Pondok Pesantren Daarul Muttaqien Parung Bogor adakan kegiatan Seminar Penguatan Nilai – Nilai Kepesantrenan bersama Motivator Pendidikan

- Editor

Senin, 2 Desember 2024 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com – Bogor – Pondok Pesantren Darul Muttaqien yang terletak di Jalan Raya Parung-Bogor, Jabon Mekar, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat berdiri sejak sejak tahun 1988.

Sejarah berdirinya, tidak dapat dipisahkan dari niat luhur H. Mohamad Nahar agar didirikan pesantren untuk meningkatkan kualitas lulusan pesantren, yang di era itu, masih jauh dari kriteria standar.

Tanah wakaf seluas 1,8 hektar oleh H Mohamad Nahar kemudian diberikan kepada ketua Badan Kerja Sama Pondok Pesantren se-Indonesia (BKSPPI) KH Sholeh Iskandar pada tahun 1987.

Pendirian Darul Muttaqien tidak akan terlepas tokoh dan ulama, termasuk KH Mahrus Amin dan KH TB Hasan Basri hingga KH Rosyad Nurdin dan KH Mad Rodja Sukarta.

Kebersihan lingkungan pesantren tidak akan lepas dari sosok yang luar biasa yaitu KH Mad Rodja Sukarta yang merupakan sosok kiai yang peduli lingkungan. Kepedulian terhadap lingkungan, ditujukan untuk membuat nyaman bagi kegiatan santri.

Alhamdulillah, saya diberikan kesempatan untuk mengisi kegiatan seminar dan motivasi tentang penguatan nilai nilai Kepesantrenan.

Sebagai alumni Pondok Modern Darussalam Gontor, tentu sangat setuju bahwa Pesantren adalah lembaga lembaga keagamaan, yang memberikan pendidikan dan pengajaran serta mengembangkan dan menyebarkan agama Islam.

Lembaga pendidikan integral yang mengintegrasikan tri pusat pendidikan dalam lingkungan pesantren, sehingga ia mampu memproteksi dari berbagai arus globalisasi dan dekadensi yang saat ini melanda generasi muda.

Nilai-nilai pesantren menjadi landasan fundamental dalam melangkah dan menjaga martabat seorang santri di zaman sekarang. Banyak aspek yang menjadi sorotan santri di tengah derasnya arus teknologi maupun goncangan modernitas. Tidak heran, jika tantangan seorang santri di samping internalisasi nilai di pesantren, juga bagaimana seorang santri mampu berdakwah di media sosial dengan ikut terlibat aktif menyebarkan konten kreatif dengan membawa ajaran Islam yang damai dan tidak keras.

Nah, moment kegiatan ini mengedepankan nilai-nilai spirit untuk bisa melanjutkan studi di pesantren untuk meraih mimpi, semoga dari kegiatan ini para santri memiliki kesadaran diri untuk bisa belajar dipesantren dengan penuh dedikasi dan semangat, sehingga mereka paham betul “Kenapa Anak Zaman Now Harus Kepesantren”

Nah, buat antum, Ustadz wal ustadzah yang mau mengadakan kegiatan serupa, bisa hubungi 0878-8998-3338

Komentar Facebook

Berita Terkait

Puncak Perayaan HUT ke-37 SMA Negeri 2 Kebumen Sukses Gelar Fun Run Bersama Tokoh Daerah dan Masyarakat
Asep Wahyuwijaya Soroti Peran Elite dan Warga dalam Menjaga Demokrasi
UHO Gandeng DKPP RI Bahas Etika Kepemiluan Era AI di Live Class Vol. 2
Ketua Tani Merdeka Muna Serap Aspirasi Petani, Irigasi dan Jalan Usaha Tani Jadi Prioritas
Prodi Ilkom UHO Kupas Cara Membaca Survei dalam Komunikasi Politik
Mahasiswa Jurnalistik UHO Bekali Pemilih Pemula Waspadai Penyalahgunaan AI dalam Pemilu
Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wakil Bupati Nduga di PTUN Jayapura
Pimpin DPC PERADI Kebumen 2026–2031, Anita Nosa: Yang Baik Dilanjutkan, Yang Belum Ada Diadakan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:47 WIB

Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Pancasila, Reformasi, dan IRT: Mencari Kerangka untuk Mengisi Kemerdekaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Nobel Ekonomi 2026, Keluarga Jadi Fondasi Stabilitas Nasional

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:44 WIB

DANANTARA: MESIN INDUSTRIALISASI ATAU PEDAGANG KOMODITAS?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Sufmi Dasco Ahmad dalam Perspektif Fiqih: Politik Maslahah dan Seni Menjaga Titik Temu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Membaca Transformasi Polri dalam Mengawal Aspirasi Rakyat

Senin, 14 September 2026 - 15:45 WIB

Tragedi Kecelakaan Kapal dan Urgensi Evaluasi Total Sistem Keselamatan Pelayaran Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Energi, Informasi, dan Entropi: Mengapa Sistem Bisa Gagal Meski Sumber Dayanya Cukup

Berita Terbaru

Prayoga Sekretaris Jendral PP IRNA (Indonesia Raya Anti Narkoba)

Opini

Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi

Jumat, 16 Okt 2026 - 05:47 WIB

Nasional

Mendesain Penguatan Party ID dalam RUU Pemilu

Jumat, 16 Okt 2026 - 02:39 WIB