Laporan Best Practice Bimbingan Klasikal Memilih Sekolah Lanjutan Setelah SMP

- Jurnalis

Jumat, 1 Desember 2023 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan
Best Practice Bimbingan Klasikal
Memilih Sekolah Lanjutan Setelah SMP

EKI HARTANI
NIM : X9023081320
MAHASISWA PPG DALJAB ANGKATAN II
BIMBINGAN DAN KONSELING
UNIVERSITAS SEBELAS MARET

 

 

A. Judul

Judul laporan Best Practice yang saya ambil yaitu Bimbingan Klasikal dengan topik “Memilih Sekolah Setelah SMP”, karena materi ini sangatlah perlu untuk peserta didik karena di kelas 9.

B. Pendahuluan

Manusia dalam kehidupan sehari-hari akan selalu menghadapi masalah yang silih berganti. Demikian juga halnya dengan peserta didik menghadapi sejumlah masalah sejak mereka di terima sebagai pelajar. Pada umumnya apa yang dimaksud dengan masalah dalam hubungan ini adalah keberadaan yang merintangi peserta didik dalam proses perkembangannya yang optimum dalam belajar. Rintangan atau hambatan tersebut berbeda-beda bagi setiap peserta didik. Oleh sebab itu sesuai dengan jenis masalah yang dialami peserta didik, maka program bimbingan dan konseling yang disajikan harus sesuai dengan masalah yang dihadapi peserta didik.

Bimbingan dan Konseling sebagai bagian integral yang tak terpisahkan dari sistem pendidikan memiliki peran penting dan strategis dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan secara komprehensif. Layanan Bimbingan dan Konseling tidak memberikan materi-materi ataupun tugas-tugas yang malah memberatkan peserta didik. Guru Bimbingan dan Konseling memberikan layanan yang mengakomodir dalam pencapaian tugas perkembangan peserta didik, sehingga siswa memiliki kecakapan hidup dan menjadi pribadi yang mandiri. Hal ini tidak luput dengan peran guru Bimbingan dan Konseling dalam menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua peserta didik Mengingat bahwa pekerjaan Bimbingan dan Konseling itu tidak hanya melayani peserta didik yang datang ke ruang Bimbingan untuk konsultasi atau pun memanggil peserta didik bermasalah untuk di konseling, melainkan dalam layanan pengembangan peserta didik itu diharapkan guru Bimbingan dan Konseling lebih banyak melaksanakan kegiatan layanan yang bersifat pencegahan dan ini lebih banyak dilakukan di layanan dasar.

Menurut Sutikna studi lanjut adalah kelanjutan studi. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa studi lanjut adalah pendidikan sambungan atau lanjutan setelah lulus dari SD, SMP, SMA/SMK atau pendidikan yang lebih tinggi dari yang ditempuh saat ini. Pengertian sekolah lanjutan menurut KBBI adalah sekolah selepas sekolah dasar, sebelum perguruan tinggI. Pengertian sekolah lanjutan dalam hal memasuki sekolah lanjutan tingkat atas, yaitu sekolah selepas sekolah lanjutan tingkat pertama, sebelum perguruan tinggi. Studi lanjutan yang harus ditempuh oleh siswa SMP selepas mereka. menyelesaikan studinya yaitu diantaranya ada SMK, SMA-, dan MA. Kegiatan studi lanjut dan merencanakan karir merupakan kegiatan yang dialami oleh semua individu. Kegiatan ini juga merupakan salah satu dari tugas perkembangan khususnya bagi remaja.

Fungsi Layanan Bimbingan Klasikal di SMP sangat penting bagi siswa karena memiliki beberapa fungsi. Winkel dan Hastuti menyebutkan beberapa fungsi layanan bimbingan karir di sekolah yaitu:

a) Fungsi persiapan. Layanan bimbingan karir memberikan informasi tentang jenis studi lanjut yang dapat dipertimbangkan oleh siswa.

b) Fungsi pencegahan. Layanan bimbingan karir dapat memberikan bantuan agar tidak kesulitan di dalam memahami tentang bakat, minat, kemampuan dan tentang dirinya sendiri peserta didik yang berkaitan dengan pemilihan studi lanjut sehingga dapat mencegah peserta didik salah dalam menentukan langkah-langkah menemukan karir yang dikehendaki dimasa depannya.

C. Pembahasan

Pelaksanaan Kegiatan Layanan Bimbingan Klasikal di SMP Negeri 137 dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2023 di kelas 9C. Tujuan khus yang ingin dicapai dari kegiatan ini, yaitu peserta didik dapat memilih sekolah lanjutan setelah SMP (C5), peserta didik dapat meyakini pilihan sekolah lanjutan(A3), Peserta didik dapat menenttukan sekolah lanjutan yang sesuai bakat dan minat (P5).

Kondisi yang melatarbelakangi masalah ini yaitu Masih banyaknya Peserta didik yang bingung untuk menentukan pilihan sekolah setelah lulus dari SMP terutama peserta didik kelas IX.Kegiatan Bimbingan Klasikal ini penting untuk diinformasikan karena apabila peserta didik masih bingung dan belum bisa menentukan sekolah lanjutannya setelah lulus SMP, bisa saja sekolahnya nanti jadi tidak semangat, bahkan lebih pada tidak bisa mengikuti pembelajaran dengan baik disekolah lanjutannya dan sulit menggapai cita-cita yang dinginkan.

Adapun peran dan tanggung jawab saya sebagai guru BK dalam kegiatan ini yaitu memberikan informasi dan pemahaman tentang pilihan sekolah lanjutan, perbedaan sekolah lanjutan sampai peserta didik mampu memilih, meyakini dan menentukan sekolah lanjutan yang sesuai dengan keadaan dirinya secara mandiri dan penuh integritas. Sehingga tidak adalagi keraguan/kebingungan dari peserta didik untuk melanjutkan sekolah lanjutannya.

Tantangan yang saya hadapi untuk mencapai tujuan setelah melakukan Bimbingan Klasikal pada peserta didik, tetap masih ada walaupun peserta didik sudah tahu sekolah pilihannya.
Diantaranya yaitu :

  1. Dukungan dari orangtua (sebelum layanan).
  2. Masih belum tahu cita-cita (bakat minat diri sendiri) – (sesudah dan sebelum layanan).
  3. Belum dapat informasi yang lebih luas tentang perbedaan dan tujuan SMA/SMK/MA dan Pesantren (sebelum layanan).
  4. Dalam proses layanan masih ada peserta didik siswa yang belum aktif dalam mengikuti kegiatan.
  5. Keterbatasan waktu dalam pelaksanaan layanan.

 

Dalam pemberian layanan Bimbingan Klasikal penjelasan sekolah lanjutan ini yang terlibat diantaranya: Kepala Sekolah sebagai sumber informasi resmi dari Dinas, Wali kelas yang akan selalu mendampingi dalam memberi dan menjawab pertanyaan, Guru Mapel Bimbingan dan Konseling yang senantiasa siap menjawab pertanyaan peserta didik kelas 9. Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan dalam memberikan layanan Bimbingan Klasikal yang menggunakan Problem Based Learning yaitu :

  1. Melakukan assessment awal.
  2. Menampilkan video materi sekolah lanjutan.
  3. Membentuk kelompok dan berdiskusi (diskusi kelompok).
  4. Siswa merefleksikan diri dan menentukan pilihan sekolah lanjutan (memasang foto diri menggunakan twibbonize).
  5. Evaluasi Kegiatan dan layanan menggunakan LKPD dan evaluasi hasil.

Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan Bimbingan Klasikal:

Peserta didik : Sebagai peserta yang menerima Bimbingan Klasikal.
Guru BK : Sebagai konselor yang memberikana layanan Bimbingan Klasikal.

Materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini :

  1. Jenis sekolah lanjutan (SMA/SMK/MA/Pesantren).
  2. Tujuan SMA dan SMK.
  3. Perbedaan SMA dan SMK.
  4. Tips dan trik memilih sekolah lanjutan beserta jurusan

Materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini :

  1. Jenis sekolah lanjutan(SMA/SMK/MA/Pesantren).
  2. Tujuan SMA dan SMK.
  3. Perbedaan SMA dan SMK.
  4. Tips dan trik memilih sekolah lanjutan beserta jurusan

Refleksi Hasil: Setelah memberikan layanan Bimbingan Klasikal sesuai yang direncanakan, alhamdulillah hasilnya efektif. Peserta didik sudah lebih memahami jenis, perbedaan sekolah lanjutan setelah lulus SMP bahkan sudah dapat menentukan pilihan sekolah lanjutannya. Peserta didik sudah lebih memahami jenis, perbedaan sekolah lanjutan setelah lulus SMP bahkan sudah dapat menentukan pilihan sekolah lanjutannya. respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan.

Respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan,dan yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan Berdasarkan lembar evaluasi, LKPD dan refleksi yang ditanyakan langsung ke siswa alhamdulillah dengan Metode/Teknik Problem Based Learning ini peserta didik jadi lebih aktif dan kegiatannya tidak monoton. Dan tingkat keberhasilannya dapat dilihat langsung dari peserta didik yang sudah dapat menentukan pilihan sekolah lanjutannya serta mampu menjelaskan alasannya atau faktor yang mendukung sehingga peserta didik memilih sekolah tersebut.

D. Kesimpulan

Kesimpulan yang bisa diambil dari Bimbingan Klasikal terhadap peserta didik kelas 9 SMP Negeri 137 sebagai berikut :

  1. Pelaksanaan bimbingan dan konseling di SMP Negeri 137 Jakarta Pusat didukung oleh beberapa komponen sekolah, sehingga Bimbingan Klasikal dapat terus ditingkatkan. Pihak sekolah dalam pelaksanaan bimbingan konseling berupaya memaksimalkan fungsi pelayanan bimbingan dan konseling kepada seluruh siswa di sekolah.
  2. Upaya guru bimbingan konseling dalam mengarahkan sekolah lanjutan siswa adalah dengan memberikan bimbingan juga dengan motivasi kepada diri siswa sehingga dapat menumbuhkan rasa percaya diri siswa, menumbuhkan keyakinan dan rasa percaya diri ini mendukung diri siswa untuk lebih memahami dan mengenal potensi dirinya, sehingga ia mampu mempersiapkan diri dengan belajar dan melanjutkan pendidikan.
  3. Guru bimbingan dan konseling memiliki peran penting dalam mengarahkan sekolah lanjutan bagi siswa di SMP Negeri 137 Jakarta Pusat. Guru pembimbing sudah meyakinkan peserta didik untuk dapat melanjutkan pendidikan guna memperoleh masa depan yang lebih baik.

E. Daftar Pustaka

  • Abu Ahmadi dan Widodo, Psikologi Belajar, Jakarta : Rineka Cipta, 2004. Dalyono, M. Psikologi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2006.
  • Dewa Ketut dan Nila Kusumawati, Proses Bimbingan dan Konseling, Jakarta : Renika Cipta, 2008.
  • Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar, Jakarta: Rineka Cipta, 2002.
  • Gani, Ruslan, Bimbingan Karir (Edisi Revisi), Bandung: Angkasa, 2010.
  • Gibson, dkk, Bimbingan dan Konseling, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011.
  • Gunawan, Yusuf, Pengantar Bimbingan dan Konseling, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2002. Hikmawati, Fenti, Bimbingan dan Konseling, Jakarta: Grafindo Persada, 2011
  • Hurlock, Elizabeth,. Psikologi Perkembangan, Jakarta: Erlangga, 2003.
  • Muhibbinsyah, Psikologi Belajar, Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2007.
  • Natawijaya, Rohman, Pendekata-pendekatan dalam Penyuluhan Kelompok, Jakarta : Diponegoro, 2007.

 

Komentar Facebook

Berita Terkait

Presiden Soekarno dan Kentang Mustofa Penyambut Jemaah Haji 2023
Menelisik Agenda Terselubung Dibalik Kampanye Tolak Politik Identitas
Manfaat Lidah Buaya Bisa Menurunkan Kolesterol Hingga Darah Tinggi
Kepribadian Zodiak Aries
Manfaat dan Efek Gula Aren untuk Kesehatan
9 Manfaat Melon Untuk Kesehatan
Manfaat Minum Kopi
Manfaat Wortel Bagi Kesehatan

Berita Terkait

Jumat, 19 Juli 2024 - 21:09 WIB

Kemenag dan Forum Rektor Sepakati Asta Aksi Bangun Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi

Jumat, 19 Juli 2024 - 12:50 WIB

Seminar Online Primago 2024 “Peluang Beasiswa dan Jurus Jitu Masuk Unida Gontor

Kamis, 18 Juli 2024 - 12:44 WIB

Islamadina Bayana, Aktif Beri Bantuan di Dalam dan Luar Negeri

Kamis, 18 Juli 2024 - 12:06 WIB

Menuju Indonesia Emas 2045, Tia Rahmania Sebut Tantangan Perempuan Makin Banyak

Kamis, 18 Juli 2024 - 09:14 WIB

Nelayan Tidak Melaut, Babinsa Koramil-02 Penjaringan Ajak Berkebun Urban Farming

Kamis, 18 Juli 2024 - 05:34 WIB

Supian Suri Sedang Trending, Difollow Bareng-Bareng

Rabu, 17 Juli 2024 - 08:35 WIB

Ketum APTIKNAS: Selamat Ulang Tahun BNPT RI Ke-14

Selasa, 16 Juli 2024 - 16:37 WIB

Menteri Agama Lantik Dr. Ahmad Bahiej, S.H., M.Hum., Menjadi Kepala Kanwil Kemenag DIY

Berita Terbaru

EkBis

SKIN+ & SLIM+ Membuka Cabang Kedua di Semarang

Jumat, 19 Jul 2024 - 19:56 WIB