, khususnya dalam aspek perencanaan program dan penguatan indeks kesejahteraan mustahik berbasis _Community-Based Assessment System_ (CBAS).

Dalam wawancara terpisah, Direktur Sinergi Amil Zakat, Waeli Mohdan, menyampaikan kegiatan ini membuka cakrawala baru dalam upaya peningkatan kualitas amil. Menurut beliau, amil zakat saat ini harus berkembang sebagai profesi yang terukur, terstandar, dan memiliki jalur pengembangan yang jelas. “Amil bukan sekadar pelaksana teknis. Ia adalah agen perubahan sosial yang harus paham hukum, menguasai data, dan bisa menggerakkan program yang berdampak,” ujarnya.

Sinergi Amil Zakat juga menyambut baik semangat kolaborasi antar-LAZ yang diusung dalam forum ini. Kolaborasi, menurut Waeli, menjadi kunci dalam menghindari fragmentasi dan tumpang tindih program, serta meningkatkan efisiensi distribusi zakat kepada mustahik. Beberapa inisiatif nasional seperti Kampung Zakat dan Lebaran Yatim bisa dijadikan platform bersama untuk menyatukan kekuatan dan memperluas manfaat zakat secara kolektif.

Keikutsertaan dalam uji coba modul ini menjadi refleksi dan pembelajaran penting bagi Sinergi Amil Zakat. Melalui forum ini, lembaga tidak hanya mendapat pemahaman baru, tetapi juga kesempatan untuk menyampaikan tantangan riil yang dihadapi di lapangan, serta membangun jaringan dengan sesama pengelola zakat dari berbagai tingkatan. Sinergi Amil Zakat percaya bahwa keberhasilan lembaga zakat bukan ditentukan oleh besar kecilnya angka penghimpunan semata, tetapi oleh seberapa jauh lembaga mampu menyusun strategi yang berdampak, terukur, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam penutupan acara, para peserta diajak untuk terus menjaga semangat profesionalisme, akuntabilitas, dan keberpihakan pada mustahik. Doa dan harapan pun dipanjatkan agar zakat benar-benar menjadi kekuatan besar dalam membangun masyarakat yang adil dan sejahtera.

Sinergi Amil Zakat juga semakin meneguhkan komitmennya untuk terus bertumbuh sebagai lembaga yang adaptif, profesional, dan amanah, serta terus bersinergi bersama pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan berkah melalui zakat.

Komentar Facebook

Berita Terkait

SMK Tadika Pertiwi Gelar Kegiatan Kunjungan Industri Ke Bandung Tahun 2026 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel
Dukung Anak Istimewa, Pemkot Depok Gelar Sekolah Ayah Bunda Spesial 2026
51 Himpunan, 47 Kampus: PERMIKOMNAS Jateng Perluas Kolaborasi Bersama Buana News
Gandeng Primago Consulting, Pesantren Al-Bahjah Rumuskan Blueprint Strategis Penguatan & Pengembangan Lembaga
PCNU Kota Tangerang Gelar Muskercab, Tekankan Kemandirian dan Konsolidasi Organisasi
Arogan dan Kebal Hukum, Pabrik Hebel PT IKN di Rawalo Copot Spanduk Penyegelan hingga Intimidasi Warga
KKMI PCC Audiensi dengan Pemerintah Kota Jakarta Timur, Bahas Program Perkemahan Madrasah
Pelantikan HIPPI Kota Depok, LKSA Primago Dapat Santunan Yatim

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:37 WIB

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:07 WIB

Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terbaru