Tenggarong, Siaran Indonesia – Anggota DPD dari Kalimantan Timur Zainal Arifin A.Md.,Kep percaya semua agama mengajarkan persatuan dan kesatuan. Termasuk dalam Kristen, meski di Indonesia menjadi minoritas umat Kristiani tetap memahami dan menerima apa yang menjadi kesepakatan bersama.
Hal itu disampaikan Zainal saat menggelar sosialisasi empat pilar bersama para jemaat gereja di Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu 5 Mei 2024. Senator ini melihat umat Kristiani di Kukar sangat toleran.
“Sikap toleransi ini merupakan inti dari empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Dengan sikap tolerasi itu, artinya kita senantiasa menjaga persatuan bangsa, meski berbeda-beda tetapi tetap bersatu,” ujar Zainal.
Karena itu, Zainal berharap Gereja bisa menjadi agen perubahan untuk terus menjaga bangsa ini pada kerangka NKRI. Menurutnya, apa yang disampaikan di Gereja tidak melulu harus berbicara materi agama, tapi juga nasionalisme, persatuan dan kesatuan.
“Jadi saya kira topik-topik yang diajarkan dalam Gereja tidak harus tentang soal agama, tapi juga soal nasiolisme, keperpihakan kepada bangsa dan negara. Semangat menjaga persatuan dan kesatuan, bukan ceramah-ceramah yang justru memecah belah,” tuturnya.
Zainal menyayangkan, jika ada tokoh agama justru menyampaikan materi dakwahnya sarat dengan ujaran kebencian, menghina dan mencela keyakinan ajaran agama lain. Menurutnya sikap ini bukanlah sikap yang bijak dan dewasa, karena justru akan merusak harmonisasi di masyarakat.
“Saya harap dan saya yakin dalam gereja tidak seperti itu, gereja harus menjadi agen perubahan untuk ikut serta menjadikan bangsa ini maju, bangsa yang kuat, makmur, dan toleran,” tuturnya.
“Jadi perubahan yang dimaksud adalah perubahan ke arah yang lebih baik,” tambahnya.
Tak lupa, Zainal juga turut mengajak kepada para jemaat gereja atau umat Kristiani di Kaltim untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Negara di Kaltim. Ia berharap masyarakat bisa berperan aktif dalam mewujudkan IKN di Bumi Borneo.
“IKN ini merupakan wujud dari pemerataan pembangunan wilayah yang tidak hanya tersentral di Jawa. Untuk itu, kita sebagai warga Kaltim harus menyambutnya dengan baik, dan berharap IKN bisa memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat Kalimantan,” tandasnya. (Al)
























