Siaranindonesia.com, Jakarta – KH. Emay F Mahi selaku Pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Sina Rengas Dengklok, Karawang, mengusulkan Gus Farkhan Evendi sebagai pengganti Gus Miftah Maulana untuk mengisi posisi Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Usulan ini disampaikan menyusul mundurnya Gus Miftah akibat kontroversi yang melibatkannya.
Dalam pandangan KH. Emay, Gus Farkhan Evendi memiliki rekam jejak yang kuat dalam bidang sosial dan keagamaan, membuatnya sangat cocok untuk mengisi posisi tersebut.
“Gus Farkhan memiliki latar belakang yang kompleks dengan aktivitas sosial dan keagamaan yang luas. Hal ini akan membawa perkembangan positif bagi keberlangsungan humanisme universal hingga moderasi beragama,” ujar KH Emay.
KH. Emay juga menyoroti pentingnya memilih sosok yang tidak hanya memiliki ketokohan, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual dan pengalaman yang relevan.
“Presiden Prabowo tidak harus mempertimbangkan ketokohan saja, karena biasanya mereka shock culture dalam memberikan penilaian terhadap sesuatu. Gus Farkhan Evendi orangnya reflektif, cermat, dan memiliki jam terbang yang cukup tinggi dalam dinamika kemanusiaan,” tambahnya.
Sejak masa mahasiswa, Gus Farkhan Efendi telah menunjukkan komitmennya terhadap keterbukaan dan kesetaraan. Aktivitasnya di majelis ilmu dan jaringan komunikasinya yang luas dengan berbagai kalangan telah membentuk dirinya menjadi sosok yang demokratis dan multietnis.
Usulan KH. Emay ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan serius bagi Presiden Prabowo dalam memilih sosok yang tepat untuk mengisi posisi Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
KH. Emay berharap Presiden Prabowo Subianto dapat mempertimbangkan figur seperti Gus Farkhan yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai pluralisme dan toleransi. Menurutnya, penunjukan tokoh yang tepat akan memperkuat upaya pemerintah dalam memajukan dialog antaragama dan menciptakan harmoni sosial yang lebih baik.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana terkait pengganti Gus Miftah, namun, usulan dari berbagai tokoh masyarakat terus bermunculan, mencerminkan pentingnya posisi tersebut dalam membangun bangsa yang inklusif dan harmonis.























