Kajian Tafsir Surah Al-Baqarah ayat 86 : Tidak Menukar Dunia dengan Akhirat

- Editor

Senin, 4 Maret 2024 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com- Secara eksplisit, Allah memberi titah agar kita tidak menukar dunia dengan akhirat. Hal itu termaktub dalam makna ayat, “Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong” (QS. al-Baqarah/2: 86).

Maksud penggal pertama ayat ini, “membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat”, menurut pengarang kitab Tafsir Jalalain, adalah mengutamakan dunia ketimbang akhirat.

Sebagai bukti perbuatan itu, Syaikh Nawawi dalam kitab Tafsir Munir berargumentasi, bahwa mereka memilih kekafiran (dengan mengutamakan dunia) ketimbang keimanan (dengan menelantarkan akhirat).

Sementara itu, yang Allah maksud dengan frasa, “itulah orang-orang” tak lain adalah orang-orang Yahudi baik yang hidup pada masa Nabi Musa maupun Nabi Muhammad di Madinah. Jadi ayat ini memiliki munasabah (korelasi) dengan ayat-ayat sebelumnya.

Tampak jelas orang-orang Yahudi bergaya hidup hedonis dan konsumtif. Atau meminjam bahasa Ibnu Katsir dalam tafsirnya, mereka lebih senang memilih kehidupan dunia ketimbang kehidupan akhirat. Padahal kehidupan dunia itu menipu dan temporer, sementara kehidupan akhirat itu permanen.

Tentu ada sifat orang-orang Yahudi yang bergelanyut di dada umat agama lain, seperti umat Nabi Muhammad. Andaikata itu terjadi, maka tak ayal ayat ini berlaku juga buat kita.

Untuk penggal berikutnya, yakni, “maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong”, maksudnya, tulis pengarang kitab Tafsir Jalalain, orang-orang Yahudi tidak akan mampu menghindar dari siksa yang mendera mereka.

Artinya, sambung Ibnu Katsir, tidak ada seorang pun penolong yang dapat menyelamatkan orang-orang Yahudi. Di samping itu, menurut Syaikh Nawawi, siksa yang mendera mereka tidak ada putus-putusnya. Dalam satu waktu tertentu tidak pernah mendapat keringanan atau remisi.

Jadi tidak benar kalau mereka mengaku akan disiksa di neraka beberapa hari saja.***

 

Komentar Facebook

Berita Terkait

Modern Karpet, dari Toko Ritel Jadi Mitra Proyek Institusional Besar
NU Mau Dibawa ke Mana pada Abad Kedua?
AI dan Precision Medicine, Taruna Ikrar Dorong Farmasis Muda Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Sisi Humanis
Parkir Liar Buperta Cibubur Disorot, Pengamat: Jika Tak Mampu Tertibkan, Evaluasi Pimpinan
MI Sa’adatuddarain Gelar Kick Off Madrasah Ramah Anak dan Parenting, Perkuat Sinergi Madrasah dan Orang Tua
‎Pegadaian Area Senen Raih Juara Umum SportaFest 2026
Taruna Ikrar Ajak Masyarakat Pintar Memilih Makanan, Minuman, dan Obat di BPOM Run
Denny Desak Gibran Mundur, Fritz Siregar Tegaskan Presiden Tak Bisa Memecat Wapres

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Modern Karpet, dari Toko Ritel Jadi Mitra Proyek Institusional Besar

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:56 WIB

NU Mau Dibawa ke Mana pada Abad Kedua?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:54 WIB

AI dan Precision Medicine, Taruna Ikrar Dorong Farmasis Muda Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Sisi Humanis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:27 WIB

MI Sa’adatuddarain Gelar Kick Off Madrasah Ramah Anak dan Parenting, Perkuat Sinergi Madrasah dan Orang Tua

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:59 WIB

‎Pegadaian Area Senen Raih Juara Umum SportaFest 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:16 WIB

Taruna Ikrar Ajak Masyarakat Pintar Memilih Makanan, Minuman, dan Obat di BPOM Run

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Denny Desak Gibran Mundur, Fritz Siregar Tegaskan Presiden Tak Bisa Memecat Wapres

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:19 WIB

Call Center Baru Dishub DKI Dipertanyakan, Pengamat: Jangan Sampai Tumpang Tindih dengan JAKI

Berita Terbaru

Headline

5 Rekomendasi Studio Foto Terbaik Untuk Wisuda di Depok

Jumat, 14 Agu 2026 - 20:48 WIB

Nasional

NU Mau Dibawa ke Mana pada Abad Kedua?

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:56 WIB