SIARANINDONESIA.COM – Wali Kota Depok, Supian Suri dalam Pemerintahannya memberikan perhatian lebih pada anak-anak Istimewa berkebutuhan khusus dan orangtuanya.
Ini terlihat dari kegiatan Sekolah Ayah Bunda Spesial Tahun 2026 yang digelar oleh DP3AP2KB Kota Depok, di Aula Teratai lantai 1 Balaikota Depok, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Kegiatan yang diikuti para ayah dan bunda dengan anak berkebutuhan khusus tersebut menghadirkan Rohmat Rospari, SE., MM., konselor Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Harmoni Kota Depok.
Dalam pemaparannya bertajuk “Menjadi Ayah Bunda Spesial yang Efektif: Menyelaraskan Ikhtiar Pedagogis dan Ketetapan Langit dalam Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus”, Rohmat mengajak orang tua mengubah pola pikir dalam mendampingi anak, dari kebiasaan membandingkan menjadi memahami keunikan masing-masing.
Ia menekankan bahwa anak merupakan amanah, bukan kegagalan. Setiap anak memiliki martabat dan nilai kemanusiaan yang sama, meskipun kebutuhan dukungan dan proses perkembangannya berbeda.
Diagnosis atau keterbatasan yang dimiliki anak juga tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran dalam melihat kemampuan mereka. Orang tua perlu mengenali kekuatan, minat, cara berkomunikasi, serta kebutuhan masing-masing anak.
“Penerimaan terhadap kondisi anak bukan berarti menyerah. Justru, penerimaan menjadi langkah awal untuk mencari dukungan, intervensi, dan pendidikan yang sesuai,” ujar Rohmat Rospari.
Selain itu, Rohmat Rospari menyoroti pentingnya kemampuan orang tua dalam mengelola emosi.
Menurut Wakil Sekretaris Komisi Infokomdigi MUI tersebut ayah dan bunda perlu menenangkan diri terlebih dahulu sebelum membantu anak mengendalikan emosinya.
Ketika anak mengalami tantrum, orang tua dianjurkan mengutamakan keselamatan dan mengurangi rangsangan yang berlebihan. Pembelajaran keterampilan sebaiknya dilakukan setelah anak berada dalam kondisi lebih tenang.
“Orang tua juga tidak harus menghadapi seluruh tantangan pengasuhan sendirian. Dukungan pasangan, keluarga, konselor, maupun tenaga profesional diperlukan ketika menghadapi situasi yang sulit,” jelas Rohmat Rospari.
Dalam sesi diskusi, Ibu Risna salah seorang peserta turut menekankan pentingnya keterlibatan kedua orang tua dalam mendukung perkembangan anak.
“Optimalisasi anak itu adalah tugas kedua orang tua, istri dan juga suami,” ungkap Risna.
Ia juga mengaku memperoleh banyak informasi dan pengalaman baru melalui kegiatan tersebut. Kesempatan bertemu dengan orang tua lain yang memiliki pengalaman serupa dinilai memberikan dukungan tersendiri dalam menjalani proses pengasuhan.
Sementara itu Yahya Peserta lainnya turut menyampaikan apresiasi atas perhatian Wali Kota Depok, Supian Suri terhadap keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus.
“Terima kasih Kepada Wali Kota Depok Bapak Supian Suri yang dalam pemerintahannya memperhatikan keluarga dan anak berkebutuhan Khusus,” ujar Yahya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat antusias menyimak materi, mengikuti diskusi, dan menyampaikan berbagai pengalaman terkait tantangan mendampingi anak dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Sekolah Ayah Bunda Spesial, para orang tua diharapkan semakin memahami bahwa setiap anak memiliki perjalanan perkembangan yang berbeda. Keberhasilan anak tidak semata-mata ditentukan oleh kecepatan berbicara, prestasi akademik, maupun tingkat kemandirian fisiknya.
Hal terpenting adalah terus mendampingi, memberikan kasih sayang, memahami kebutuhan anak, serta menghargai setiap kemajuan yang berhasil dicapai.
























