Aktif Terlibat dalam Aksi Kemanusiaan, Berikut Profil dan Kiprah ODOJ

- Editor

Sabtu, 16 November 2024 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bantuan kemanusiaan dari Komunitas One Day One Juz untuk warga Palestina di Jordania.

Bantuan kemanusiaan dari Komunitas One Day One Juz untuk warga Palestina di Jordania.

Jakarta, Siaran Indonesia – Komunitas One Day One Juz (ODOJ) dikenal bukan hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tapi juga sosial. Sejak berdiri 11 November 2013 di Jakarta, ODOJ sampai saat ini masih eksis dan konsiten dalam aksi kemanusiaan.

Dalam rangka Milad ke 11, ODOJ kembali mengirimkan relawannya untuk membantu saudara-suadara warga Palestina yang mengungsi Palestina di Jordania. Di sana mereka mendistribusikan ribuan paket makanan dan juga pengobatan gratis. Program ini berlangsung dari 11 November hingga 30 November 2024.

Berikut profil dan kiprah ODOJ

Ketua Umum ODOJ Ustadz Bakat Setiaji mengatakan, komunitasnya didirikan oleh
tujuh orang tokoh pada 2013 di Jakarta, mereka yakni Ricky Adrinaldi, Fatah Yasin, Monalisa, Fatmawati, Nur Kholifah, Bhayu Subrata, Pratama Widodo dan Fajar Bagus Wicaksono

ODOJ merupakan komunitas sosial keagamaan yang senantiasa mengajak dan bersama-sama dengan para anggota untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

Baca juga: Komunitas One Day One Juz Gelar Pengobatan Gratis untuk Warga Paletina

Awalnya komunitas ini berangkat dari perkumpulan puluhan orang yang ingin menghidupkan kebiasaan baik membaca Al-Quran setiap harinya dengan target setiap hari 30 juz. Setelah dilakukan sejumlah motode, maka muncullah satu motode one day one juz atau satu hari satu juz, dimana dari satu group itu, satu orang diberi jatah membaca satu juz.

“Kalau kelompok kita ada 30 orang, maka dalam satu hari kita mengkhatamkan 30 juz. Dari kelompok kecil ini, kemudian terus berkembang besar. Kita terus mengajak orang lain untuk gemar membaca Al-Quran dengan metode one day one juz,” ujarnya, di Jordania, Jumat 15 November 2024.

Ia menuturkan, One Day One Juz bukan hanya sekedar kegiatan membaca secara rutin, melainkan sebuah panggilan untuk mendekatkan diri dengan Al-Qur’an secara lebih mendalam.

“Dengan terus menerapkan prinsip ini, diharapkan dapat membawa perubahan positif tidak hanya dalam hal spiritual, namun dalam kehidupan akademis, sosial, dan pribadi mereka,” terangnya.

Baca juga: Pengungsi Palestina di Jordania Paling Banyak, Sharing Happiness Kirim Bantuan

Di usia yang ke 11, ODOJ telah berkembang pesat ke berbagai negara. Saat ini, jumlah member atau anggota seluruh dunia kurang lebih 126.000 orang di 21 negara. ODOJ diisi tokoh-tokoh penting.

Di antaranya Menteri Agama Nasaruddin Umar, Adhyaksa Dault Mantan Menpora, Habib Nabiel Al Musawa pimpinan Majelis Rasulullah, Efendi Anwar Ketua Yayasan
Lembaga Bimbingan Al-Qur’an Al-Utsmani, Condet, sebagai Dewan Pembina ODOJ.

ODOJ memilik banyak program, bagi yang masih berat untuk membaca satu juz dalam satu hari, pihaknya memiliki program satu hari setengah juz. Bahkan bagi yang belum sanggup, programnya satu hari satu ayat, satu lembar atau satu a’in.

“Yang penting mereka ada kemampuan, kalau tidak mampu satu hari satu juz, maka sehari setengah juz, kalau masih nggak sanggup, satu hari satu a’in, atau satu lembar, kalau masih sangguh juga satu hari satu ayat,” ujarnya.

“Intinya bagaimana kita ingin membiasakan diri satu hari membaca Al-Quran secara kontinue. Dengan begitu kami yakin, dari satu ayat itu nantinya akan bertambah menjadi dua ayat, tiga ayat, satu lembar, satu ain, dan seterusnya, dan pada akhirnya mereka cinta terhadap Al-Quran,” tambahnya.

Misi Kemanusiaan

ODOJ dalam saat ini masih aktif dalam hal kegiatan sosial, yakni membantu para korban bencana. Baik bencana banjir, longsor, gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami, termasuk bencana kelaparan dan perang seperti yang terjadi di Gaza Palestina. ODOJ turut menghimpun dana umat untuk kegiatan kemanusiaan.

Selain, di Jordania, ODOJ aktif juga membantu bencana di dalam negeri. Seperti bencana gempa dan tsunami di Palu dengan mendirikan dua rumah Al-Quran dan satu Masjid di Petobo, Palu. Saat ini rumah Al-Quran masih aktif digunakan masyarakat untuk mengaji.

“Kemudian waktu Erupsi Gunung Semeru, kita juga aktif kirim bantuan bahan makanan, termasuk mendirikan mushala. Lalu banjir bandang di Sumatera Barat, kita juga kirim relawan dan bantuan ke sana. Prinsipnya kami ingin terus berlomba-lomba dalam kebaikan,” jelasnya.

Di Palestina, para relawan ODOJ mengandeng lembaga kemanusiaan DT Peduli, dan dibantu relawan senior dari Indonesia Eko Sulistio, serta para mahasiswa Indonesia di Jordania.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Mendesain Penguatan Party ID dalam RUU Pemilu
Menhut Raja Juli Ungkap 5-6 Perusahaan Terancam Dicabut Izinnya akibat Karhutla
Kepala BPOM Taruna Ikrar Ajak Ratusan Ribu Apoteker IAI Bersinergi Perkuat Ketahanan Obat Nasional
Taruna Ikrar Dorong Mahasiswa Unram Bangun Kepemimpinan Berbasis Neurosains
SMA Perguruan Rakyat 3 Gelar Kegiatan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) Bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun 2026
PB HMI Soroti Gaya Baru Kapolri Suyudi, Dekat dengan Warga dan Tegas Berantas Narkoba
TMI Kabupaten Muna dan BPD Sultra Sosialisasi Layanan KUR Petani Sawah dan KUR Alsintan
Optimalisasi Investasi Daerah, Bupati Lampung Selatan Tawarkan Solusi Kolaborasi Pusat dan Daerah

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:47 WIB

Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Pancasila, Reformasi, dan IRT: Mencari Kerangka untuk Mengisi Kemerdekaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Nobel Ekonomi 2026, Keluarga Jadi Fondasi Stabilitas Nasional

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:44 WIB

DANANTARA: MESIN INDUSTRIALISASI ATAU PEDAGANG KOMODITAS?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Sufmi Dasco Ahmad dalam Perspektif Fiqih: Politik Maslahah dan Seni Menjaga Titik Temu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Membaca Transformasi Polri dalam Mengawal Aspirasi Rakyat

Senin, 14 September 2026 - 15:45 WIB

Tragedi Kecelakaan Kapal dan Urgensi Evaluasi Total Sistem Keselamatan Pelayaran Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Energi, Informasi, dan Entropi: Mengapa Sistem Bisa Gagal Meski Sumber Dayanya Cukup

Berita Terbaru

Prayoga Sekretaris Jendral PP IRNA (Indonesia Raya Anti Narkoba)

Opini

Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi

Jumat, 16 Okt 2026 - 05:47 WIB

Nasional

Mendesain Penguatan Party ID dalam RUU Pemilu

Jumat, 16 Okt 2026 - 02:39 WIB